alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Nataru, Karaoke Wajib Tutup

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tempat hiburan malam di Kota Mojokerto dilarang beroperasi selama Natal dan tahun dan tahun baru (Nataru). Yakni 24-25 Desember serta 31 Desember sampai 1 Januari. Aturan teknis bakal diatur dalam surat edaran (SE) Wali Kota.

Kebijakan tersebut mulai disosialisasikan melalui sidak ke sejumlah tempat hiburan malam, Kamis malam (16/12). Satpol PP Kota Mojokerto bersama Kodim 0815 Mojokerto dan Denpom V/2 Mojokerto memeriksa penerapan protokol kesehatan (prokes) di empat rumah karaoke dan warung di kawasan Jalan Benteng Pancasila.

Hasilnya, petugas tak menemukan pelanggaran. Seluruh tempat hiburan malam telah menjalankan prokes. Seperti syarat aplikasi PeduliLindungi serta upaya pencegahan persebaran Covid-19 lainnya. ’’Semua sudah pakai PeduliLindungi dan sesuai prokes,’’ terang Kabid Trantib Satpol PP Kota Mojokerto Fudi Harijanto.

Baca Juga :  Puluhan Kursi PPPK Guru Lowong

Menurutnya, sidak ini juga untuk mensosialisasikan kebijakan peniadaan kegiatan di tempat hiburan malam selama Nataru. Penutupan total ini bakal berlaku selama empat hari. ’’Penutupan nanti ada SE Wali Kota. Namun untuk kejelasannya itu kita tunggu SE bu Wali Kota,’’ ungkapnya.

Fudi menegaskan, penghentian operasional sementara ini berlaku bagi seluruh tempat hiburan malam. Meliputi rumah karaoke dan warung-warung yang menyediakan live musik. Jelang penerapan kebijakan, bakal dibarengi dengan sosialisasi ke lokasi.

Dia mengakui, kebijakan penutupan ini tidak lepas dari upaya antisipasi persebaran Covid-19 maupun potensi gangguan kamtibmas yang rawan terjadi selama momen Nataru.

Selain tempat hiburan, atensi juga dilakukan terhadap aksi-aksi tindak asusila. Dalam kesempatan Jumat malam ini, pihaknya juga merazia dua tempat kos di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Namun, penyisiran itu tidak ditemukan pelanggaran.

Baca Juga :  Dinkes Kejar Target Vaksin Dosis Kedua

Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono menegaskan, ketentuan teknis terkait penutupan sementara ini sedang diatur dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang saat ini masih dalam tahap proses. ”Sudah dikoordinasikan terkait penutupan hiburan malam dengan pihak-pihak terkait. Saat ini (SE) masih diproses. Teknisnya nanti di SE itu,” bebernya. (adi/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tempat hiburan malam di Kota Mojokerto dilarang beroperasi selama Natal dan tahun dan tahun baru (Nataru). Yakni 24-25 Desember serta 31 Desember sampai 1 Januari. Aturan teknis bakal diatur dalam surat edaran (SE) Wali Kota.

Kebijakan tersebut mulai disosialisasikan melalui sidak ke sejumlah tempat hiburan malam, Kamis malam (16/12). Satpol PP Kota Mojokerto bersama Kodim 0815 Mojokerto dan Denpom V/2 Mojokerto memeriksa penerapan protokol kesehatan (prokes) di empat rumah karaoke dan warung di kawasan Jalan Benteng Pancasila.

Hasilnya, petugas tak menemukan pelanggaran. Seluruh tempat hiburan malam telah menjalankan prokes. Seperti syarat aplikasi PeduliLindungi serta upaya pencegahan persebaran Covid-19 lainnya. ’’Semua sudah pakai PeduliLindungi dan sesuai prokes,’’ terang Kabid Trantib Satpol PP Kota Mojokerto Fudi Harijanto.

Baca Juga :  Puluhan Kursi PPPK Guru Lowong

Menurutnya, sidak ini juga untuk mensosialisasikan kebijakan peniadaan kegiatan di tempat hiburan malam selama Nataru. Penutupan total ini bakal berlaku selama empat hari. ’’Penutupan nanti ada SE Wali Kota. Namun untuk kejelasannya itu kita tunggu SE bu Wali Kota,’’ ungkapnya.

Fudi menegaskan, penghentian operasional sementara ini berlaku bagi seluruh tempat hiburan malam. Meliputi rumah karaoke dan warung-warung yang menyediakan live musik. Jelang penerapan kebijakan, bakal dibarengi dengan sosialisasi ke lokasi.

Dia mengakui, kebijakan penutupan ini tidak lepas dari upaya antisipasi persebaran Covid-19 maupun potensi gangguan kamtibmas yang rawan terjadi selama momen Nataru.

- Advertisement -

Selain tempat hiburan, atensi juga dilakukan terhadap aksi-aksi tindak asusila. Dalam kesempatan Jumat malam ini, pihaknya juga merazia dua tempat kos di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Namun, penyisiran itu tidak ditemukan pelanggaran.

Baca Juga :  Sita 621 Botol Miras untuk Pesta Tahun Baru

Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono menegaskan, ketentuan teknis terkait penutupan sementara ini sedang diatur dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang saat ini masih dalam tahap proses. ”Sudah dikoordinasikan terkait penutupan hiburan malam dengan pihak-pihak terkait. Saat ini (SE) masih diproses. Teknisnya nanti di SE itu,” bebernya. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/