alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Berkas Tuntas, Rois Dibiarkan Bebas

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Mojokerto Ustadzi Rois cukup beruntung. Di saat berkas pemeriksaan atas kasus yang menyeretnya menjadi tersangka telah rampung (P-21), ia tak ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari). Rois dibiarkan bebas lantaran dianggap kooperatif dan pasal yang menjeratnya sangat ringan.

Kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami Rois ini telah dinyatakan lengkap oleh Kejari Kabupaten Mojokerto. Senin (17/2), Polres Mojokerto menyerahkan seluruh dokumen pemeriksaan dan tersangka ke Kejari.

Tiba di ruang Pidana Umum tepat pukul 14.00, Rois yang didampingi penasihat hukumnya itu, langsung menjalani pemeriksaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Ivan Yoko. Pemeriksaan selama lebih sejam itu, Rois kemudian meninggalkan ruangan dan keluar dari kantor Kejari.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Amankan 179 Botol Arak Bali

Kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Ivan Yoko menegaskan, Rois tak ditahan lantaran pasal yang menjeratnya terlalu ringan. Yakni, pasal 45 juncto pasal 49 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Dalam pasal itu ditegaskan, setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak Rp 9 juta. ’’Karena pasal. Makanya tidak ditahan,’’ ungkapnya.

Ivan Yoko menambahkan, rampungnya pemeriksaan kasus ini di kepolisian, maka dalam waktu dekat, jaksa akan segera menyeret kasus ini ke meja pengadilan. ’’Tidak lama lagi. Segera kita bawa sidang,’’ jelasnya.

Perlu diketahui, Ustadzi Rois ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus KDRT sejak Agustus 2019 lalu. penetapan tersangka ini bermula dari laporan Sunarti, istri Rois ke Polres Mojokerto awal Januari 2019. Sunarti diketahui sebagai hakim di Pengadilan Negeri Pamekasan, Madura.

Baca Juga :  Pengajuan Normalisasi Selalu Kandas

Kepada penyidik, Sunarti mengaku, tak pernah mendapatkan nafkah lahir dan batin sejak Agustus 2018 lalu. Selain nafkah, Sunarti juga kerap tertekan dengan sikap Rois yang sangat kasar kepada dirinya. Setiap muncul persoalan di keluarganya, kalimat-kalimat tak layak kerap dilontarkan.

Di antaranya, kerap mengeluarkan ancaman cerai. Perkataan itu dianggap sangat menyiksa yang mengakibatkan tekanan mental kepada Sunarti. Tak kuat dengan kekasaran suaminya, Sunarti pun akhirnya melaporkan ke Polres Mojokerto, 12 Januari.

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Mojokerto Ustadzi Rois cukup beruntung. Di saat berkas pemeriksaan atas kasus yang menyeretnya menjadi tersangka telah rampung (P-21), ia tak ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari). Rois dibiarkan bebas lantaran dianggap kooperatif dan pasal yang menjeratnya sangat ringan.

Kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami Rois ini telah dinyatakan lengkap oleh Kejari Kabupaten Mojokerto. Senin (17/2), Polres Mojokerto menyerahkan seluruh dokumen pemeriksaan dan tersangka ke Kejari.

Tiba di ruang Pidana Umum tepat pukul 14.00, Rois yang didampingi penasihat hukumnya itu, langsung menjalani pemeriksaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Ivan Yoko. Pemeriksaan selama lebih sejam itu, Rois kemudian meninggalkan ruangan dan keluar dari kantor Kejari.

Baca Juga :  Eks Kepala Dinas PUPR Tersangka

Kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Ivan Yoko menegaskan, Rois tak ditahan lantaran pasal yang menjeratnya terlalu ringan. Yakni, pasal 45 juncto pasal 49 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Dalam pasal itu ditegaskan, setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak Rp 9 juta. ’’Karena pasal. Makanya tidak ditahan,’’ ungkapnya.

Ivan Yoko menambahkan, rampungnya pemeriksaan kasus ini di kepolisian, maka dalam waktu dekat, jaksa akan segera menyeret kasus ini ke meja pengadilan. ’’Tidak lama lagi. Segera kita bawa sidang,’’ jelasnya.

- Advertisement -

Perlu diketahui, Ustadzi Rois ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus KDRT sejak Agustus 2019 lalu. penetapan tersangka ini bermula dari laporan Sunarti, istri Rois ke Polres Mojokerto awal Januari 2019. Sunarti diketahui sebagai hakim di Pengadilan Negeri Pamekasan, Madura.

Baca Juga :  2.453 Butir Dobel L dari Lapas Porong Diamankan

Kepada penyidik, Sunarti mengaku, tak pernah mendapatkan nafkah lahir dan batin sejak Agustus 2018 lalu. Selain nafkah, Sunarti juga kerap tertekan dengan sikap Rois yang sangat kasar kepada dirinya. Setiap muncul persoalan di keluarganya, kalimat-kalimat tak layak kerap dilontarkan.

Di antaranya, kerap mengeluarkan ancaman cerai. Perkataan itu dianggap sangat menyiksa yang mengakibatkan tekanan mental kepada Sunarti. Tak kuat dengan kekasaran suaminya, Sunarti pun akhirnya melaporkan ke Polres Mojokerto, 12 Januari.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/