alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Gadaikan Pikap Tetangga, Bablas Tahanan

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ega Putra Gusti Arto, 26, tak berkutik saat ditangkap petugas kepolisian beberapa hari lalu di rumahnya. Lantaran warga Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet itu terbukti menggelapkan satu unit mobil pikap milik tetangganya sendiri. Alhasil, Ega terancam mendekam di penjara empat tahun lamanya.

Mulanya, pelaku meminjam mobil pikap Mitsubhisi L300 warna hitam bernopol S 8377 NH milik Achmad Jayadi, 43, yang merupakan tetangga satu desanya pada 27 Oktober 2021. Saat itu, pelaku yang diantar rekannya, Hafid, 26, datang langsung ke rumah korban untuk meminjam mobil muatan barang tersebut. Dihadapan korban, pelaku hendak meminjam mobil tersebut untuk memuat sayuran.

’’Saat itu pelaku bilang mau pinjam mobil pikap milik korban untuk ambil sayur di wilayah Kota Batu,’’ terang Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Andaru Rahutomo kemarin. Tak menaruh curiga, Jayadi lantas menyerahkan mobil beserta kuncinya pada pelaku. Namun, hingga malam hari Ega tak kunjung mengembalikan mobil pikap tersebut pada korban.

Baca Juga :  Jukir Gadaikan Motor Jukir untuk Pesta Sabu

Keesokan harinya, Jayadi lantas menanyakan keberadaan mobil pikap tersebut pada pelaku. Baik melalui sambungan telepon maupun datang langsung ke rumah pelaku. Namun hasilnya nihil. Pelaku berdalih jika saat itu mobil pikap tersebut masih digunakan untuk keperluan mengangkut barang.

’’Saat itu pelaku berdalih kalau kendaraan tersebut masih digunakan untuk keperluannya dan digunakan orang tuanya untuk membawa barang dagangan ke toko,’’ ungkapnya. Namun setelah itu pelaku justru sulit dihubungi dan temui. Hingga akhirnya Jayadi mendengar kabar jika mobil pikapnya itu telah digadaikan oleh pelaku.

’’Pada suatu kesempatan, pelaku dan korban ini bertemu. Pelaku menyanggupi untuk bertanggung jawab mengembalikan mobil pikap tersebut,’’ ujarnya. Namun, janji tinggal janji. Hingga akhirnya Jayadi melaporkan kasus tersebut ke kepolisian lantaran janji tersebut tak kunjung terwujud. Sementara kerugian material yang ditanggung korban ditaksir mencapai Rp 245 juta.

Baca Juga :  Adik Sakit, Kakak Menjambret

Usai menerima laporan dari korban, petugas langsung melakukan sejumlah rangkaian penyelidikan. Bahkan pelaku sudah dua kali mangkir dari pemanggilan polisi. Tak pelak, petugas lantas melakukan penangkapan terhadap pelaku yang kedapatan tengah berada di rumahnya beberapa hari lalu. ’’Kami lakukan penangkapan setelah mendapat informasi kalau pelaku sedang berada di rumah. Karena pelaku sempat melarikan diri lebih dari dua bulan,’’ bebernya.

Andaru menambahkan, di hadapan petugas pelaku nekat melancarkan kejahatan tersebut lantaran tengah terhimpit kondisi ekonomi. Kini, pelaku dan sejumlah barang bukti diamankan di Mapolsek Pacet guna kepentingan penyelidikan. Atas aksinya itu, pelaku dijerat dengan pasal 378 juncto 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. Ega terancam meringkuk dibalik sel tahanan empat tahun lamanya. (vad/fen)

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ega Putra Gusti Arto, 26, tak berkutik saat ditangkap petugas kepolisian beberapa hari lalu di rumahnya. Lantaran warga Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet itu terbukti menggelapkan satu unit mobil pikap milik tetangganya sendiri. Alhasil, Ega terancam mendekam di penjara empat tahun lamanya.

Mulanya, pelaku meminjam mobil pikap Mitsubhisi L300 warna hitam bernopol S 8377 NH milik Achmad Jayadi, 43, yang merupakan tetangga satu desanya pada 27 Oktober 2021. Saat itu, pelaku yang diantar rekannya, Hafid, 26, datang langsung ke rumah korban untuk meminjam mobil muatan barang tersebut. Dihadapan korban, pelaku hendak meminjam mobil tersebut untuk memuat sayuran.

’’Saat itu pelaku bilang mau pinjam mobil pikap milik korban untuk ambil sayur di wilayah Kota Batu,’’ terang Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Andaru Rahutomo kemarin. Tak menaruh curiga, Jayadi lantas menyerahkan mobil beserta kuncinya pada pelaku. Namun, hingga malam hari Ega tak kunjung mengembalikan mobil pikap tersebut pada korban.

Baca Juga :  Adik Sakit, Kakak Menjambret

Keesokan harinya, Jayadi lantas menanyakan keberadaan mobil pikap tersebut pada pelaku. Baik melalui sambungan telepon maupun datang langsung ke rumah pelaku. Namun hasilnya nihil. Pelaku berdalih jika saat itu mobil pikap tersebut masih digunakan untuk keperluan mengangkut barang.

’’Saat itu pelaku berdalih kalau kendaraan tersebut masih digunakan untuk keperluannya dan digunakan orang tuanya untuk membawa barang dagangan ke toko,’’ ungkapnya. Namun setelah itu pelaku justru sulit dihubungi dan temui. Hingga akhirnya Jayadi mendengar kabar jika mobil pikapnya itu telah digadaikan oleh pelaku.

’’Pada suatu kesempatan, pelaku dan korban ini bertemu. Pelaku menyanggupi untuk bertanggung jawab mengembalikan mobil pikap tersebut,’’ ujarnya. Namun, janji tinggal janji. Hingga akhirnya Jayadi melaporkan kasus tersebut ke kepolisian lantaran janji tersebut tak kunjung terwujud. Sementara kerugian material yang ditanggung korban ditaksir mencapai Rp 245 juta.

Baca Juga :  Uang Makan Tukang, Dibawa Kabur Mandor
- Advertisement -

Usai menerima laporan dari korban, petugas langsung melakukan sejumlah rangkaian penyelidikan. Bahkan pelaku sudah dua kali mangkir dari pemanggilan polisi. Tak pelak, petugas lantas melakukan penangkapan terhadap pelaku yang kedapatan tengah berada di rumahnya beberapa hari lalu. ’’Kami lakukan penangkapan setelah mendapat informasi kalau pelaku sedang berada di rumah. Karena pelaku sempat melarikan diri lebih dari dua bulan,’’ bebernya.

Andaru menambahkan, di hadapan petugas pelaku nekat melancarkan kejahatan tersebut lantaran tengah terhimpit kondisi ekonomi. Kini, pelaku dan sejumlah barang bukti diamankan di Mapolsek Pacet guna kepentingan penyelidikan. Atas aksinya itu, pelaku dijerat dengan pasal 378 juncto 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. Ega terancam meringkuk dibalik sel tahanan empat tahun lamanya. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Warga Temukan 20 Keping Artefak

Penerima BST Didesak Dipasang Stiker

Siagakan Tim Tambal Sulam

Artikel Terbaru


/