alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Dalami Kasus TPPU, KPK Amankan Dua Koper Diduga Berisi Dokumen

MOJOKERTO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Mojokerto. Kedatangan lembaga antirasuah itu tak lain untuk melakukan pulbaket terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Nonaktif Mustofa Kamal Pasa.

Penyelidikan akan menyentuh kalangan pejabat di lingkungan Pemkab Mojokerto dan rekanan ini diperkirakan akan berlangsung selama tujuh hari. ’’Kurang lebih tujuh hari, KPK melakukan penyelidikan yang di tempatkan di mapolresta,’’ kata Kapolresta Mojokerto, AKBP Sigit Dany Setiono.

Pantuan radarmojokero.id di mapolresta, sejumlah staf di lingkungan pemkab keluar masuk ke aula lantai dua, di mana KPK melakukan pemeriksaan. Dimulai pukul 11.00, setidaknya ada enam yang sudah keluar masuk ruangan. Mereka membawa berkas yang diperlukan dalam pemeriksaan tersebut.

Baca Juga :  Dimas-Cicik Tiga Kali Menginap di Vila, Ini yang Mereka Lakukan

”Dalam hal ini tempat ini (aula mapolresta) memang digunakan sebagai tempat pemeriksaan dan penyidikan dari kasus yang sedang ditangani,’’ tuturnya. Sigit menyatakan, KPK akan melanjutkan kembali dugaan kasus TPPU. Dengan memintai keterangan pihak-pihak terkait.

Sehingga lembaga superbodi itu harus meminjam mapolresta sebagai lokasi pemeriksaan dan pemanggilan. ’’Masih kasus sebelumnya yang sekarang dijalani MKP. Lanjutan soal itu (kasus TPPU red),’’ bebernya.

Disinggung soal jumlah dan siapa saja pejabat dan rekanan yang akan diperiksa, Sigit mengaku tidak mengetahui. Sebab, dalam pengajuan permohonan pinjam pakai ruangan tidak disebutkan secara datail siapa saja yang akan diperiksa.

Hingga sore kemarin KPK telah mengamankan dua koper besar. Dalam dua koper berwarna merah itu diduga berisi beberapa dokumen yang didapat dari hasil pemeriksaan. Selain itu, penyidik juga membawa barang bukti lain dalam tas koper kecil warna ungu. 

Baca Juga :  Bus Akas Asri Terjepit Usai Hantam Truk Tangki

Namun, dia menegaskan, kendatangan KPK memang untuk menindaklanjuti kasus yang menjerat Bupati Nonaktif MKP. ’’Perihal TPPU yang menjerat MKP. Tidak ada yang lain,’’ tandasnya.

 

MOJOKERTO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Mojokerto. Kedatangan lembaga antirasuah itu tak lain untuk melakukan pulbaket terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Nonaktif Mustofa Kamal Pasa.

Penyelidikan akan menyentuh kalangan pejabat di lingkungan Pemkab Mojokerto dan rekanan ini diperkirakan akan berlangsung selama tujuh hari. ’’Kurang lebih tujuh hari, KPK melakukan penyelidikan yang di tempatkan di mapolresta,’’ kata Kapolresta Mojokerto, AKBP Sigit Dany Setiono.

Pantuan radarmojokero.id di mapolresta, sejumlah staf di lingkungan pemkab keluar masuk ke aula lantai dua, di mana KPK melakukan pemeriksaan. Dimulai pukul 11.00, setidaknya ada enam yang sudah keluar masuk ruangan. Mereka membawa berkas yang diperlukan dalam pemeriksaan tersebut.

Baca Juga :  Terlilit Utang, Malah Ditipu Pengganda Uang

”Dalam hal ini tempat ini (aula mapolresta) memang digunakan sebagai tempat pemeriksaan dan penyidikan dari kasus yang sedang ditangani,’’ tuturnya. Sigit menyatakan, KPK akan melanjutkan kembali dugaan kasus TPPU. Dengan memintai keterangan pihak-pihak terkait.

Sehingga lembaga superbodi itu harus meminjam mapolresta sebagai lokasi pemeriksaan dan pemanggilan. ’’Masih kasus sebelumnya yang sekarang dijalani MKP. Lanjutan soal itu (kasus TPPU red),’’ bebernya.

Disinggung soal jumlah dan siapa saja pejabat dan rekanan yang akan diperiksa, Sigit mengaku tidak mengetahui. Sebab, dalam pengajuan permohonan pinjam pakai ruangan tidak disebutkan secara datail siapa saja yang akan diperiksa.

- Advertisement -

Hingga sore kemarin KPK telah mengamankan dua koper besar. Dalam dua koper berwarna merah itu diduga berisi beberapa dokumen yang didapat dari hasil pemeriksaan. Selain itu, penyidik juga membawa barang bukti lain dalam tas koper kecil warna ungu. 

Baca Juga :  Ditinggal Angkat Jemuran, Motor Raib

Namun, dia menegaskan, kendatangan KPK memang untuk menindaklanjuti kasus yang menjerat Bupati Nonaktif MKP. ’’Perihal TPPU yang menjerat MKP. Tidak ada yang lain,’’ tandasnya.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/