alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Empat Kali Konsumsi Sabu, Kernet Pengemudi Bus Maut Pasrah

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ade Firmansyah, 29, kernet yang mengemudikan bus maut sudah empat kali mengonsumsi sabu-sabu. Terakhir kali dia mengonsumsi sabu pada 9 Mei atau seminggu sebelum kecelakaan.

Demikian disampaikan Kasatlantas Polres Mojokerto Kota AKP Heru Sudjio Budi Santoso. Hasil pemeriksaan, menurut Heru, Ade mengaku sudah menjadi pemadat selama tiga bulan terakhir. Dia mengonsumsi sabu di rumahnya yakni di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya.

Hal ini diperkuat dengan hasil uji darah Laboratorium Forensik Polda Jatim yang menunjukkan Ade positif mengandung metamfetamin. “Terakhir dia mengonsumsi sabu tanggal 9 (Mei) atau lima hari sebelum berangkat,” ucapnya, Jumat (20/5) sore. Ade menjadi kernet rombongan bus wisata PO Ardiansyah asal Benowo, Kota Surabaya, pada Sabtu (14/5).

Ade telah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini dia diamankan di Mapolres Mojokerto Kota. Dia masih menjalani perawatan. Setelah dinyatakan 100 persen pulih, dia langsung ditahan.

Baca Juga :  Sopir Utama Bus Masih Saksi, Polisi Anggap Tidak Terlibat Kecelakaan
TKP kecelakaan bus pariwisata di tol Surabaya–Mojokerto. (Dokumen PJR Polda Jatim)

Heru menegaskan, pihaknya menjerat Ade dengan pasal 311 ayat 5 subsider 310 ayat 4 UULLAJ. Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun dan 12 tahun penjara. Dia diyakini lalai dan sengaja menyebabkan kecelakaan hingga menimbulkan korban jiwa.

“Sejauh ini kita pakai pasal itu. Untuk pasal narkobanya itu nanti biar menjadi pertimbangan di pengadilan,” tegas Heru.

Di lain sisi, Ade mengaku pasrah dengan penetapan tersangka atas dirinya. “Saya sudah tahu kalau ditetapkan tersangka,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Mojokerto.

Seperti diberitakan, kronologi kecelakaan maut tersebut bermula saat bus pariwisata PO Ardiansyah nopol S 7322 UW yang dikemudikan seorang sopir cadangan Adi Firmansyah, 29, warga Sememi, Benowo, itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jombang menuju Surabaya. Bus ditumpangi 33 penumpang yang merupakan rombongan wisata asal Benowo, Surabaya.

Baca Juga :  Salah Satu Pelaku Pungli Merupakan Calon Kepala Desa

Setiba di lokasi, Senin (16/5) sekitar pukul 06.15, bus mendadak oleng ke kiri. Laju bus Mitsubishi Canter keluaran 2007 itu tak terkendali hingga akhirnya keluar jalur menghantam beton tiang rambu multi pesan VMS (variable message sign) di tepi jalan sisi kiri.

Kerasnya benturan membuat bodi depan bus bagian kiri ringsek parah. Sedangkan, tiang beton itu nyaris ambruk. Setelah tabrakan, bus terguling ke arah kanan. Jarum speedometer yang tergeletak di lokasi menunjukkan angka 100 km/jam. Hingga kemarin petang, kecalakaan itu mengakibatkan 15 orang tewas dan 19 luka-luka. (adi/fen)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ade Firmansyah, 29, kernet yang mengemudikan bus maut sudah empat kali mengonsumsi sabu-sabu. Terakhir kali dia mengonsumsi sabu pada 9 Mei atau seminggu sebelum kecelakaan.

Demikian disampaikan Kasatlantas Polres Mojokerto Kota AKP Heru Sudjio Budi Santoso. Hasil pemeriksaan, menurut Heru, Ade mengaku sudah menjadi pemadat selama tiga bulan terakhir. Dia mengonsumsi sabu di rumahnya yakni di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya.

Hal ini diperkuat dengan hasil uji darah Laboratorium Forensik Polda Jatim yang menunjukkan Ade positif mengandung metamfetamin. “Terakhir dia mengonsumsi sabu tanggal 9 (Mei) atau lima hari sebelum berangkat,” ucapnya, Jumat (20/5) sore. Ade menjadi kernet rombongan bus wisata PO Ardiansyah asal Benowo, Kota Surabaya, pada Sabtu (14/5).

Ade telah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini dia diamankan di Mapolres Mojokerto Kota. Dia masih menjalani perawatan. Setelah dinyatakan 100 persen pulih, dia langsung ditahan.

Baca Juga :  Lagi, Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Tol Sumo Bertambah
TKP kecelakaan bus pariwisata di tol Surabaya–Mojokerto. (Dokumen PJR Polda Jatim)

Heru menegaskan, pihaknya menjerat Ade dengan pasal 311 ayat 5 subsider 310 ayat 4 UULLAJ. Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun dan 12 tahun penjara. Dia diyakini lalai dan sengaja menyebabkan kecelakaan hingga menimbulkan korban jiwa.

“Sejauh ini kita pakai pasal itu. Untuk pasal narkobanya itu nanti biar menjadi pertimbangan di pengadilan,” tegas Heru.

- Advertisement -

Di lain sisi, Ade mengaku pasrah dengan penetapan tersangka atas dirinya. “Saya sudah tahu kalau ditetapkan tersangka,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Mojokerto.

Seperti diberitakan, kronologi kecelakaan maut tersebut bermula saat bus pariwisata PO Ardiansyah nopol S 7322 UW yang dikemudikan seorang sopir cadangan Adi Firmansyah, 29, warga Sememi, Benowo, itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jombang menuju Surabaya. Bus ditumpangi 33 penumpang yang merupakan rombongan wisata asal Benowo, Surabaya.

Baca Juga :  Dua Menit Tertidur

Setiba di lokasi, Senin (16/5) sekitar pukul 06.15, bus mendadak oleng ke kiri. Laju bus Mitsubishi Canter keluaran 2007 itu tak terkendali hingga akhirnya keluar jalur menghantam beton tiang rambu multi pesan VMS (variable message sign) di tepi jalan sisi kiri.

Kerasnya benturan membuat bodi depan bus bagian kiri ringsek parah. Sedangkan, tiang beton itu nyaris ambruk. Setelah tabrakan, bus terguling ke arah kanan. Jarum speedometer yang tergeletak di lokasi menunjukkan angka 100 km/jam. Hingga kemarin petang, kecalakaan itu mengakibatkan 15 orang tewas dan 19 luka-luka. (adi/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/