alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Lapas Sesak, Kamar Napi Disekat

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Membeludaknya jumlah warga binaan membuat Lapas Kelas II-B Mojokerto bersiasat menekan tingkat overkapasitas. Salah satunya dengan membuat kamar tingkat di blok tahanan. Tempat tidur dipasang sekat supaya lebih banyak menampung orang.

Kalapas Kelas II-B Mojokerto Dedi Cahyadi mengaku tingkat overkapasitas mencapai 300 persen. Dua mingu sekali, 40 tahanan baru masuk lapas. Atau 80 orang setiap bulan. Hal ini tak sebanding dengan jumlah napi yang bebas per bulan. ’’Dari yang bebas murni sampai asimilasi, tidak ada setengahnya,’’ ucap dia.

Pemindahan napi ke lapas lain adalah cara menekan overkapasitas. Setiap bulan sekitar 40 napi dilayar. Namun, banyaknya jumlah napi yang terus masuk membuat lapas penuh sesak. Kondisi itu disiasati dengan menambah kapasitas tempat tidur. ’’Ada delapan blok yang kami pasang dak untuk tempat tidur,’’ terangnya.

Baca Juga :  Tahanan Baru Melonjak sejak Pandemi

Tempat tidur baru itu dengan memanfaatkan ruang yang ada. Kamar tidur dibuat bersusun. Kerangka besi dipasang dak sebagai tempat tidur bertingkat. Jarak antara tempat tidur bawah dan atas sekitar satu meter. Warga binaan yang di bawah bisa duduk dan tidur dengan selonjoran. ’’Kamar itu tetap ada ruang luasnya. Tempat tidurnya itu di sisi pinggir,’’ terangnya.

Sejauh ini, tempat tidur bertingkat itu sudah dipasang di empat blok kecil dan empat blok besar. Pihaknya menyebut, penyekatan kamar ini bisa menampung warga binaan sekitar 100 orang. ’’Cukup membantu menekan overkapasitas,’’ imbuh dia. (adi/abi)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Membeludaknya jumlah warga binaan membuat Lapas Kelas II-B Mojokerto bersiasat menekan tingkat overkapasitas. Salah satunya dengan membuat kamar tingkat di blok tahanan. Tempat tidur dipasang sekat supaya lebih banyak menampung orang.

Kalapas Kelas II-B Mojokerto Dedi Cahyadi mengaku tingkat overkapasitas mencapai 300 persen. Dua mingu sekali, 40 tahanan baru masuk lapas. Atau 80 orang setiap bulan. Hal ini tak sebanding dengan jumlah napi yang bebas per bulan. ’’Dari yang bebas murni sampai asimilasi, tidak ada setengahnya,’’ ucap dia.

Pemindahan napi ke lapas lain adalah cara menekan overkapasitas. Setiap bulan sekitar 40 napi dilayar. Namun, banyaknya jumlah napi yang terus masuk membuat lapas penuh sesak. Kondisi itu disiasati dengan menambah kapasitas tempat tidur. ’’Ada delapan blok yang kami pasang dak untuk tempat tidur,’’ terangnya.

Baca Juga :  Diwarnai Aksi Kejar-kejaran dan Tembakan

Tempat tidur baru itu dengan memanfaatkan ruang yang ada. Kamar tidur dibuat bersusun. Kerangka besi dipasang dak sebagai tempat tidur bertingkat. Jarak antara tempat tidur bawah dan atas sekitar satu meter. Warga binaan yang di bawah bisa duduk dan tidur dengan selonjoran. ’’Kamar itu tetap ada ruang luasnya. Tempat tidurnya itu di sisi pinggir,’’ terangnya.

Sejauh ini, tempat tidur bertingkat itu sudah dipasang di empat blok kecil dan empat blok besar. Pihaknya menyebut, penyekatan kamar ini bisa menampung warga binaan sekitar 100 orang. ’’Cukup membantu menekan overkapasitas,’’ imbuh dia. (adi/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/