alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Penyebab Ledakan Di Pabrik Baja Masih Misterius

DLANGGU, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyelidikan kasus kecelakaan kerja mengakibatkan sembilan korban luka-luka di PT Jaya Mestika Indonesia, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, terus berjalan. Hingga kemarinpolisi masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk menyimpulkan ledakan besar di tempat peleburan baja tersebut.

’’Kasus kecelakaan kerja ini masih proses lidik,’’ ungkap Kanittipiter Satreskrim Polres Mojokerto, Iptu Sukoco, kemarin. Di tengah melakukan pengumpulan barnag bukti dan pemeriksaan saksi-saksi, petugas juga masih menunggu hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim terkait penyebab pasti ledakan tungku peleburan pabrik baja pada Selasa (9/6) dini hari lalu itu.

’’Kita belum mengetahui penyebab pastinya. Apa yang memicu ledakan itu. Kita masih menunggu hasil dari lafbor,’’ urainya. Pasca ledakan, tim labfor sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengambil sampel di area peleburan baja yang meledak. Pengembilan sampel itu dilakukan Rabu (10/6) sehari setelah peristiwa tersebut terjadi. ’’Ada beberapa serpihan atau pecahan bekas ledakan yang dibawa oleh petugas labfor untuk dibuat sampling. Nanti dari situ, baru kita ketahui,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Kasus Temuan Jasad Bayi Masih Buntu

Sambil menunggu hasil labfor, penyidik juga sedang mendalami ada atau tidaknya kelalaian dalam kecelakaan kerja dengan sembilan korban tersebut. Di antaranya, Muslimin, Siswoyo, Eko Rudi, Muzaqi, M Meka Latansia, Lailatul Qodriyah, Kamdiyono, Ariyanto, Ngadiono. Petugas pun sudah melakukan pemeriksaan kepada 10 orang saksi. Di antaranya, karyawan, hingga manajemen pabrik. Kendati belum bisa menyimpulkan apakah kejadian tersebut ada unsur-unsur yang mengarah kepada tindak pidana, Sukoco menegaskan, kecelakaan kerja ini tentu menjadi perhatian polisi. ’’Sampai kapan hasil lab ini keluar, kami juga belum tahu. Kita sama-sama menunggu,’’ tegasnya.

Tak hanya itu, tim resmob juga sedang melakukan pengejaran terhadap akun pengunggah slongsongan rudal jenis MK 82. Dalam unggahan akun Ofix Iflix gambar slongsongan bom itu dibumbuhi keterangan seakan bom tersebut menjadi penyebab terjadinya ledakan keras di peleburan baja tersebut. Slongsongan MK 82 merupakan bom buatan Amerika Serikat (AS) yang memiliki berat 227 kg. Peluru jenis roket ini  biasa dipasang pada pesawat tempur.

Baca Juga :  Perbaiki Atap Pabrik, Pekerja Bangunan Jatuh Setinggi 7 Meter

’’Informasi ini sudah kami cek ke TKP (tempat kejadian perkara). Kami cari benda yang dimaksud itu tidak ada. Makanya, saat ini tim juga sedang mencari siapa pengunggahnya. Untuk memastikan benar atau hoax,’’ paparnya.Sebelumnya, tungku peleburan baja di PT Jaya Mestika Indonesia meledak sekitar pukul 01.00 WIB saat para pekerja tengah beraktivitas. Suara ledakan dahsyat itu bahkan terdengar hingga radius lebih dari 20 kilometer.

DLANGGU, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyelidikan kasus kecelakaan kerja mengakibatkan sembilan korban luka-luka di PT Jaya Mestika Indonesia, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, terus berjalan. Hingga kemarinpolisi masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk menyimpulkan ledakan besar di tempat peleburan baja tersebut.

’’Kasus kecelakaan kerja ini masih proses lidik,’’ ungkap Kanittipiter Satreskrim Polres Mojokerto, Iptu Sukoco, kemarin. Di tengah melakukan pengumpulan barnag bukti dan pemeriksaan saksi-saksi, petugas juga masih menunggu hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim terkait penyebab pasti ledakan tungku peleburan pabrik baja pada Selasa (9/6) dini hari lalu itu.

’’Kita belum mengetahui penyebab pastinya. Apa yang memicu ledakan itu. Kita masih menunggu hasil dari lafbor,’’ urainya. Pasca ledakan, tim labfor sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengambil sampel di area peleburan baja yang meledak. Pengembilan sampel itu dilakukan Rabu (10/6) sehari setelah peristiwa tersebut terjadi. ’’Ada beberapa serpihan atau pecahan bekas ledakan yang dibawa oleh petugas labfor untuk dibuat sampling. Nanti dari situ, baru kita ketahui,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Teror Remas Payudara Pria Berpenampilan Religius Sasar Guru Berhijab

Sambil menunggu hasil labfor, penyidik juga sedang mendalami ada atau tidaknya kelalaian dalam kecelakaan kerja dengan sembilan korban tersebut. Di antaranya, Muslimin, Siswoyo, Eko Rudi, Muzaqi, M Meka Latansia, Lailatul Qodriyah, Kamdiyono, Ariyanto, Ngadiono. Petugas pun sudah melakukan pemeriksaan kepada 10 orang saksi. Di antaranya, karyawan, hingga manajemen pabrik. Kendati belum bisa menyimpulkan apakah kejadian tersebut ada unsur-unsur yang mengarah kepada tindak pidana, Sukoco menegaskan, kecelakaan kerja ini tentu menjadi perhatian polisi. ’’Sampai kapan hasil lab ini keluar, kami juga belum tahu. Kita sama-sama menunggu,’’ tegasnya.

Tak hanya itu, tim resmob juga sedang melakukan pengejaran terhadap akun pengunggah slongsongan rudal jenis MK 82. Dalam unggahan akun Ofix Iflix gambar slongsongan bom itu dibumbuhi keterangan seakan bom tersebut menjadi penyebab terjadinya ledakan keras di peleburan baja tersebut. Slongsongan MK 82 merupakan bom buatan Amerika Serikat (AS) yang memiliki berat 227 kg. Peluru jenis roket ini  biasa dipasang pada pesawat tempur.

Baca Juga :  Satu Tersangka Asusila Anak Masih Bebas

’’Informasi ini sudah kami cek ke TKP (tempat kejadian perkara). Kami cari benda yang dimaksud itu tidak ada. Makanya, saat ini tim juga sedang mencari siapa pengunggahnya. Untuk memastikan benar atau hoax,’’ paparnya.Sebelumnya, tungku peleburan baja di PT Jaya Mestika Indonesia meledak sekitar pukul 01.00 WIB saat para pekerja tengah beraktivitas. Suara ledakan dahsyat itu bahkan terdengar hingga radius lebih dari 20 kilometer.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/