alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Polisi Bongkar Produsen Mi Palsu Berbahan Kedaluarsa

MOJOKERTO – Polres Mojokerto membongkar produksi serta peredaran mi instan ilegal di kawasan Ngoro, Kabubaten Mojokerto.

Mi yang dikemas ulang dalam bentuk curah itu diproduksi dengan cara dioplos dari berbagai merek mi yang telah expired atau kedaluarsa.

Kasus itu terungkap setelah tim satgas pangan Satreskrim Polres Mojokerto mencium praktik curang itu di sebuah rumah di Dusun/Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro.

Di rumah kontrakan yang diketahui milik Susanto, warga Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro itulah yang dijadikan sebagai gudang sekaligus tempat produksi. Kini pria 38 tahun itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata, mengungkapkan, modus operandi yang dilakukan tersangka adalah dengan cara mengambil bahan baku dari mi instan kedaluarsa maupun gagal produksi dari berbagai merek mi ternama.

Baca Juga :  Baru Masuk Kantor, Kades Ditangkap Polisi

Selanjutnya, tersangka mengambil bahan mi kering untuk dikemas ulang dengan memasang label dan tanggal kedaluarsa palsu.

“Jadi tersangka memproduksi mi yang telah kedaluarsa, kemudian dikemas ulang untuk dijual ke pasar tradisional,” ungkapnya saat pers rilis di lokasi, Jumat (22/6) siang tadi.

MOJOKERTO – Polres Mojokerto membongkar produksi serta peredaran mi instan ilegal di kawasan Ngoro, Kabubaten Mojokerto.

Mi yang dikemas ulang dalam bentuk curah itu diproduksi dengan cara dioplos dari berbagai merek mi yang telah expired atau kedaluarsa.

Kasus itu terungkap setelah tim satgas pangan Satreskrim Polres Mojokerto mencium praktik curang itu di sebuah rumah di Dusun/Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro.

Di rumah kontrakan yang diketahui milik Susanto, warga Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro itulah yang dijadikan sebagai gudang sekaligus tempat produksi. Kini pria 38 tahun itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata, mengungkapkan, modus operandi yang dilakukan tersangka adalah dengan cara mengambil bahan baku dari mi instan kedaluarsa maupun gagal produksi dari berbagai merek mi ternama.

Baca Juga :  Jual Ayam Tiren, Pelaku Berdalih untuk Pakan Lele

Selanjutnya, tersangka mengambil bahan mi kering untuk dikemas ulang dengan memasang label dan tanggal kedaluarsa palsu.

- Advertisement -

“Jadi tersangka memproduksi mi yang telah kedaluarsa, kemudian dikemas ulang untuk dijual ke pasar tradisional,” ungkapnya saat pers rilis di lokasi, Jumat (22/6) siang tadi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/