alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Pencari Ikan Tewas di Sungai Brantas

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seorang lansia ditemukan tewas saat tengah mencari ikan di Sungai Brantas, Dusun/Desa Kwatu, Kecamatan Mojoanyar, kemarin pagi. Korban ditemukan tersangkut anco (alat penangkap ikan) saat debit air sungai tengah meningkat. Diduga, korban mengalami vertigo dan terpeleset ke sungai saat mencari ikan.

Korban adalah Sugiatmono, 63, warga Dusun Gempol Sewu, Desa Kendal Sewu, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Kali pertama jasad Sugiatmono ditemukan Mudakir, 72, warga setempat, sekitar pukul 06.30, kemarin. Saat itu korban ditemukan dalam kondisi tengkurap tersangkut anco di bibir Sungai Brantas. Mudakir lantas berupaya menyeret jasad korban ke tepian.

’’Biasanya memang cari ikan di sini, sekitar pukul 06.00 itu (korban) ketemu saya. Waktu saya ke belakang, ternyata sudah nggeletak. Untung tersangkut anco, soalnya arus sungai deras,’’ terang pemilik warkop di sekitar lokasi itu. Mudakir lantas meminta pertolongan warga dan melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah desa untuk dilanjutkan ke pihak berwenang agar segera ditangani.

Baca Juga :  Ini Detik-Detik sebelum Luluk Diana Meregang Nyawa

’’Oleh Pak Kades (Kwatu) terus dilaporkan ke Polisi,’’ imbuhnya di lokasi kemarin. Sementara itu, Kapolsek Mojoanyar AKP Anwar Iskandar menerangkan, peristiwa tersebut sudah ditangai petugas. Korban ditemukan lengkap mengenakan kaos lengan pendek warna hitam dan celana pendek warna hitam motif merah  kuning.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan, diduga korban yang sudah lansia itu terpeleset akibat vertigo kambuh saat mencari ikan. ’’Diduga, korban terpeleset ke sungai karena vertigonya kambuh. Apalagi, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban ini setiap berangkat mencari ikan tidak pernah makan terlebih dahulu,’’ ungkapnya.

Ditambahkan Anwar, korban sudah lama punya riwayat penyakit vertigo akibat mengalami kecelakaan. Hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan tidak ditemukan adanya luka bekas kekerasan pada jasad korban.

Baca Juga :  Naik Motor, Dua Perempuan Ini Jalan-Jalan Sambil Keramas

Oleh karenanya, pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi pada jasad Sugiatmono. Meski begitu, Tim Inafis Polres Mojokerto diterjunkan ke lokasi guna memastikan kondisi jasad korban. ’’Tidak ditemukan luka bekas kekerasan. Pihak keluarga menyatakan tidak berkenan dilalukan otopsi sehingga jasad korban kami serahkan sepenuhnya untuk segera dikebumikan,’’ tukas mantan Kasatsabhara Polres Mojokerto itu. (vad/fen)   

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seorang lansia ditemukan tewas saat tengah mencari ikan di Sungai Brantas, Dusun/Desa Kwatu, Kecamatan Mojoanyar, kemarin pagi. Korban ditemukan tersangkut anco (alat penangkap ikan) saat debit air sungai tengah meningkat. Diduga, korban mengalami vertigo dan terpeleset ke sungai saat mencari ikan.

Korban adalah Sugiatmono, 63, warga Dusun Gempol Sewu, Desa Kendal Sewu, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Kali pertama jasad Sugiatmono ditemukan Mudakir, 72, warga setempat, sekitar pukul 06.30, kemarin. Saat itu korban ditemukan dalam kondisi tengkurap tersangkut anco di bibir Sungai Brantas. Mudakir lantas berupaya menyeret jasad korban ke tepian.

’’Biasanya memang cari ikan di sini, sekitar pukul 06.00 itu (korban) ketemu saya. Waktu saya ke belakang, ternyata sudah nggeletak. Untung tersangkut anco, soalnya arus sungai deras,’’ terang pemilik warkop di sekitar lokasi itu. Mudakir lantas meminta pertolongan warga dan melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah desa untuk dilanjutkan ke pihak berwenang agar segera ditangani.

Baca Juga :  Naik Motor, Dua Perempuan Ini Jalan-Jalan Sambil Keramas

’’Oleh Pak Kades (Kwatu) terus dilaporkan ke Polisi,’’ imbuhnya di lokasi kemarin. Sementara itu, Kapolsek Mojoanyar AKP Anwar Iskandar menerangkan, peristiwa tersebut sudah ditangai petugas. Korban ditemukan lengkap mengenakan kaos lengan pendek warna hitam dan celana pendek warna hitam motif merah  kuning.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan, diduga korban yang sudah lansia itu terpeleset akibat vertigo kambuh saat mencari ikan. ’’Diduga, korban terpeleset ke sungai karena vertigonya kambuh. Apalagi, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban ini setiap berangkat mencari ikan tidak pernah makan terlebih dahulu,’’ ungkapnya.

Ditambahkan Anwar, korban sudah lama punya riwayat penyakit vertigo akibat mengalami kecelakaan. Hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan tidak ditemukan adanya luka bekas kekerasan pada jasad korban.

Baca Juga :  Dishub Kaji Ulang Jam Larangan
- Advertisement -

Oleh karenanya, pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi pada jasad Sugiatmono. Meski begitu, Tim Inafis Polres Mojokerto diterjunkan ke lokasi guna memastikan kondisi jasad korban. ’’Tidak ditemukan luka bekas kekerasan. Pihak keluarga menyatakan tidak berkenan dilalukan otopsi sehingga jasad korban kami serahkan sepenuhnya untuk segera dikebumikan,’’ tukas mantan Kasatsabhara Polres Mojokerto itu. (vad/fen)   

Artikel Terkait

Most Read

Dua Pesilat Paling Konsisten

Sembuh Usai Beban Pikiran

Artikel Terbaru


/