alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Sopir Utama Bus Masih Saksi, Polisi Anggap Tidak Terlibat Kecelakaan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ade Firmansyah, 29, kernet yang mengemudikan bus maut telah ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan maut bus pariwisata di KM 712 Tol Sumo. Sementara itu, Ahmad Ari Ariyanto, 31, sopir utama sejauh ini masih diperiksa sebagai saksi.

Sejumlah pertimbangan menjadi penguat Ari tidak terlibat dalam kecelakaan yang menewaskan 15 penumpang itu. Dalam kejadian, Ari tengah tidur di bagasi belakang. Demikian juga dengan pergantian sopir yang berlangsung tanpa sepengetahuannya.

“Si kernet yang berinisiatif sendiri. Sejauh ini sopir utama masih kita periksa sebagai saksi,” Kata Kasatlantas Polres Mojokerto Kota AKP Heru Sudjio Budi Santoso Jumat (20/5) sore.

Menurut Heru, dari olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, Ari dinyatakan tidak terlibat dalam insiden kecelakaan. Sehingga belum ada kemungkinan dia menjadi tersangka.

Sementara itu, Hasil pemeriksaan, lanjut Heru, Ade mengaku sudah menjadi pemadat selama tiga bulan terakhir. Dia mengonsumsi sabu di rumahnya yakni di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Kernet Bus Tikam Preman Terminal dengan Pisau, Diduga Bermotif Dendam

Hal ini diperkuat dengan hasil uji darah Laboratorium Forensik Polda Jatim yang menunjukkan Ade positif mengandung metamfetamin. “Terakhir dia mengonsumsi sabu tanggal 9 (Mei) atau lima hari sebelum berangkat,” ucapnya, . Ade menjadi kernet rombongan bus wisata PO Ardiansyah asal Benowo, Kota Surabaya, pada Sabtu (14/5).

Ade telah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini dia diamankan di Mapolres Mojokerto Kota. Dia masih menjalani perawatan. Setelah dinyatakan 100 perseb pulih, dia langsung ditahan. Heru menegaskan, pihaknya menjerat Ade dengan pasal 311 ayat 5 subsider 310 ayat 4 UULLAJ. Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun dan 12 tahun penjara.

“Sejauh ini kita pakai pasal itu. Untuk pasal narkobanya itu nanti biar menjadi pertimbangan di pengadilan, tegas Heru. Di lain sisi, Ade mengaku pasrah dengan penetapan tersangka atas dirinya. “Saya sudah tahu kalau ditetapkan tersangka,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Mojokerto.

Baca Juga :  Empat Kali Konsumsi Sabu, Kernet Pengemudi Bus Maut Pasrah

Seperti diberitakan, kronologi kecelakaan maut tersebut bermula saat bus pariwisata PO Ardiansyah nopol S 7322 UW yang dikemudikan seorang sopir cadangan Adi Firmansyah, 29, warga Sememi, Benowo, itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jombang menuju Surabaya. Bus ditumpangi 33 penumpang yang merupakan rombongan wisata asal Benowo, Surabaya.

Setiba di lokasi, Senin (16/5) sekitar pukul 06.15, bus mendadak oleng ke kiri. Laju bus Mitsubishi Canter keluaran 2007 itu tak terkendali hingga akhirnya keluar jalur menghantam beton tiang rambu multi pesan VMS (variable message sign) di tepi jalan sisi kiri.

Kerasnya benturan membuat bodi depan bus bagian kiri ringsek parah. Sedangkan, tiang beton itu nyaris ambruk. Setelah tabrakan, bus terguling ke arah kanan. Jarum speedometer yang tergeletak di lokasi menunjukkan angka 100 km/jam. Hingga kemarin petang, kecalakaan itu mengakibatkan 15 orang tewas dan 19 luka-luka. (adi/fen)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ade Firmansyah, 29, kernet yang mengemudikan bus maut telah ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan maut bus pariwisata di KM 712 Tol Sumo. Sementara itu, Ahmad Ari Ariyanto, 31, sopir utama sejauh ini masih diperiksa sebagai saksi.

Sejumlah pertimbangan menjadi penguat Ari tidak terlibat dalam kecelakaan yang menewaskan 15 penumpang itu. Dalam kejadian, Ari tengah tidur di bagasi belakang. Demikian juga dengan pergantian sopir yang berlangsung tanpa sepengetahuannya.

“Si kernet yang berinisiatif sendiri. Sejauh ini sopir utama masih kita periksa sebagai saksi,” Kata Kasatlantas Polres Mojokerto Kota AKP Heru Sudjio Budi Santoso Jumat (20/5) sore.

Menurut Heru, dari olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, Ari dinyatakan tidak terlibat dalam insiden kecelakaan. Sehingga belum ada kemungkinan dia menjadi tersangka.

Sementara itu, Hasil pemeriksaan, lanjut Heru, Ade mengaku sudah menjadi pemadat selama tiga bulan terakhir. Dia mengonsumsi sabu di rumahnya yakni di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Si Cantik Ini Kaget saat Kamar Kosnya Dirazia BNNK

Hal ini diperkuat dengan hasil uji darah Laboratorium Forensik Polda Jatim yang menunjukkan Ade positif mengandung metamfetamin. “Terakhir dia mengonsumsi sabu tanggal 9 (Mei) atau lima hari sebelum berangkat,” ucapnya, . Ade menjadi kernet rombongan bus wisata PO Ardiansyah asal Benowo, Kota Surabaya, pada Sabtu (14/5).

- Advertisement -

Ade telah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini dia diamankan di Mapolres Mojokerto Kota. Dia masih menjalani perawatan. Setelah dinyatakan 100 perseb pulih, dia langsung ditahan. Heru menegaskan, pihaknya menjerat Ade dengan pasal 311 ayat 5 subsider 310 ayat 4 UULLAJ. Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun dan 12 tahun penjara.

“Sejauh ini kita pakai pasal itu. Untuk pasal narkobanya itu nanti biar menjadi pertimbangan di pengadilan, tegas Heru. Di lain sisi, Ade mengaku pasrah dengan penetapan tersangka atas dirinya. “Saya sudah tahu kalau ditetapkan tersangka,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Mojokerto.

Baca Juga :  Empat Kali Konsumsi Sabu, Kernet Pengemudi Bus Maut Pasrah

Seperti diberitakan, kronologi kecelakaan maut tersebut bermula saat bus pariwisata PO Ardiansyah nopol S 7322 UW yang dikemudikan seorang sopir cadangan Adi Firmansyah, 29, warga Sememi, Benowo, itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jombang menuju Surabaya. Bus ditumpangi 33 penumpang yang merupakan rombongan wisata asal Benowo, Surabaya.

Setiba di lokasi, Senin (16/5) sekitar pukul 06.15, bus mendadak oleng ke kiri. Laju bus Mitsubishi Canter keluaran 2007 itu tak terkendali hingga akhirnya keluar jalur menghantam beton tiang rambu multi pesan VMS (variable message sign) di tepi jalan sisi kiri.

Kerasnya benturan membuat bodi depan bus bagian kiri ringsek parah. Sedangkan, tiang beton itu nyaris ambruk. Setelah tabrakan, bus terguling ke arah kanan. Jarum speedometer yang tergeletak di lokasi menunjukkan angka 100 km/jam. Hingga kemarin petang, kecalakaan itu mengakibatkan 15 orang tewas dan 19 luka-luka. (adi/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/