alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Sunday, May 22, 2022

Setahun Edarkan Ekstasi

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bripka RA, anggota Polsek Jetis yang digerebek saat pesta narkoba diduga menjadi pemadat sejak setahun terakhir. Dia juga disebut-sebut terlibat dalam bisnis peredaran ekstasi. Satu pil inex itu harganya Rp 475 ribu per butir.

Pria tersebut juga pernah diminta untuk tes urine. Namun, hasilnya negatif. Hingga akhirnya, pekan lalu, RA digerebek bersama tiga rekannya saat asyik pesta narkoba di sebuah vila di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Petugas Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota menemukan sejumlah barang bukti inex dan sabu-sabu.

Sumber terpercaya di internal kepolisian menyebutkan, RA setidaknya sudah akrab dengan narkoba selama setahun terakhir. Dia hanya mengonsumsi jenis inex. Obat itu didapatkan dari Surabaya. Selain dikonsumsi bersama kenalan-kenalannya, obat itu juga diperjualbelikan. RA diduga memanfaatkan statusnya sebagai anggota Polri untuk mengawal bisnis tersebut. ’’Dia tidak main sabu. Tapi pil itu. Harganya satu butir Rp 475 ribu,’’ terang sumber. Kini, RA bersama tiga pelaku lain ditahan di mapolresta.

Baca Juga :  Anggota Polsek Pesta Narkoba di Vila

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko memastikan proses hukum terhadap anggota polisi aktif tersebut terus berlanjut. Sanksi pelanggaran kode etik juga telah mengunggu RA. ’’Proses kode etik dan proses pidana tetap dilakukan,’’ terang dia kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Saat ini, proses hukum terhadap tersangka masih dilakukan Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota. Gatot menegaskan, status RA belum dicopot dari anggota kepolisian. Sanski pelanggaran kode etik itu dilakukan setelah status pidana tersangka berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Jika terbukti bersalah dalam sidang kode etik, RA terancam dicopot dan diberhentikan secara tidak hormat. ’’Setelah proses pidana inkracht dilakukan putusan sidang kode etik. Sanksinya bisa sampai PDTH (pemberhentian dengan tidak hormat),’’ tegasnya.

Baca Juga :  Peredaran Sabu-Sabu di Mojokerto Bikin Miris

Sebelumnya, Bripka RA digerebek Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota saat pesta narkoba di vila di Kecamatan Pacet, Minggu (10/10). RA diamankan bersama dua perempuan, masing-masing PM dan PA yang merupakan pemandu lagu serta seorang laki-laki YS. Dari tangan pelaku, petugas menyita 15 butir ekstasi atau inex seberat 4,90 gram, satu klip sabu-sabu seberat 1,26 gram, satu pipet kaca berisi sabu seberat 1,26 gram. (adi/abi)

 

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bripka RA, anggota Polsek Jetis yang digerebek saat pesta narkoba diduga menjadi pemadat sejak setahun terakhir. Dia juga disebut-sebut terlibat dalam bisnis peredaran ekstasi. Satu pil inex itu harganya Rp 475 ribu per butir.

Pria tersebut juga pernah diminta untuk tes urine. Namun, hasilnya negatif. Hingga akhirnya, pekan lalu, RA digerebek bersama tiga rekannya saat asyik pesta narkoba di sebuah vila di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Petugas Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota menemukan sejumlah barang bukti inex dan sabu-sabu.

Sumber terpercaya di internal kepolisian menyebutkan, RA setidaknya sudah akrab dengan narkoba selama setahun terakhir. Dia hanya mengonsumsi jenis inex. Obat itu didapatkan dari Surabaya. Selain dikonsumsi bersama kenalan-kenalannya, obat itu juga diperjualbelikan. RA diduga memanfaatkan statusnya sebagai anggota Polri untuk mengawal bisnis tersebut. ’’Dia tidak main sabu. Tapi pil itu. Harganya satu butir Rp 475 ribu,’’ terang sumber. Kini, RA bersama tiga pelaku lain ditahan di mapolresta.

Baca Juga :  Aksi Bobol Rumah Teror Warga Sooko

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko memastikan proses hukum terhadap anggota polisi aktif tersebut terus berlanjut. Sanksi pelanggaran kode etik juga telah mengunggu RA. ’’Proses kode etik dan proses pidana tetap dilakukan,’’ terang dia kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Saat ini, proses hukum terhadap tersangka masih dilakukan Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota. Gatot menegaskan, status RA belum dicopot dari anggota kepolisian. Sanski pelanggaran kode etik itu dilakukan setelah status pidana tersangka berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Jika terbukti bersalah dalam sidang kode etik, RA terancam dicopot dan diberhentikan secara tidak hormat. ’’Setelah proses pidana inkracht dilakukan putusan sidang kode etik. Sanksinya bisa sampai PDTH (pemberhentian dengan tidak hormat),’’ tegasnya.

Baca Juga :  Anggota Polsek Pesta Narkoba di Vila

Sebelumnya, Bripka RA digerebek Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota saat pesta narkoba di vila di Kecamatan Pacet, Minggu (10/10). RA diamankan bersama dua perempuan, masing-masing PM dan PA yang merupakan pemandu lagu serta seorang laki-laki YS. Dari tangan pelaku, petugas menyita 15 butir ekstasi atau inex seberat 4,90 gram, satu klip sabu-sabu seberat 1,26 gram, satu pipet kaca berisi sabu seberat 1,26 gram. (adi/abi)

- Advertisement -

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/