alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Kuli Bangunan Ngutil Perhiasan di Tempat Kerja

MOJOKERTO – Hari-hari KMC, 21, warga Desa Berat Wetan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto kini harus dihabiskan di balik sel tahanan Polresta Mojokerto.

Itu setelah pria yang kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan diketahui melakukan pencurian di tempat kerjanya. Petugas berhasil menangkap tersangka di rumahnya setelah sebelumnya mendapati laporan dari AR, 24, warga Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojoketo.

Dalam laporannya, AR mengaku menjadi korban pencurian perhiasan emas yang ditaruh di dalam almari rumah. Mendapat laporan itu, petugas bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sekaligus melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

’’Korban mengalami kerugian Rp 6 juta,’’ ungkap Kasubbaghumas Polresta Mojokerto, Iptu Katmanto, Senin (18/2). Kerugian itu ditafsir dari nilai perhiasan milik korban yang hilang. Meliputi, kalung, gelang, dan cincin.

Baca Juga :  Fakta Baru, Kernet Pengemudi Bus Maut Sempat Tertidur Dua Menit

Tak membutuhkan waktu lama, setelah aksi pencurian ini dilaporkan pada Jumat (15/2), di hari yang sama, petugas berhasil menangkap KMC di rumahnya. Setelah sebelumnya petugas berhasil mengidentifikasi pelaku. Tidak ada perlawanan, pelaku hanya bisa pasrah saat digelandang ke mapolresta untuk didalami.

’’Kebetulan, saat pencurian pelaku juga sedang menjadi kuli bangunan di rumah korban,’’ tuturnya. Dari tangan pelaku, sejumlah barang bukti ikut disita petugas. Di antaranya, dua perhiasan cincin kawin, dan uang tunai Rp 1,2 juta sisa penjualan perhiasan.

Tak hanya itu, satu unit sepeda motor Suzuki Satria Fu warna hitam milik tersangka turut diamankan. ’’Kami juga sita tas rangsel yang dipakai membawa perhiasan, serta dua lembar kuitansi pembelian perhiasan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Cabuli 4 Santri, Tak Diancam Kebiri

Kini tersangka langsung ditahan di mapolresta. Dia dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman paling lama sekitar 5 tahun penjara. 

 

MOJOKERTO – Hari-hari KMC, 21, warga Desa Berat Wetan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto kini harus dihabiskan di balik sel tahanan Polresta Mojokerto.

Itu setelah pria yang kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan diketahui melakukan pencurian di tempat kerjanya. Petugas berhasil menangkap tersangka di rumahnya setelah sebelumnya mendapati laporan dari AR, 24, warga Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojoketo.

Dalam laporannya, AR mengaku menjadi korban pencurian perhiasan emas yang ditaruh di dalam almari rumah. Mendapat laporan itu, petugas bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sekaligus melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

’’Korban mengalami kerugian Rp 6 juta,’’ ungkap Kasubbaghumas Polresta Mojokerto, Iptu Katmanto, Senin (18/2). Kerugian itu ditafsir dari nilai perhiasan milik korban yang hilang. Meliputi, kalung, gelang, dan cincin.

Baca Juga :  Truk Tangki Air Terguling di Sawah

Tak membutuhkan waktu lama, setelah aksi pencurian ini dilaporkan pada Jumat (15/2), di hari yang sama, petugas berhasil menangkap KMC di rumahnya. Setelah sebelumnya petugas berhasil mengidentifikasi pelaku. Tidak ada perlawanan, pelaku hanya bisa pasrah saat digelandang ke mapolresta untuk didalami.

’’Kebetulan, saat pencurian pelaku juga sedang menjadi kuli bangunan di rumah korban,’’ tuturnya. Dari tangan pelaku, sejumlah barang bukti ikut disita petugas. Di antaranya, dua perhiasan cincin kawin, dan uang tunai Rp 1,2 juta sisa penjualan perhiasan.

- Advertisement -

Tak hanya itu, satu unit sepeda motor Suzuki Satria Fu warna hitam milik tersangka turut diamankan. ’’Kami juga sita tas rangsel yang dipakai membawa perhiasan, serta dua lembar kuitansi pembelian perhiasan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Setubuhi Pelajar SMP, Tukang Jahit Ditangkap Polisi

Kini tersangka langsung ditahan di mapolresta. Dia dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman paling lama sekitar 5 tahun penjara. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/