alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Curi Sapi, Dibawa ke Hutan Lalu Dipotong-potong

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pencurian hewan (curanwan) di Kabupaten Mojokerto kambuh. Kemarin, pencurian sapi dengan modus disembelih di tengah hutan terjadi di Dusun/Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Sapi jenis sumental milik Tulus, 45, tersisa hanya bagian kepala dan tubuhnya. Empat kaki sudah terpotong. Kejadian itu kali pertama diketahui pemiliknya sekitar pukul 04.00. Tulus yang ke kandang hendak memberi minum sapinya tak melihat ternaknya. ’’Di dalam kandang hanya tinggal tali tampar bagian kanannya saja,’’ ungkap kakak Tulus, Riamin, kemarin.

Mengetahui sapinya tak ada, Tulus langsung menyampaikan ke warga sekitar. Setengah jam berselang, upaya pencarian menemukan hasil. Sapi milik Tulus ditemukan berjarak satu kilometer dari rumah. Di area hutan kayu putih. 50 meter dari jalan raya. Hal itu setelah dilacak mengikuti jejak kaki. Kebetulan desa tersebut setelah diguyur hujan. Sehingga, terlihat bekas kaki.

Baca Juga :  Reklame Bodong Bahayakan Pengendara

Namun, kondisi sapi tidak utuh. Sudah terpotong-potong. ’’Kondisinya ya sudah terpotong-potong. Hanya menyisahkan kepala dan bagian badan,’’ terangnya.

Empat bagian kakinya sudah terpotong dan dibawa kabur maling. ’’Sapinya sudah disembelih pelaku di hutan kayu putih. Hanya diambil bagian yang banyak dagingnya,’’ terangnya.

Kejadian tersebut membuat geger warga sekitar. Silih berganti masyarakat yang penasaran mendatangi lokasi. Warga lain Suprapto, 90, mengatakan, pencurian hewan ternak di desanya memang sering terjadi. Bahkan, pencurian ini juga sempat menimpanya. ’’Dulu malah sapi saya. Semalam empat sapi amblas. Terus adik saya juga tiga. Punya kakak, dua. Tapi itu sudah lama, empat tahun lalu. Setelah lama tak pernah kejadian, sekarang kambuh lagi,’’ katanya.

Baca Juga :  Tujuh PMK Kesulitan Padamkan Sumber Api di PT Cort Indonesia

Modusnya tergolong berbeda dengan kejadian kemarin. Jika dulu, pelaku sapi hasil curiannya dimasukkan mobil boks. Tak menyisahkan barang bukti. Saat ini pelaku memilih menyembelih di tengah hutan. Mereka hanya mengambil bagian yang banyak dagingnya. ’’Tapi, kelihatannya ini sudah kesiangan. Makanya, tubuhnya masih utuh. Hanya empat kakinya saja yang dipotong dan diambil,’’ ujarnya.

Kapolsek Jetis Kompol Subiyanto, membenarkan pencurian tersebut. Atas laporan warga, petugas sudah melakukan olah TKP di lapangan. Yakni, dengan meminta keterangan saksi dan korban. Termasuk mengumpulkan barang bukti. ’’Saat ini masih dalam penyelidikan. Yang jelas, dengan kejadian ini, untuk antisipasi yang punya ternak atau sapi sering-sering dikontrol,’’ pungkasnya.

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pencurian hewan (curanwan) di Kabupaten Mojokerto kambuh. Kemarin, pencurian sapi dengan modus disembelih di tengah hutan terjadi di Dusun/Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Sapi jenis sumental milik Tulus, 45, tersisa hanya bagian kepala dan tubuhnya. Empat kaki sudah terpotong. Kejadian itu kali pertama diketahui pemiliknya sekitar pukul 04.00. Tulus yang ke kandang hendak memberi minum sapinya tak melihat ternaknya. ’’Di dalam kandang hanya tinggal tali tampar bagian kanannya saja,’’ ungkap kakak Tulus, Riamin, kemarin.

Mengetahui sapinya tak ada, Tulus langsung menyampaikan ke warga sekitar. Setengah jam berselang, upaya pencarian menemukan hasil. Sapi milik Tulus ditemukan berjarak satu kilometer dari rumah. Di area hutan kayu putih. 50 meter dari jalan raya. Hal itu setelah dilacak mengikuti jejak kaki. Kebetulan desa tersebut setelah diguyur hujan. Sehingga, terlihat bekas kaki.

Baca Juga :  Lahan Benpas Segera Dieksekusi

Namun, kondisi sapi tidak utuh. Sudah terpotong-potong. ’’Kondisinya ya sudah terpotong-potong. Hanya menyisahkan kepala dan bagian badan,’’ terangnya.

Empat bagian kakinya sudah terpotong dan dibawa kabur maling. ’’Sapinya sudah disembelih pelaku di hutan kayu putih. Hanya diambil bagian yang banyak dagingnya,’’ terangnya.

Kejadian tersebut membuat geger warga sekitar. Silih berganti masyarakat yang penasaran mendatangi lokasi. Warga lain Suprapto, 90, mengatakan, pencurian hewan ternak di desanya memang sering terjadi. Bahkan, pencurian ini juga sempat menimpanya. ’’Dulu malah sapi saya. Semalam empat sapi amblas. Terus adik saya juga tiga. Punya kakak, dua. Tapi itu sudah lama, empat tahun lalu. Setelah lama tak pernah kejadian, sekarang kambuh lagi,’’ katanya.

Baca Juga :  Bocah SD Dibunuh, Polisi Temukan Sejumlah Luka
- Advertisement -

Modusnya tergolong berbeda dengan kejadian kemarin. Jika dulu, pelaku sapi hasil curiannya dimasukkan mobil boks. Tak menyisahkan barang bukti. Saat ini pelaku memilih menyembelih di tengah hutan. Mereka hanya mengambil bagian yang banyak dagingnya. ’’Tapi, kelihatannya ini sudah kesiangan. Makanya, tubuhnya masih utuh. Hanya empat kakinya saja yang dipotong dan diambil,’’ ujarnya.

Kapolsek Jetis Kompol Subiyanto, membenarkan pencurian tersebut. Atas laporan warga, petugas sudah melakukan olah TKP di lapangan. Yakni, dengan meminta keterangan saksi dan korban. Termasuk mengumpulkan barang bukti. ’’Saat ini masih dalam penyelidikan. Yang jelas, dengan kejadian ini, untuk antisipasi yang punya ternak atau sapi sering-sering dikontrol,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/