alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Polisi Endus Pengoplosan Migor Curah

Antisipasi, Rutin Pantau Barang di Pasar

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polisi mengantisipasi aksi curang penjualan minyak goreng (migor) curah di pasaran. Keberadaannya yang mulai melimpah, rentan dioplos. Yakni dikemas ulang jadi migor kemasan melalui proses penjernihan.

Modus untuk mencari untung lebih tersebut tengah jadi pantauan Satgas Pangan Polres Mojokerto Kota. Sebab, bukan tidak mungkin terdapat oknum penjual yang melakukan aksi curang tersebut. ”Ada informasi soal itu (pengoploan migor curah, Red) tapi belum bisa pastikan. Yang jelas potensi itu ada,” kata anggota sub satgas pangan Bripka Suharmanto.

Dari kasus yang pernah terjadi, pengoplosan migor curah dilakukan melalui proses penjernihan. Proses rafinasi ini membuat migor curah seolah lebih jernih. Hal itu dimanfaatkan untuk menjual migor dengan harga lebih mahal atau harga premium seperti migor kemasan bermerek. Selain itu, menurut dia, terdapat pula modus pengoplosan dengan minyak jelantah.

Baca Juga :  Perajin Kerupuk Hentikan Produksi

Potensi-potensi penyelewengan itulah yang saat ini terus dicegah. Deteksi dini dilakukan dengan rutin memantau migor yang beredar di pasaran. Seperti kemarin (19/4), polisi mengecek migor yang dijual sejumlah kios di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto. Migor curah dijual Rp 18 ribu per kilogram kemasan plastik dan Rp 26 ribu per botol ukuran 1,5 liter. Bentuk pengemasan dengan botol yang rata-rata bekas air mineral itu dilakukan pedagang semata untuk efisiensi.

Dari penampakan fisik dan pengecekan di drum yang dilakukan, belum ada yang terindikasi hasil oplosan. ”Kami juga tanya dari mana barangnya dan bagaimana pengemasannya. Termasuk dilihat seperti apa pengemasannya,” terang Kaur Tipiring Satsabhara Polres Mojokerto Kota ini. Tak hanya di tingkat pedagang, pengecekan juga dilakukan di tingkat agen. Hal itu untuk mencegah adanya aksi curang sehingga merugikan konsumen. (adi/ron)

Baca Juga :  Satu Jalur sampai Lebaran

Antisipasi, Rutin Pantau Barang di Pasar

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polisi mengantisipasi aksi curang penjualan minyak goreng (migor) curah di pasaran. Keberadaannya yang mulai melimpah, rentan dioplos. Yakni dikemas ulang jadi migor kemasan melalui proses penjernihan.

Modus untuk mencari untung lebih tersebut tengah jadi pantauan Satgas Pangan Polres Mojokerto Kota. Sebab, bukan tidak mungkin terdapat oknum penjual yang melakukan aksi curang tersebut. ”Ada informasi soal itu (pengoploan migor curah, Red) tapi belum bisa pastikan. Yang jelas potensi itu ada,” kata anggota sub satgas pangan Bripka Suharmanto.

Dari kasus yang pernah terjadi, pengoplosan migor curah dilakukan melalui proses penjernihan. Proses rafinasi ini membuat migor curah seolah lebih jernih. Hal itu dimanfaatkan untuk menjual migor dengan harga lebih mahal atau harga premium seperti migor kemasan bermerek. Selain itu, menurut dia, terdapat pula modus pengoplosan dengan minyak jelantah.

Baca Juga :  Marak Migor Curah Dijual Kemasan

Potensi-potensi penyelewengan itulah yang saat ini terus dicegah. Deteksi dini dilakukan dengan rutin memantau migor yang beredar di pasaran. Seperti kemarin (19/4), polisi mengecek migor yang dijual sejumlah kios di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto. Migor curah dijual Rp 18 ribu per kilogram kemasan plastik dan Rp 26 ribu per botol ukuran 1,5 liter. Bentuk pengemasan dengan botol yang rata-rata bekas air mineral itu dilakukan pedagang semata untuk efisiensi.

Dari penampakan fisik dan pengecekan di drum yang dilakukan, belum ada yang terindikasi hasil oplosan. ”Kami juga tanya dari mana barangnya dan bagaimana pengemasannya. Termasuk dilihat seperti apa pengemasannya,” terang Kaur Tipiring Satsabhara Polres Mojokerto Kota ini. Tak hanya di tingkat pedagang, pengecekan juga dilakukan di tingkat agen. Hal itu untuk mencegah adanya aksi curang sehingga merugikan konsumen. (adi/ron)

Baca Juga :  Perajin Kerupuk Hentikan Produksi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/