alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Asyik Transaksi Sabu, Pengedar Senior-Yunior Dibekuk Bareng

MOJOKERTO – Dua pengedar sekaligus penyalagunaan narkoba kembali diringkus. Bersama tersangka,polisi turut menyita 1,65 gram lengkap dengan seperangkat alat nyabu.

Keduanya adalah Riyadi, 49, warga Desa/Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, dan Moch. Irfani alias Irfan 29, warga Desa Sebani, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.

Kasatnarkoba Polresta AKP Hendro Soesanto, menuturkan, keduanya berhasil ditangkap setelah sebelumnya mendapat informasi dari masyarakat, jika di wilayah Jetis kerap dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba.

Sehingga kondisi itu membuat petugas bergerak cepat dengan melakukan pemetaan. Petugas juga rutin melakukan pemantaun di lokasi. Sabtu lalu (19/1) sekitar pukul 17.00 WIB, polisi akhirnya mendapati dua orang yang gerak-geriknya nampak mencurigakan. Tepatnya di Jalan Raya Jetis.

Baca Juga :  Kedinginan, Wisatawan Tewas saat Camping Bersama Keluarga

’’Setelah kami pantau, keduanya kami tangkap saat melakukan transaksi,’’ katanya. Awalnya, para tersangka mengelak. Namun, setelah petugas mendapati barang bukti sabu-sabu mereka akhirnya tak berkutik. ’’Ada dua paket klip sabu-sabu dengan berat 1,65 gram yang kami sita,’’ tambahnya.

Tak hanya itu, satu unit handphone sebagai alat melancarkan bisnis haram ikut diamankan. Dari hasil pemeriksaan, diketahui, tersangka memang sudah lama menjadi target kepolisian. Namun, karena modus operandinya cukup licin, keduanya baru berhasil diciduk saat melakukan transaksi.

’’Selain pengedar, mereka juga pemakai,’’ tandasnya.Hal itu dikuatkan dari seperangkat alat hisab sabu-sabu dan pipet kaca. Hasil tes urine menujukkan,tersangka positif mengonsumsi narkoba. Untuk proses penyelidikan, kemarin keduanya resmi ditahan di Mapolresta Mojokerto.

Baca Juga :  Driver Grab Dianiaya Penumpang, Leher Dijerat, Tubuh Ditusuki Pisau

’’Kami masih memburu pelaku lain dalam satu jaringan, sekaligus sebagai pemasoknya,’’ tuturnya.  Para tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1)  UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara. 

 

MOJOKERTO – Dua pengedar sekaligus penyalagunaan narkoba kembali diringkus. Bersama tersangka,polisi turut menyita 1,65 gram lengkap dengan seperangkat alat nyabu.

Keduanya adalah Riyadi, 49, warga Desa/Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, dan Moch. Irfani alias Irfan 29, warga Desa Sebani, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.

Kasatnarkoba Polresta AKP Hendro Soesanto, menuturkan, keduanya berhasil ditangkap setelah sebelumnya mendapat informasi dari masyarakat, jika di wilayah Jetis kerap dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba.

Sehingga kondisi itu membuat petugas bergerak cepat dengan melakukan pemetaan. Petugas juga rutin melakukan pemantaun di lokasi. Sabtu lalu (19/1) sekitar pukul 17.00 WIB, polisi akhirnya mendapati dua orang yang gerak-geriknya nampak mencurigakan. Tepatnya di Jalan Raya Jetis.

Baca Juga :  Atur Proyek Fiktif Bernilai Ratusan Juta, Kades Masuk Penjara

’’Setelah kami pantau, keduanya kami tangkap saat melakukan transaksi,’’ katanya. Awalnya, para tersangka mengelak. Namun, setelah petugas mendapati barang bukti sabu-sabu mereka akhirnya tak berkutik. ’’Ada dua paket klip sabu-sabu dengan berat 1,65 gram yang kami sita,’’ tambahnya.

Tak hanya itu, satu unit handphone sebagai alat melancarkan bisnis haram ikut diamankan. Dari hasil pemeriksaan, diketahui, tersangka memang sudah lama menjadi target kepolisian. Namun, karena modus operandinya cukup licin, keduanya baru berhasil diciduk saat melakukan transaksi.

- Advertisement -

’’Selain pengedar, mereka juga pemakai,’’ tandasnya.Hal itu dikuatkan dari seperangkat alat hisab sabu-sabu dan pipet kaca. Hasil tes urine menujukkan,tersangka positif mengonsumsi narkoba. Untuk proses penyelidikan, kemarin keduanya resmi ditahan di Mapolresta Mojokerto.

Baca Juga :  Driver Grab Dianiaya Penumpang, Leher Dijerat, Tubuh Ditusuki Pisau

’’Kami masih memburu pelaku lain dalam satu jaringan, sekaligus sebagai pemasoknya,’’ tuturnya.  Para tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1)  UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/