29.8 C
Mojokerto
Thursday, February 9, 2023

Dana Nyantol Rp 15 Miliar, Nasabah Koperasi di Mojokerto Bakal Ajukan Gugatan

Buka Posko Pengaduan Korban Serupa

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus gagal bayar yang menjerat Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSPSB) Kantor Cabang Mojokerto tak kunjung menemui solusi. Posko pengaduan bagi nasabah yang dananya nyantol kini dibuka. Mereka bakal menggugat pihak koperasi agar segera melakukan pencairan.

Masalah likuiditas yang berlangsung selama bertahun-tahun membuat sejumlah nasabah menempuh jalur hukum. Salah satunya Kasianik, nasabah asal Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo, yang melayangkan somasi ke pihak koperasi awal bulan ini. Dia menuntut agar dananya sebesar Rp 974 juta yang nyantol sejak 2019 silam segera dicairkan.

’’Kami sudah mengirimkan somasi sebanyak tiga kali. Tapi tidak ada respons yang baik dari KSPSB,’’ kata Rif’an Hanum, pengacara Kasianik, Kamis (17/11). Nihilnya respons membuat pihaknya kini membuka posko pengaduan. Dirinya meminta nasabah koperasi di wilayah Mojokerto untuk datang mengadu. ’’Kami buka gratis kepada masyarakat yang merasa jadi korban dan bukti terkait hal tersebut,’’ katanya.

Baca Juga :  BKKBN: Terjadi Fenomena Reurbanisasi saat Pandemi COVID-19

Nasabah diminta datang langsung ke kantor advokat H. Rif’an Hanum & Rekan di Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg atau melalui nomor telepon yang tertera. Hanum menyebut, pembukaan posko ini diharapkan menjadi bekal untuk menggugat koperasi ke Pengadilan (PN) Negeri Surabaya. Para nasabah nantinya akan digabungkan sebagai pemohon Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). ’’Intinya kalau memang yang kami anggap utang agar segera dibayar dan kami bisa menagihnya,’’ tutur dia.

Menurut Rif’an, KSPSB tidak melaksanakan putusan Pengadilan Negeri Jakarta pada 2021. Putusan terkait homologasi atau rencana perdamaian antara kreditor dan debitor yang pada intinya memerintahkan koperasi membayar hak nasabah secara berangsur itu tak dilaksanakan pihak koperasi. ’’Tapi klien kami yang mulai tahun 2019 tidak diberikan kesempatan untuk menagih kepada KSPSB,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Densus 88 Gerebek Rumah Bos Tour and Travel, Diduga Terlibat Terorisme

Pihaknya mengajak nasabah untuk menggugat koperasi secara PKPU ke PN Surabaya agar penjadwalan homologasi uang itu bisa dilakukan kembali. ’’Syaratnya minimal dua pemohon. Sehingga kami membuka posko pengaduan,’’ tandasnya.

Sebagaimana diketahui, KSPSB mengalami persoalan likuiditas sehingga gagal membayar simpanan anggota. Total dana sebesar Rp 8,8 triliun milik 58.825 nasabah di seluruh kantor cabang KSPSB yang berpusat di Bogor, Jabar, itu nyantol. Dari informasi yang dihimpun, terdapat 87 anggota di Mojokerto dengan dana total sebesar Rp 15 miliar belum bisa menarik tabungannya dari KSPSB Cabang Mojokerto yang beralamat di Jalan Majapahit, Kota Mojokerto. (adi/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/