alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Dua Rumah Jadi Arang Akibat Bediang, Tiga Kambing di Kandang Matang

MOJOKERTO – Kebakaran terjadi di Dusun/Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jumat siang (19/7). Besarnya kobaran api membuat dua bangunan rumah sekaligus isinya ludes terbakar.

Tak hanya itu, tiga ekor kambing piaraan milik korban juga turut terpanggang. Kapolsek Dawarblandong, AKP Supriyadi mengungkapkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00. Saat itu, kebetulan dia sedang melaksanakan Salat Jumat di masjid Desa Temuireng, tak jauh dari lokasi kebakaran.

’’Saya melihat asap mengepul, tapi saya kira orang bakar daduk (dedaunan tebu yang mengering),’’ ungkapnya. Namun, anggapan itu keliru. Dia yang mendapat laporan dari warga bergegas menuju lokasi kebakaran. Diketahui, rumah milik dua bersaudara, Kaswati, 65, dan Sali Taslim, 75, tengah dilalap api.

Menggunakan peralatan seadanya, petugas bersama warga membantu memadamkan api. Hanya, upaya tersebut tak berhasil. Bahan baku rumah dan perabotan rumah tangga yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar. Embusan angin yang datang turut mendorong api dengan cepat merembet.

Baca Juga :  Warga Suarakan Penolakan Pendirian Pabrik Pengolah Limbah B3

’’Dugaan awal, api berasal dari tungku atau bediang di kandang kambing milik Sali,’’ terangnya. Sebab, saat ditinggal mencari ramban (dedaunan) untuk kambing piaraannya, Sali sempat menyalakan tungku di dalam kandang. Tungku itu sedianya berfungsi untuk mengusir nyamuk.

Nahas, karena dalam kandang diduga banyak barang yang mudah terbakar, membuat api semakin mudah membesar. Seketika api menjalar ke ruang dapur dan membakar seluruh bangunan. Tak hanya rumah Sali. Api juga merembet ke rumah adiknya, Kaswati. Besarnya api membuat kedua rumah berbahan kayu itu ludes berikut isinya.

Kobaran api turut membuat rumah keduanya ambruk dan rata dengan tanah. Tak ada yang tersisa dari masing-masing rumah berukuran 8 x 15 meter tersebut. Bahkan, selain rumah dan perabotannya, tiga ekor kambing piaraan di kandang milik Sali ikut  terbakar. ’’Kerugiannya ditafsir mencapai Rp 100 juta,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Terpidana Korupsi Menangis

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Sebab, korban, kakak beradik tersebut sama-sama sedang berada di luar rumah. Sali sedang mencari rumput untuk kambing piaraannya. Selama ini, Sali dan Suwati memang tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Tak ada anak atau saudara yang tinggal bersama mereka. Sehari-hari aktivitas kakak beradik ini hanya ke ladang dan menggembala kambing. Kini, keduanya hanya bisa pasrah. Mereka tak tahu akan tinggal di mana untuk sementara waktu.

Kapolsek menyebutkan, proses pemadaman membutuhkan waktu lebih dari dua jam. ’’Secara manual, saya dan warga juga berusaha mencegah api tak sampai merembet ke rumah-rumah di sebelahnya,’’ paparnya. Dua mobil PMK diterjunkan ke lokasi. Baru sekitar pukul 14.15, api berhasil dijinakkan.

MOJOKERTO – Kebakaran terjadi di Dusun/Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jumat siang (19/7). Besarnya kobaran api membuat dua bangunan rumah sekaligus isinya ludes terbakar.

Tak hanya itu, tiga ekor kambing piaraan milik korban juga turut terpanggang. Kapolsek Dawarblandong, AKP Supriyadi mengungkapkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00. Saat itu, kebetulan dia sedang melaksanakan Salat Jumat di masjid Desa Temuireng, tak jauh dari lokasi kebakaran.

’’Saya melihat asap mengepul, tapi saya kira orang bakar daduk (dedaunan tebu yang mengering),’’ ungkapnya. Namun, anggapan itu keliru. Dia yang mendapat laporan dari warga bergegas menuju lokasi kebakaran. Diketahui, rumah milik dua bersaudara, Kaswati, 65, dan Sali Taslim, 75, tengah dilalap api.

Menggunakan peralatan seadanya, petugas bersama warga membantu memadamkan api. Hanya, upaya tersebut tak berhasil. Bahan baku rumah dan perabotan rumah tangga yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar. Embusan angin yang datang turut mendorong api dengan cepat merembet.

Baca Juga :  Terpaksa Mandi di Kubangan, Tak Setetes pun Air Keluar saat Ngebor

’’Dugaan awal, api berasal dari tungku atau bediang di kandang kambing milik Sali,’’ terangnya. Sebab, saat ditinggal mencari ramban (dedaunan) untuk kambing piaraannya, Sali sempat menyalakan tungku di dalam kandang. Tungku itu sedianya berfungsi untuk mengusir nyamuk.

Nahas, karena dalam kandang diduga banyak barang yang mudah terbakar, membuat api semakin mudah membesar. Seketika api menjalar ke ruang dapur dan membakar seluruh bangunan. Tak hanya rumah Sali. Api juga merembet ke rumah adiknya, Kaswati. Besarnya api membuat kedua rumah berbahan kayu itu ludes berikut isinya.

- Advertisement -

Kobaran api turut membuat rumah keduanya ambruk dan rata dengan tanah. Tak ada yang tersisa dari masing-masing rumah berukuran 8 x 15 meter tersebut. Bahkan, selain rumah dan perabotannya, tiga ekor kambing piaraan di kandang milik Sali ikut  terbakar. ’’Kerugiannya ditafsir mencapai Rp 100 juta,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Tak Ada Hujan, Kali Lamong Meluap, Rendam Permukiman dan Persawahan

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Sebab, korban, kakak beradik tersebut sama-sama sedang berada di luar rumah. Sali sedang mencari rumput untuk kambing piaraannya. Selama ini, Sali dan Suwati memang tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Tak ada anak atau saudara yang tinggal bersama mereka. Sehari-hari aktivitas kakak beradik ini hanya ke ladang dan menggembala kambing. Kini, keduanya hanya bisa pasrah. Mereka tak tahu akan tinggal di mana untuk sementara waktu.

Kapolsek menyebutkan, proses pemadaman membutuhkan waktu lebih dari dua jam. ’’Secara manual, saya dan warga juga berusaha mencegah api tak sampai merembet ke rumah-rumah di sebelahnya,’’ paparnya. Dua mobil PMK diterjunkan ke lokasi. Baru sekitar pukul 14.15, api berhasil dijinakkan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/