alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Turuni Tanjakan, Elf Melaju Kencang Tak Bisa Dikendalikan

MOJOKERTO – Kecelakaan tunggal mobil Isuzu Elf ditumpangi 19 orang rombongan asal Jombang di tanjakan ekstrem Kemiri, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin (18/6) masih didalami Satlantas Polres Mojokerto.

Berdasarkan penuturan Yuliana, salah satu korban kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, sebelum menabrak tebing, memang sempat terdengar bunyi patahan besi saat mobil melaju turun tajam.

Saat itu,  laju mobil tiba-tiba tak terkendali dengan kecepatan tinggi hingga kemudian menabrak tebing. Para penumpang sempat panik dan bertanya kepada Khosim sang sopir tentang kondisi mobil. ”Tadi itu (kemarin, Red) sebelum nabrak sempat bunyi krak. Terus mobilnya kayak jalan kencang dan nggak bisa disetir,” ucap Yuliana.

Dia sebenarnya sudah memperingatkan sopir, Khosim (masih saudaranya) itu untuk istirahat sejenak demi meredam kondisi mobil. Namun, Khosim tak bergeming. Bahkan sempat menyangsikan saat Khosim memilih melintas di jalur alternatif yang menanjak dan menurun dari pada melintas di jalur utama via Pasuruan.

Baca Juga :  BBPOM: Banyak Konsumen Online Jadi Korban Kosmetik Ilegal

”Pas pulang dari Dampit, Malang hanya berhenti istirahat sebentar di Masjid Turen. Khotib (saudara korban yang lain, Red) juga sudah tanya, mengapa kok melintas di Jalur cangar,” pungkasnya.

MOJOKERTO – Kecelakaan tunggal mobil Isuzu Elf ditumpangi 19 orang rombongan asal Jombang di tanjakan ekstrem Kemiri, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin (18/6) masih didalami Satlantas Polres Mojokerto.

Berdasarkan penuturan Yuliana, salah satu korban kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, sebelum menabrak tebing, memang sempat terdengar bunyi patahan besi saat mobil melaju turun tajam.

Saat itu,  laju mobil tiba-tiba tak terkendali dengan kecepatan tinggi hingga kemudian menabrak tebing. Para penumpang sempat panik dan bertanya kepada Khosim sang sopir tentang kondisi mobil. ”Tadi itu (kemarin, Red) sebelum nabrak sempat bunyi krak. Terus mobilnya kayak jalan kencang dan nggak bisa disetir,” ucap Yuliana.

Dia sebenarnya sudah memperingatkan sopir, Khosim (masih saudaranya) itu untuk istirahat sejenak demi meredam kondisi mobil. Namun, Khosim tak bergeming. Bahkan sempat menyangsikan saat Khosim memilih melintas di jalur alternatif yang menanjak dan menurun dari pada melintas di jalur utama via Pasuruan.

Baca Juga :  Sopir Panther Berstatus Tersangka

”Pas pulang dari Dampit, Malang hanya berhenti istirahat sebentar di Masjid Turen. Khotib (saudara korban yang lain, Red) juga sudah tanya, mengapa kok melintas di Jalur cangar,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/