alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Monday, July 4, 2022

Polisi Tangkap Tiga Pengedar Sabu

Amankan 12 Paket
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satu jaringan pengedar sabu-sabu di wilayah Kabupaten Mojokerto berhasil dibongkar Satresnarkoba Polres Mojokerto. Tiga orang pengedar narkoba berikut 12 paket sabu berhasil diamankan petugas.

Pelaku adalah Agus Eka Yulianto, 22; Aan Subagio alias Boncu, 24, asal Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, dan Mujiono alias Lowo, 38, asal Dusun Sambigede, Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan. Terbongkarnya jaringan pengedar sabu-sabu yang beraksi di wilayah Mojokerto Raya itu bermula dari terendusnya transaksi yang dilakukan Agus, sekitar pukul 18.55 Kamis (19/5).

Agus yang sudah lama menjadi target operasi itu langsung dibuntuti petugas usai mendapat informasi dari masyarakat. Hingga langkah Agus mengarah ke Taman Hutan Kota di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto. Di taman itu pelaku bertransaksi dengan Boncu. Keduanya tak bisa mengelak saat petugas mendapati satu paket sabu siap edar yang dikantongi Agus. ’’Kami amankan satu paket sabu seberat 0,32 gram saat mereka sedang bertransaksi,’’ ujar Kasat Resnarkoba Polres Mojokerto AKP Bambang Tri Sutrisno.

Baca Juga :  Pengedar Sabu Jaringan dari Lapas Porong Dibongkar

Diterangkannya, saat kedua pelaku ditangkap, terdapat satu pelaku lain di lokasi. Hanya saja, ia berhasil kabur dari kepungan petugas. ’’Satu orang pelaku atas nama Duwan melarikan diri saat penangkapan. Saat ini statusnya DPO,’’ imbuhnya.

Dari keterangan kedua pelaku, petugas mengendus peran Duwan. Yakni menyuruh Agus untuk mendapatkan barang haram tersebut. Lantas, Agus membeli sabu-sabu itu dari Boncu.

Tidak berhenti sampai di situ, petugas langsung melakukan pengembangan terkait penyuplai keduanya. Kepolisian langsung memburu Mujiono alias Lowo, 38, nama yang dicatut keduanya. Lowo dibekuk di rumahnya di Dusun Sambigede, Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan, tak lama berselang.

Dari situ, petugas berhasil mengamankan 11 paket sabu siap edar. ’’11 paket sabu dengan berat total 3,34 gram itu disimpan di dalam kamar pelaku,’’ katanya.

Di hadapan petugas, Lowo mengaku mendapatkan sejumlah barang haram tersebut dari Bon Jovi (bukan nama asli) yang kini menjadi buronan petugas. Dalam praktiknya, Lowo mengantongi sabu-sabu dengan cara diranjau di sejumlah titik yang sudah ditentukan Bon Jovi. ’’Ngaku-nya dia mengenal DPO ini dari temannya atas nama Heri yang saat ini statusnya juga DPO. Yang bersangkutan ini mentransfer sejumlah uang ke Bon Jovi setelah mendapat sabu-sabu tersebut,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Jaringan Pengedar Sabu Dibongkar

Dari tangan ketiga jaringan pengedar sabu-sabu ini, total petugas berhasil menggagalkan peredaran 12 paket sabu-sabu seberat 3,36 gram. Barang haram itu kini diamankan di mapolres berikut sejumlah barang bukti lainnya untuk kepentingan pengembangan. Di antaranya, tiga ponsel pintar milik pelaku dan uang Rp 300 ribu hasil penjualan sabu-sabu. ’’Kami masih lakukan pengembangan dan tidak berhenti sampai di sini. Terlebih kami sudah mendapat nama-nama pelaku lain yang statusnya DPO ini,’’ tandas mantan Kapolsek Prigen itu. (vad/fen)

Amankan 12 Paket
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satu jaringan pengedar sabu-sabu di wilayah Kabupaten Mojokerto berhasil dibongkar Satresnarkoba Polres Mojokerto. Tiga orang pengedar narkoba berikut 12 paket sabu berhasil diamankan petugas.

Pelaku adalah Agus Eka Yulianto, 22; Aan Subagio alias Boncu, 24, asal Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, dan Mujiono alias Lowo, 38, asal Dusun Sambigede, Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan. Terbongkarnya jaringan pengedar sabu-sabu yang beraksi di wilayah Mojokerto Raya itu bermula dari terendusnya transaksi yang dilakukan Agus, sekitar pukul 18.55 Kamis (19/5).

Agus yang sudah lama menjadi target operasi itu langsung dibuntuti petugas usai mendapat informasi dari masyarakat. Hingga langkah Agus mengarah ke Taman Hutan Kota di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto. Di taman itu pelaku bertransaksi dengan Boncu. Keduanya tak bisa mengelak saat petugas mendapati satu paket sabu siap edar yang dikantongi Agus. ’’Kami amankan satu paket sabu seberat 0,32 gram saat mereka sedang bertransaksi,’’ ujar Kasat Resnarkoba Polres Mojokerto AKP Bambang Tri Sutrisno.

Baca Juga :  Zaenal Bikin Hakim Tipikor Naik Pitam

Diterangkannya, saat kedua pelaku ditangkap, terdapat satu pelaku lain di lokasi. Hanya saja, ia berhasil kabur dari kepungan petugas. ’’Satu orang pelaku atas nama Duwan melarikan diri saat penangkapan. Saat ini statusnya DPO,’’ imbuhnya.

Dari keterangan kedua pelaku, petugas mengendus peran Duwan. Yakni menyuruh Agus untuk mendapatkan barang haram tersebut. Lantas, Agus membeli sabu-sabu itu dari Boncu.

Tidak berhenti sampai di situ, petugas langsung melakukan pengembangan terkait penyuplai keduanya. Kepolisian langsung memburu Mujiono alias Lowo, 38, nama yang dicatut keduanya. Lowo dibekuk di rumahnya di Dusun Sambigede, Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan, tak lama berselang.

- Advertisement -

Dari situ, petugas berhasil mengamankan 11 paket sabu siap edar. ’’11 paket sabu dengan berat total 3,34 gram itu disimpan di dalam kamar pelaku,’’ katanya.

Di hadapan petugas, Lowo mengaku mendapatkan sejumlah barang haram tersebut dari Bon Jovi (bukan nama asli) yang kini menjadi buronan petugas. Dalam praktiknya, Lowo mengantongi sabu-sabu dengan cara diranjau di sejumlah titik yang sudah ditentukan Bon Jovi. ’’Ngaku-nya dia mengenal DPO ini dari temannya atas nama Heri yang saat ini statusnya juga DPO. Yang bersangkutan ini mentransfer sejumlah uang ke Bon Jovi setelah mendapat sabu-sabu tersebut,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Polisi Dalami Keterlibatan Pelaku Lain

Dari tangan ketiga jaringan pengedar sabu-sabu ini, total petugas berhasil menggagalkan peredaran 12 paket sabu-sabu seberat 3,36 gram. Barang haram itu kini diamankan di mapolres berikut sejumlah barang bukti lainnya untuk kepentingan pengembangan. Di antaranya, tiga ponsel pintar milik pelaku dan uang Rp 300 ribu hasil penjualan sabu-sabu. ’’Kami masih lakukan pengembangan dan tidak berhenti sampai di sini. Terlebih kami sudah mendapat nama-nama pelaku lain yang statusnya DPO ini,’’ tandas mantan Kapolsek Prigen itu. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/