alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Polisi Seret Dua Cewek Keramas di Atas Motor ke Ranah Pidana

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Video challenge beradegan keramas dengan mengendarai motor akhirnya diproses pidana oleh kepolisian. Selasa (17/12), Satreskrim Polres Mojokerto melakukan pemeriksaan kepada yang diduga terlibat dalam pembuatan video berdurasi 30 detik tersebut.

Baik penyanyi dangdut, Icha Kharoline dan adiknya, Ajeng Amelia, sebagai pemeran video, maupun pihak yang terlibat. Yakni, kameramen dan asistennya.

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Putu Prima Yogantara, mengatakan, pihaknya memang melakukan penanganan video sensasional yang diperankan Icha dan Ajeng.

Pemeriksaan ini setelah sebelumnya pengendara diputuskan dijatuhi sanksi tilang oleh satlantas. ’’Hari ini (kemarin, Red) kami melakukan pemeriksaan pada dua wanita,’’ ujarnya, kemarin.

Dewa menyatakan, video yang digarap pada Kamis (12/12) itu dinilai bukan pada tempatnya. Yakni, mengendarai motor tanpa helm, tetapi mereka justru beradegan aneh. Mengenakan daster tanktop dan berkeramas sembari mengendarai sepeda motor Honda Scoopy. ’’(Pemeriksaan) ini dalam rangka mencari unsur pidananya,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Rambut Gondrong, KTA Disita

Memang, sebelumnya Icha berinisiatif membuat video berkonten unik. Untuk merealisasikan itu, video yang mengambil gambar di sepanjang Jalan Raya Jayanegara, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri itu, Icha mengajak tiga orang. Mereka memiliki peran berbeda.

Ajeng bertugas membonceng Icha mengendarai sepeda motor Nopol S 2254 QQ warna putih biru. Sementara, dua orang lainnya sebagai kameramen dan asisten. Namun, di tengah editing, Rendra diam-diam justru meng-upload video yang dieditnya.

Dalam hitungan detik, video beradegan keramas di atas motor itu membawa ember dan gayung viral. ’’Saat video ini dibikin status di story di WhatsApp Rendra, vidio ini diunduh teman-temannya dan akhirnya menyebar dan viral,’’ terangnya.

Untuk menjerat para pelaku, penyidik, kata Dewa, bakal menerapkan pasal 493 KUHP juncto 511 KUHP. Yakni, barang siapa yang sedang melakukan pawai, dan sebagaimana tidak menaati perintah maupun petunjuk dari polisi yang diberikan untuk mencegah kecelakaan dan kemacetan lalu lintas bisa dipidana. Dengan ancaman hukuman selama-lamamya satu bulan.

Baca Juga :  Penipuan Bisnis Kavling Tanah dan Properti Marak

Kendati demikian, sejauh ini status Icha dan Ajeng masih sebagai saksi. ’’Pidana ini ancaman hukuman di bawah tiga bulan kurungan,’’ tuturnya.

Dewa mengaku, pemeriksaan sekaligus penyelidikan pada ranah pidana ini tak lain agar masyarakat tidak mengikuti tindakan serupa. Baik karena iseng atau alasan lainnya. ’’Tindakan ini juga bisa berakibat fatal dan membahayakan nyawa orang lain,” tegasnya.

Sementara itu, Icha Kharoline kembali mengungkapkan permintaan maaf kepada publik atas aksi keramas di atas sepeda motor bersama adiknya. ’’Saya tidak mau mengulangi lagi. Saya menyesal, karena sudah mengganggu pengguna jalan,’’ ungkapnya.

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Video challenge beradegan keramas dengan mengendarai motor akhirnya diproses pidana oleh kepolisian. Selasa (17/12), Satreskrim Polres Mojokerto melakukan pemeriksaan kepada yang diduga terlibat dalam pembuatan video berdurasi 30 detik tersebut.

Baik penyanyi dangdut, Icha Kharoline dan adiknya, Ajeng Amelia, sebagai pemeran video, maupun pihak yang terlibat. Yakni, kameramen dan asistennya.

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Putu Prima Yogantara, mengatakan, pihaknya memang melakukan penanganan video sensasional yang diperankan Icha dan Ajeng.

Pemeriksaan ini setelah sebelumnya pengendara diputuskan dijatuhi sanksi tilang oleh satlantas. ’’Hari ini (kemarin, Red) kami melakukan pemeriksaan pada dua wanita,’’ ujarnya, kemarin.

Dewa menyatakan, video yang digarap pada Kamis (12/12) itu dinilai bukan pada tempatnya. Yakni, mengendarai motor tanpa helm, tetapi mereka justru beradegan aneh. Mengenakan daster tanktop dan berkeramas sembari mengendarai sepeda motor Honda Scoopy. ’’(Pemeriksaan) ini dalam rangka mencari unsur pidananya,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Komplotan Pembobolan ATM BCA Rp 673 Juta asal Kota Surabaya

Memang, sebelumnya Icha berinisiatif membuat video berkonten unik. Untuk merealisasikan itu, video yang mengambil gambar di sepanjang Jalan Raya Jayanegara, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri itu, Icha mengajak tiga orang. Mereka memiliki peran berbeda.

- Advertisement -

Ajeng bertugas membonceng Icha mengendarai sepeda motor Nopol S 2254 QQ warna putih biru. Sementara, dua orang lainnya sebagai kameramen dan asisten. Namun, di tengah editing, Rendra diam-diam justru meng-upload video yang dieditnya.

Dalam hitungan detik, video beradegan keramas di atas motor itu membawa ember dan gayung viral. ’’Saat video ini dibikin status di story di WhatsApp Rendra, vidio ini diunduh teman-temannya dan akhirnya menyebar dan viral,’’ terangnya.

Untuk menjerat para pelaku, penyidik, kata Dewa, bakal menerapkan pasal 493 KUHP juncto 511 KUHP. Yakni, barang siapa yang sedang melakukan pawai, dan sebagaimana tidak menaati perintah maupun petunjuk dari polisi yang diberikan untuk mencegah kecelakaan dan kemacetan lalu lintas bisa dipidana. Dengan ancaman hukuman selama-lamamya satu bulan.

Baca Juga :  Polisi Usut Dugaan Pemalsuan Surat Bebas Covid-19

Kendati demikian, sejauh ini status Icha dan Ajeng masih sebagai saksi. ’’Pidana ini ancaman hukuman di bawah tiga bulan kurungan,’’ tuturnya.

Dewa mengaku, pemeriksaan sekaligus penyelidikan pada ranah pidana ini tak lain agar masyarakat tidak mengikuti tindakan serupa. Baik karena iseng atau alasan lainnya. ’’Tindakan ini juga bisa berakibat fatal dan membahayakan nyawa orang lain,” tegasnya.

Sementara itu, Icha Kharoline kembali mengungkapkan permintaan maaf kepada publik atas aksi keramas di atas sepeda motor bersama adiknya. ’’Saya tidak mau mengulangi lagi. Saya menyesal, karena sudah mengganggu pengguna jalan,’’ ungkapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/