alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Tiga Hari Diteror Pesanan Fiktif

JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Selama tiga hari, sebuah keluarga di Dusun Ngrambut, Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo diteror pesanan fiktif. Mulai perabotan rumah tangga, material bangunan, hingga ambulans.

Adalah Kasipah. Aksi teror itu bermula sejak Selasa (15/2) pagi. Kali pertama, orderan palsu yang diterima keluarga ini adalah sebuah lemari. Diantar menggunakan truk, pesanan yang tiba di lokasi itu membuat keluarga terkejut. Sebab, tak seorang pun memesan perabot tersebut. ”Ya kaget soalnya di sini nggak ada yang pesan. Kita juga nggak tahu siapa yang pesan,” terang perempuan paro baya itu.

Setelah pesanan lemari berhasil ditolak. orderan fiktif terus berdatangan ke rumah Kasipah. Beberapa di antaranya, pesanan palsu itu ditujukan ke anaknya, Yusuf.

Kasipah menceritakan, pesanan yang terus berdatangan ke rumahnya selama tiga hari berturut-turut itu tidak murah. Selain lemari, material bangunan seperti semen, rangka besi, keramik, genting juga dikirim ke rumahnya. Juga ada kulkas, batu nisan, karangan bunga kematian, hingga sedot WC pun ditujukan ke rumah korban. ”Yang antar kulkas itu bilang ke kami, katanya ini surprise buat ulang tahun ibu Kasipah,” sebutnya sembari menirukan.

Baca Juga :  Puluhan Warung Remang-Remang Dalam Pengawasan Satpol PP

Sejumlah pesanan tersebut datang dari wilayah Mojokerto, Surabaya, hingga Malang. ”Yang terakhir itu genting satu truk, datang Kamis (17/2) sore dari Surabaya. Katanya mereka kirim setelah dibayar, tapi dicek lagi ternyata struk pembayarannya itu palsu,” imbuhnya.

Yang membuat keluarga korban syok adalah pesanan batu nisan dan karangan bunga kematian atas nama Kasipah. Beruntung, pesanan palsu itu bisa kembali ke masing-masing toko setelah diberikan penjelasan. Sehingga, tidak ada barang hasil ulah oknum tidak bertanggung jawab itu yang ditinggal di rumah korban.”Semuanya kembali. Nggak kita gak bayar, wong bukan kita yang pesan,” terangnya.

Disebutkannya, pesanan karangan bunga kematian datang lebih dari lima kali ke rumahnya. Tak pelak, aksi teror pesanan fiktif yang nyeleneh itu membuat psikis keluarga korban terguncang. Sehingga, sejumlah tetangga korban turut meyakinkan kurir sekaligus menguatkan mental keluarga korban. ”Entah hari Rabu atau Kamis, pukul 01.00 datang kiriman karangan bunga (kematian). Ya akhirnya sekarang kita agak khawatir kalau ada tamu ke sini. Sampai tetangga-tetangga ikut nyegat truk di depan gang kalau mau kirim ke sini. Biar langsung balik saja,” tandas Kasipah. Terakhir, kemarin sore, keluarga ini juga didatangi ambulans. Petugas ambulans menyebut, keluarga ini tengah membutuhkan bantuan karena sakit.

Baca Juga :  Diparkir, Avanza Nyemplung ke Sungai

Meski menerima teror berkepanjangan, namun Kasipah enggan melaporkan teror orderan fiktif itu ke pihak berwajib. ”Enggak (lapor), kita anggap sudah selesai. Sekarang (kemarin siang) sudah nggak ada kiriman lagi,” ucap Yusuf, putra korban. (vad/ron) 

 

 

 

JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Selama tiga hari, sebuah keluarga di Dusun Ngrambut, Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo diteror pesanan fiktif. Mulai perabotan rumah tangga, material bangunan, hingga ambulans.

Adalah Kasipah. Aksi teror itu bermula sejak Selasa (15/2) pagi. Kali pertama, orderan palsu yang diterima keluarga ini adalah sebuah lemari. Diantar menggunakan truk, pesanan yang tiba di lokasi itu membuat keluarga terkejut. Sebab, tak seorang pun memesan perabot tersebut. ”Ya kaget soalnya di sini nggak ada yang pesan. Kita juga nggak tahu siapa yang pesan,” terang perempuan paro baya itu.

Setelah pesanan lemari berhasil ditolak. orderan fiktif terus berdatangan ke rumah Kasipah. Beberapa di antaranya, pesanan palsu itu ditujukan ke anaknya, Yusuf.

Kasipah menceritakan, pesanan yang terus berdatangan ke rumahnya selama tiga hari berturut-turut itu tidak murah. Selain lemari, material bangunan seperti semen, rangka besi, keramik, genting juga dikirim ke rumahnya. Juga ada kulkas, batu nisan, karangan bunga kematian, hingga sedot WC pun ditujukan ke rumah korban. ”Yang antar kulkas itu bilang ke kami, katanya ini surprise buat ulang tahun ibu Kasipah,” sebutnya sembari menirukan.

Baca Juga :  Diparkir, Avanza Nyemplung ke Sungai

Sejumlah pesanan tersebut datang dari wilayah Mojokerto, Surabaya, hingga Malang. ”Yang terakhir itu genting satu truk, datang Kamis (17/2) sore dari Surabaya. Katanya mereka kirim setelah dibayar, tapi dicek lagi ternyata struk pembayarannya itu palsu,” imbuhnya.

Yang membuat keluarga korban syok adalah pesanan batu nisan dan karangan bunga kematian atas nama Kasipah. Beruntung, pesanan palsu itu bisa kembali ke masing-masing toko setelah diberikan penjelasan. Sehingga, tidak ada barang hasil ulah oknum tidak bertanggung jawab itu yang ditinggal di rumah korban.”Semuanya kembali. Nggak kita gak bayar, wong bukan kita yang pesan,” terangnya.

- Advertisement -

Disebutkannya, pesanan karangan bunga kematian datang lebih dari lima kali ke rumahnya. Tak pelak, aksi teror pesanan fiktif yang nyeleneh itu membuat psikis keluarga korban terguncang. Sehingga, sejumlah tetangga korban turut meyakinkan kurir sekaligus menguatkan mental keluarga korban. ”Entah hari Rabu atau Kamis, pukul 01.00 datang kiriman karangan bunga (kematian). Ya akhirnya sekarang kita agak khawatir kalau ada tamu ke sini. Sampai tetangga-tetangga ikut nyegat truk di depan gang kalau mau kirim ke sini. Biar langsung balik saja,” tandas Kasipah. Terakhir, kemarin sore, keluarga ini juga didatangi ambulans. Petugas ambulans menyebut, keluarga ini tengah membutuhkan bantuan karena sakit.

Baca Juga :  Tak Bayar Pajak, Rumah Makan Disegel

Meski menerima teror berkepanjangan, namun Kasipah enggan melaporkan teror orderan fiktif itu ke pihak berwajib. ”Enggak (lapor), kita anggap sudah selesai. Sekarang (kemarin siang) sudah nggak ada kiriman lagi,” ucap Yusuf, putra korban. (vad/ron) 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/