alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Ngumbah Samurai di Malam 1 Sura, Wisatawan Gresik Diciduk

MOJOKERTO – Maksud hati untuk ngumbah (mencuci) pedang samurai di Malam 1 Sura di Pertirtaan Julotundo Trawas, justru membuat Ghofur berurusan dengan polisi. Warga asal Dusun/Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo, Gresik ini ditangkap anggota Polsek Trawas setelah kedapatan membawa senjata tajam (sajam).

’’Pelaku ditangkap karena membawa pedang samurai sepanjang 90 cm tanpa dilengkapi izin,’’ kata Kasubbaghumas Polres Mojokerto, AKP Sutarto. Rabu (20/9), Ghofur diciduk petugas sekitar pukul 12.00. Saat itu, anggota Reskrim Polsek Trawas sedang melakukan patroli cipta kondisi (cipkon) di beberapa tempat wisata. Nah, di area wisata Petirtaan Jolotundo, Dusun Briti, Desa Seloliman, mereka mencurigai gerak-gerik Ghofur. ’’Ternyata, saat di periksa pelaku membawa pedang samurai,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Launching Resto di Pariwisata Tangguh Bersahabat

Untuk menghidari hal-hal yang tidak dinginkan, petugas mengamankan Ghofur ke Mapolsek Trawas. ’’Untuk apa dan dibuat apa pedang jenis samurai itu, sekarang dalam penyelidikan,’’ tegas Sutarto. Kepada petugas, Ghofur memang tidak bisa menunjukkan izin kepemilikan pedang samurai resmi. Dari situ, dia dijerat polisi dengan pasal 2 UU Darurat Tahun 1951, ancaman hukuman selama 5 tahun penjara. 

 

 

MOJOKERTO – Maksud hati untuk ngumbah (mencuci) pedang samurai di Malam 1 Sura di Pertirtaan Julotundo Trawas, justru membuat Ghofur berurusan dengan polisi. Warga asal Dusun/Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo, Gresik ini ditangkap anggota Polsek Trawas setelah kedapatan membawa senjata tajam (sajam).

’’Pelaku ditangkap karena membawa pedang samurai sepanjang 90 cm tanpa dilengkapi izin,’’ kata Kasubbaghumas Polres Mojokerto, AKP Sutarto. Rabu (20/9), Ghofur diciduk petugas sekitar pukul 12.00. Saat itu, anggota Reskrim Polsek Trawas sedang melakukan patroli cipta kondisi (cipkon) di beberapa tempat wisata. Nah, di area wisata Petirtaan Jolotundo, Dusun Briti, Desa Seloliman, mereka mencurigai gerak-gerik Ghofur. ’’Ternyata, saat di periksa pelaku membawa pedang samurai,’’ jelasnya.

Baca Juga :  MUI: Asal Tidak Ingkar dan Syirik

Untuk menghidari hal-hal yang tidak dinginkan, petugas mengamankan Ghofur ke Mapolsek Trawas. ’’Untuk apa dan dibuat apa pedang jenis samurai itu, sekarang dalam penyelidikan,’’ tegas Sutarto. Kepada petugas, Ghofur memang tidak bisa menunjukkan izin kepemilikan pedang samurai resmi. Dari situ, dia dijerat polisi dengan pasal 2 UU Darurat Tahun 1951, ancaman hukuman selama 5 tahun penjara. 

 

- Advertisement -

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/