Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Sebut Korban AM Empat Santriwati

Kuasa Hukum Korban Dugaan Asusila

20 Oktober 2021, 05: 55: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Sebut Korban AM Empat Santriwati

DILIBURKAN: Sejak beberapa hari terakhir, belum tampak adanya aktivitas KBM di ponpes besutan terlapor di Kecamatan Kutorejo. (Martda Vadetya/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dugaan kasus asusila yang dilakukan AM, seorang pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Kutorejo, terus bergulir. Disinyalir, tidak hanya satu santriwati yang menjadi korban. Melainkan ada empat orang.

Demikian itu disebutkan Dhoufi, kuasa hukum salah satu korban. Menurutnya, korban yang didampingi bukan satu-satunya santriwati yang menerima perilaku tak senonoh tersebut. Namun, sejauh ini didapati tiga santriwati lain yang senasib. ’’Selain kami mewakili Bunga (samaran), 14, total korban (yang didapati) sejauh ini kisaran empat orang,’’ ujarnya.

Para santriwati itu diduga telah dilecehkan berkali-kali oleh AM. Seperti yang dialami Bunga. Dia mendapatkan aksi tak senonoh itu di lingkungan pondoknya sejak sekitar tiga tahun lalu. Aksi tersebut dilancarkan ketika kondisi pondok tengah sepi. Namun, beberapa waktu lalu korban telah jengah dengan aksi tersebut. Hingga korban menolak ajakan AM dan memutuskan melaporkan aksi bejat ustadnya itu pada orang tuanya. ’’Untuk Bunga, diawali dengan pencabulan sebanyak tiga kali. Dan diakhiri dengan persetubuhan. Jadi Bunga disetubuhi sebanyak satu kali,’’ ungkapnya.

Baca juga: Bangunan Bodong Disegel Pol PP

Dijelaskannya, usai orang tua Bunga melaporkan tindak asusila yang dilakukan oleh AM pada Jumat (15/10) lalu, Bunga lantas melakoni visum. Tak lain guna memastikan dilancarkannya tindak asusila tersebut pada korban. Hasilnya, menguatkan dugaan adanya aksi bejat yang dilancarkan AM. ’’Hasilnya menunjukkan ada kejadian seperti itu (persetubuhan dan pencabulan) dan hasilnya itu sudah diserahkan ke penyidik,’’ sebutnya.

Menurutnya, saat ini kondisi psikis korban tengah terguncang atas aksi bejat tersebut. Bunga masih belum bisa berinteraksi dengan baik layaknya dulu. Tak pelak, sementara ini korban menjalani pemulihan dengan keluarganya. ’’Kalau terkait kehamilan, kami masih menunggu hasil (pemeriksaan kesehatan) dari polres nanti,’’ tandas Dhoufi.

Sebelumnya, unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto telah memeriksa sejumlah saksi dan pelaku pada Senin (18/10). Kasus tindak asusila tersebut kini tengah dalam tahap penyidikan polisi. Akibat kasus yang menimpa AM, ponpes dengan ratusan santri di Kecamatan Kutorejo itu harus diliburkan. Berdasarkan keterangan warga setempat, usai AM dilaporkan, sejumlah spanduk pondok yang dipasang di jalan hingga pondok dibredel keluarga terlapor. (vad/abi)

(mj/VAD/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia