alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Berangkat Beli Takjil, Malah Nyemplung Kali

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mobil berisi satu keluarga tercebur ke Sungai Gembolo, Dusun Panjer, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging Senin (19/4) petang. Diduga, pengemudi belum mahir menggunakan mobil manual.

Peristiwa ini bermula saat Sri Mulyono Utomo, 33, bersama istri dan kedua anaknya hendak berangkat membeli takjil pukul 16.30. Sekeluarga masuk ke mobil sedan Toyota Vios Limo warna abu-abu metalik bernopol L 1352 DI.

Saat keluar dari garasi yang menghadap tepat ke Sungai Gembolo, tiba-tiba mobil ini nylonong hingga nyemplung ke sungai. Bahkan, mobil ini terbalik. Ketika mendarat di dasar sungai, bagian kaki-kaki kendaraan tampak berada di atas. Ketinggian jalan dan sungai diperkirakan sekitar 8 meter.

’’Mau keluar beli makan buat buka puasa. Sepertinya karena ndak biasa pakai mobil manual. Biasanya kan pakai Honda Jazz yang matic. Ini lagi ditukar sementara sama saudara,” ujar Yuli, sepupu korban. Diduga, saat hendak menginjak pedal rem korban malah menginjak pedal gas.

Baca Juga :  Dump Truck Sambar Minimarket

Akibatnya, Utomo harus mendapatkan perawatan medis. Kepala bagian belakangnya mengalami luka. Sedangkan istri dan baninya berhasil selamat. Beruntung, saat kejadian, debit air sungai gembolo sedang rendah. ”Anaknya yang 10 tahun sudah keluar, jadi yang di dalam itu tinggal mbak dan suaminya sama anaknya yang bayi. Coba kalau bayinya ndak diangkat gitu sudah ndak tahu lagi,” bebernya.

Proses evakuasi bangkai mobil yang tercebur di Sungai Gembolo itu pun dilakukan secara gotong royong oleh warga. Mereka dibantu satu unit buldozer milik salah satu pabrik sekitar.

Mobil yang diikat dengan rantai besi yang ditarik warga serta alat berat itu pun berhasil keluar pukul 20.00 Senin (19/4). ”Kami evakuasi penumpangnya secara manual, jadi tadi nyelametin nyawa dulu. Urusan materi atau barang nanti saja,” sebut Agus Tiyo tetangga korban.

Baca Juga :  11 Bulan, 153 Pengendara Tewas

Sementara itu, Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Randy Asdar membenarkan insiden laka tunggal tersebut. Diduga, korban tak menguasai mobil bertransmisi manual. Kerugian material ditaksir hingga Rp 20 juta. ”Setelah kami mintai keterangan pengemudi ini tidak terbiasa pakai (mobil) transmisi manual. Karena sudah terbiasa pakai transmisi matic. Dan saat ini mobil sudah kami amankan untuk diproses,” ungkapnya. (vad)

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mobil berisi satu keluarga tercebur ke Sungai Gembolo, Dusun Panjer, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging Senin (19/4) petang. Diduga, pengemudi belum mahir menggunakan mobil manual.

Peristiwa ini bermula saat Sri Mulyono Utomo, 33, bersama istri dan kedua anaknya hendak berangkat membeli takjil pukul 16.30. Sekeluarga masuk ke mobil sedan Toyota Vios Limo warna abu-abu metalik bernopol L 1352 DI.

Saat keluar dari garasi yang menghadap tepat ke Sungai Gembolo, tiba-tiba mobil ini nylonong hingga nyemplung ke sungai. Bahkan, mobil ini terbalik. Ketika mendarat di dasar sungai, bagian kaki-kaki kendaraan tampak berada di atas. Ketinggian jalan dan sungai diperkirakan sekitar 8 meter.

’’Mau keluar beli makan buat buka puasa. Sepertinya karena ndak biasa pakai mobil manual. Biasanya kan pakai Honda Jazz yang matic. Ini lagi ditukar sementara sama saudara,” ujar Yuli, sepupu korban. Diduga, saat hendak menginjak pedal rem korban malah menginjak pedal gas.

Baca Juga :  Pernah Ditawar Rp 1 M, Rumah Tersangka Korupsi Disita Kejari

Akibatnya, Utomo harus mendapatkan perawatan medis. Kepala bagian belakangnya mengalami luka. Sedangkan istri dan baninya berhasil selamat. Beruntung, saat kejadian, debit air sungai gembolo sedang rendah. ”Anaknya yang 10 tahun sudah keluar, jadi yang di dalam itu tinggal mbak dan suaminya sama anaknya yang bayi. Coba kalau bayinya ndak diangkat gitu sudah ndak tahu lagi,” bebernya.

Proses evakuasi bangkai mobil yang tercebur di Sungai Gembolo itu pun dilakukan secara gotong royong oleh warga. Mereka dibantu satu unit buldozer milik salah satu pabrik sekitar.

- Advertisement -

Mobil yang diikat dengan rantai besi yang ditarik warga serta alat berat itu pun berhasil keluar pukul 20.00 Senin (19/4). ”Kami evakuasi penumpangnya secara manual, jadi tadi nyelametin nyawa dulu. Urusan materi atau barang nanti saja,” sebut Agus Tiyo tetangga korban.

Baca Juga :  Polres Gilas Seribu Botol Miras

Sementara itu, Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Randy Asdar membenarkan insiden laka tunggal tersebut. Diduga, korban tak menguasai mobil bertransmisi manual. Kerugian material ditaksir hingga Rp 20 juta. ”Setelah kami mintai keterangan pengemudi ini tidak terbiasa pakai (mobil) transmisi manual. Karena sudah terbiasa pakai transmisi matic. Dan saat ini mobil sudah kami amankan untuk diproses,” ungkapnya. (vad)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/