alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Dua Menit Tertidur

Pengemudi Bus Maut Konsumsi Obat Batuk
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ade Firmansyah, 29, kernet yang mengemudikan bus maut, tidak hanya mengantuk. Dia mengaku sempat tertidur selama dua menit sebelum bus mengalami kecelakaan hingga menewaskan 14 penumpang.

Demikian diungkap oleh tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang tengah melakukan investigasi kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) tersebut. Dari fakta pemeriksaan sementara, Ade mengemudi dalam kondisi kelelahan. Hal itu selaras dengan tidak ditemukannya bekas pengereman di bekas lokasi kecelakaan.

’’Antara jejak di jalan dan penjelasan pengemudi sudah klop. Artinya, pengemudi pada saat membawa kendaraan, dia sebenarnya mengalami bukan microsleep, tapi bisa jadi deepsleep atau tertidur,’’ tegas Ketua Sub Komite LLAJ KNKT Ahmad Wildan di Mapolres Mojokerto Kota, Rabu (18/5) sore.

Baca Juga :  Empat Kali Konsumsi Sabu, Kernet Pengemudi Bus Maut Pasrah

Menurut Wildan, pengemudi tertidur selama kurang lebih dua menit. Hal itu yang diduga kuat membuat Ade tidak sadar jika bus telah keluar jalur. Lalu, menyerempet guardraill, menabrak batu tepi jalan dan membuat ban bocor, hingga akhirnya menghantam beton tiang VMS. ’’Tadi penjelasan dari pengemudi, (tertidur selama) sekitar dua menit sebelum titik jatuh (tumbur),’’ imbuhnya.

Wildan menyebut, kondisi demikian efek dari perjalanan wisata yang telah dilakukan selama tiga hari dua malam tanpa menginap. Yakni, berangkat sejak Sabtu (14/5) malam hingga akhirnya kecelakaan pada Senin (16/5) pagi. Rute itu membuat pengemudi kurang istirahat sehingga kelelahan.

Selain itu, kepada tim investigasi KNKT, kondisi kesehatan Ade juga kurang sehat. Sebulan terakhir, dia terserang batuk terus-menerus. Selama itu, Ade mengonsumsi obat-obatan pereda batuk. ’’Terakhir minum obat batuk itu Kamis (dua hari sebelum berangkat,’’ jelas Wildan sembari menyebut jika Ade sudah menjadi kernet bus sejak sembilan tahun terakhir.

Baca Juga :  Hindari Lubang, Pasutri Terlindas Truk

Kini, pihaknya terus melakukan investigasi. Selain meminta keterangan pengemudi, dia juga telah memeriksa TKP, dan bangkai bus yang saat ini berada di Waru, Sidoarjo. Proses investigasi dijadwalkan berlangsung hingga esok (20/5). Nantinya, hasil investigasi akan menjadi bahan rekomendasi yang diserahkan ke presiden dan pihak-pihak terkait. (adi/ron)

Pengemudi Bus Maut Konsumsi Obat Batuk
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ade Firmansyah, 29, kernet yang mengemudikan bus maut, tidak hanya mengantuk. Dia mengaku sempat tertidur selama dua menit sebelum bus mengalami kecelakaan hingga menewaskan 14 penumpang.

Demikian diungkap oleh tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang tengah melakukan investigasi kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) tersebut. Dari fakta pemeriksaan sementara, Ade mengemudi dalam kondisi kelelahan. Hal itu selaras dengan tidak ditemukannya bekas pengereman di bekas lokasi kecelakaan.

’’Antara jejak di jalan dan penjelasan pengemudi sudah klop. Artinya, pengemudi pada saat membawa kendaraan, dia sebenarnya mengalami bukan microsleep, tapi bisa jadi deepsleep atau tertidur,’’ tegas Ketua Sub Komite LLAJ KNKT Ahmad Wildan di Mapolres Mojokerto Kota, Rabu (18/5) sore.

Baca Juga :  Pengemudi Bus Maut Terpental 10 Meter

Menurut Wildan, pengemudi tertidur selama kurang lebih dua menit. Hal itu yang diduga kuat membuat Ade tidak sadar jika bus telah keluar jalur. Lalu, menyerempet guardraill, menabrak batu tepi jalan dan membuat ban bocor, hingga akhirnya menghantam beton tiang VMS. ’’Tadi penjelasan dari pengemudi, (tertidur selama) sekitar dua menit sebelum titik jatuh (tumbur),’’ imbuhnya.

Wildan menyebut, kondisi demikian efek dari perjalanan wisata yang telah dilakukan selama tiga hari dua malam tanpa menginap. Yakni, berangkat sejak Sabtu (14/5) malam hingga akhirnya kecelakaan pada Senin (16/5) pagi. Rute itu membuat pengemudi kurang istirahat sehingga kelelahan.

Selain itu, kepada tim investigasi KNKT, kondisi kesehatan Ade juga kurang sehat. Sebulan terakhir, dia terserang batuk terus-menerus. Selama itu, Ade mengonsumsi obat-obatan pereda batuk. ’’Terakhir minum obat batuk itu Kamis (dua hari sebelum berangkat,’’ jelas Wildan sembari menyebut jika Ade sudah menjadi kernet bus sejak sembilan tahun terakhir.

Baca Juga :  Polisi Periksa Rekanan Penyedia Barang
- Advertisement -

Kini, pihaknya terus melakukan investigasi. Selain meminta keterangan pengemudi, dia juga telah memeriksa TKP, dan bangkai bus yang saat ini berada di Waru, Sidoarjo. Proses investigasi dijadwalkan berlangsung hingga esok (20/5). Nantinya, hasil investigasi akan menjadi bahan rekomendasi yang diserahkan ke presiden dan pihak-pihak terkait. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/