27.8 C
Mojokerto
Saturday, December 3, 2022

Selangkah Lagi Muncul Tersangka

– Inspektorat Temukan Kerugian Negara
– Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Desa Wisata

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto dipastikan bakal kembali melanjutkan pengusutan kasus dugaan korupsi pembangunan pasar Desa Wisata di Desa Sumbersono, Kecamatan Dlanggu. Itu setelah hasil audit yang dilakukan inspektorat rampung dan menemukan kerugian negara.

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Mojokerto, Rizky Raditya Eka Putra mengatakan, pemeriksaan lapangan yang dilakukan inspektorat selaku Aparat pengawasan Internal Pemerintah (APIP) sudah rampung. Hasilnya tinggal menunggu tanda tangan Bupati Mojokerto. ’’Hasil koordinasi, penghitungan di lapangan sudah selesai dan ada temuan kerugian negara,’’ ungkapnya.

Atas temuan itu, tentu menjadi angin segar bagi kejaksaan dalam mengusut perkara yang bergulir sejak tahun lalu. Unsur pidana atas dugaan pembangunan pasar yang dibangun pada 2018 di atas tanah kas desa (TKD) juga sudah dikantongi penyidik.

Termasuk, sudah mengantongi nama calon tersangka atas paket proyek milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sumbersono dengan menyerap dana desa (DD) tahun anggaran 2018/2019 sebesar Rp 800 juta. ’’Karena hasil penghitungan atas kerugian negara yang dilakukan inspektorat sudah selesai dalam waktu dekat, kita akan tetapkan tersangka,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Booster Sasar Napi di Lapas

Yang pasti, lanjut mantan Kasi Datun Lumajang ini, proyek yang berdiri di atas lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) ini bakal dirampungkan tahun ini. Apalagi, pemanggilan para pihak yang sudah dituntaskan. Perkara ini juga sudah memenuhi unsur UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sesuai pasal 2 ayat 1 dijelaskan, setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri atau orang lain atau koorporasi yang dapat merugikan keuangan negara dipidana minimal 4 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 200 juta. ’’Selangkah lagi selesai, salah satu unsur yang kita temukan karena pembangunan ini juga di atas LP2B, tapi sabar dulu ya,’’ tuturnya.

Sesuai informasi Jawa Pos Radar Mojokerto, di proyek ini terdapat dua pembangunan berbeda. Pertama, dengan sistem bangun guna serah. Pasar yang dibangun dengan sistem BGS ini, desa menggandeng pihak kedua. Yakni menyerahkan sepenuhnya pembangunan pada investor, tanpa didanai melalui dana desa.

Baca Juga :  Dua Sejoli Mesum di Alun-Alun

Sedangkan, di proyek kedua, merupakan pembangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sumbersono dengan menyerap dana desa (DD) tahun anggaran 2018/2019 sebesar Rp 800 juta. Bumdes ini juga berada dalam satu kawasan dengan BGS. ’’Yang jadi fokus kami, dugaan korupsinya ada di pembangunan BUMDes-nya ini dengan menggunakan dana desa,’’ tegas Rizky.

Sebelumnya, Inspektur Kabupaten Mojokerto Poedji Widodo, membenarkan jika inspektorat diminta kejaksaan untuk melakukan audit atas kasus dugaan korupsi pasar wisata desa di Desa Sumbersono, Kecamatan Dlanggu. Terjunnya Aparat pengawas internal pemerintah (APIP) ini untuk menghitung kerugian keuangan negara terhadap proyek yang menelan anggaran DD sebesar Rp 800 juta.

Sesuai surat nomor No B-1213/M.5.23/Fd.I/06/2022, inspektorat bersama penyidik kejari juga sudah melakukan koordinasi terkait permintaan tersebut. Sejumlah pihak yang dipanggil untuk melakukan klarifikasi. Di antaranya, rekanan, Pemerintah Desa Sumbersono, terdiri dari kades, sekdes, kasi dan bendahara. Termasuk badan perwakilan desa, tim pelaksana kegiatan, hingga pejabat Kecamatan Dlanggu. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/