alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Polisi Amankan Bungkus Masker Isi Pil Koplo

DLANGGU, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sunardi alias Jamari, 41, hanya tertunduk saat dikeler petugas ke sel tahanan Polres Mojokerto. Dia dibekuk Satresnarkoba Polres Mojokerto lantaran terbukti mengedarkan pil double L alias pil koplo. Setidaknya, 710 butir pil koplo berhasil diamankan dari tangan pelaku.

Kasat Resnarkoba Polres Mojokerto AKP Bambang Tri Sutrisno mengatakan, warga Dusun Pekingan, Desa Sumbersono, Kecamatan Dlanggu, itu sudah lama menjadi target operasi petugas. Sebab, pelaku dikenal sebagai pemain lama dan licin saat beraksi mengedarkan obat-obatan terlarang tersebut. ’’Pelaku sudah kami tangkap sekitar pukul 19.00 Jumat (13/5). Sekarang sudah kami amankan berikut barang buktinya,’’ ujarnya kemarin.

Penangkapan pria tamatan SD itu bermula saat petugas mendapat informasi jika pelaku tengah beraksi di wilayah Dlanggu. Tak mau kehilangan jejak, petugas langsung menuju ke lokasi sekaligus mengintai gerak-gerak pelaku. Disinyalir rampung bertransaksi, pelaku lantas bergerak pulang menuju Desa Sumbersono. Setibanya di rumah pelaku, petugas langsung menangkap Jamari.

Baca Juga :  Tahanan Baru Melonjak sejak Pandemi

Petugas langsung menggeledah seisi kamar pelaku. Jamari tak bisa berkutik saat petugas mendapati 710 butir pil koplo di kamarnya. ’’Ada 71 kemasan pil double L yang kami amankan. Masing-masing berisi 10 butir,’’ sebut Bambang.

Modusnya, Jamari menyimpan ratusan butir pil koplo tersebut di dalam bungkus kemasan masker penutup hidung untuk mengelabuhi petugas. ’’Pelaku memanfaat kemasan masker ini untuk mengelabuhi petugas. Jadi orang awam pun tidak bakal mengira kalau di dalam bungkus masker itu isinya obat-obatan terlarang,’’ imbuhnya.

Di hadapan petugas, pelaku mengaku mendapat pil koplo tersebut dari seorang warga Kabupaten Mojokerto yang kini statusnya menjadi buronan polisi. Setiap 1.000 butirnya, Jamari beli seharga Rp 1,1 juta untuk diecer ke pemakai alias jaringannya. ’’Pelaku mendapat keuntungan berkali-kali lipat dari hasil menjual pil double L secara eceran ke pemakai-pemakai,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Cerita Terkuaknya Kebocoran Uang Suap Perizinan Tower

Selain menyita ratusan pil koplo tersebut, petugas turut menyita sejumlah barang bukti lain dari tangan pelaku. Di antaranya, satu unit ponsel pintar hingga uang hasil penjualan pil koplo senilai Rp 209 ribu. Kini, pelaku dan sejumlah barang bukti telah diamankan di mapolres guna kepentingan pengembangan. ’’Dari hasil pemeriksaan dan barang bukti yang ada, kami sudah mengantongi nama pemasoknya. Masih kami lakukan pengembangan lebih lanjut,’’ tandas mantan Kapolsek Prigen itu. (vad/fen)

DLANGGU, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sunardi alias Jamari, 41, hanya tertunduk saat dikeler petugas ke sel tahanan Polres Mojokerto. Dia dibekuk Satresnarkoba Polres Mojokerto lantaran terbukti mengedarkan pil double L alias pil koplo. Setidaknya, 710 butir pil koplo berhasil diamankan dari tangan pelaku.

Kasat Resnarkoba Polres Mojokerto AKP Bambang Tri Sutrisno mengatakan, warga Dusun Pekingan, Desa Sumbersono, Kecamatan Dlanggu, itu sudah lama menjadi target operasi petugas. Sebab, pelaku dikenal sebagai pemain lama dan licin saat beraksi mengedarkan obat-obatan terlarang tersebut. ’’Pelaku sudah kami tangkap sekitar pukul 19.00 Jumat (13/5). Sekarang sudah kami amankan berikut barang buktinya,’’ ujarnya kemarin.

Penangkapan pria tamatan SD itu bermula saat petugas mendapat informasi jika pelaku tengah beraksi di wilayah Dlanggu. Tak mau kehilangan jejak, petugas langsung menuju ke lokasi sekaligus mengintai gerak-gerak pelaku. Disinyalir rampung bertransaksi, pelaku lantas bergerak pulang menuju Desa Sumbersono. Setibanya di rumah pelaku, petugas langsung menangkap Jamari.

Baca Juga :  Pengedar Koplo di Kawasan Wisata Dibekuk

Petugas langsung menggeledah seisi kamar pelaku. Jamari tak bisa berkutik saat petugas mendapati 710 butir pil koplo di kamarnya. ’’Ada 71 kemasan pil double L yang kami amankan. Masing-masing berisi 10 butir,’’ sebut Bambang.

Modusnya, Jamari menyimpan ratusan butir pil koplo tersebut di dalam bungkus kemasan masker penutup hidung untuk mengelabuhi petugas. ’’Pelaku memanfaat kemasan masker ini untuk mengelabuhi petugas. Jadi orang awam pun tidak bakal mengira kalau di dalam bungkus masker itu isinya obat-obatan terlarang,’’ imbuhnya.

Di hadapan petugas, pelaku mengaku mendapat pil koplo tersebut dari seorang warga Kabupaten Mojokerto yang kini statusnya menjadi buronan polisi. Setiap 1.000 butirnya, Jamari beli seharga Rp 1,1 juta untuk diecer ke pemakai alias jaringannya. ’’Pelaku mendapat keuntungan berkali-kali lipat dari hasil menjual pil double L secara eceran ke pemakai-pemakai,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Izin Camilan Cokelat-Pilus Dicabut
- Advertisement -

Selain menyita ratusan pil koplo tersebut, petugas turut menyita sejumlah barang bukti lain dari tangan pelaku. Di antaranya, satu unit ponsel pintar hingga uang hasil penjualan pil koplo senilai Rp 209 ribu. Kini, pelaku dan sejumlah barang bukti telah diamankan di mapolres guna kepentingan pengembangan. ’’Dari hasil pemeriksaan dan barang bukti yang ada, kami sudah mengantongi nama pemasoknya. Masih kami lakukan pengembangan lebih lanjut,’’ tandas mantan Kapolsek Prigen itu. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/