alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Santri Tewas Disambar Truk

KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kecelakaan menewaskan dua pelajar sekaligus santri Pondok Pesantren (PP) Amanatul Quran Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Jumat sore (17/1) kecelakaan terjadi di Jalan Raya Desa Gedangan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Kedua korban meregang nyawa setelah sepeda motor yang dikendarai terlibat adu moncong dengan sebuah truk dari arah yang berlawanan. Dua korban itu adalah Ridho, 14, warga Dusun Ngumpak, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, dan Noval Faiz, 15, warga Dusun Sukorejo, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet. Petaka ini terjadi pukul 13.30.

Ceritanya, kedua korban mengendarai sepeda motor Honda Supra Nopol S 5363 YK berboncengan melaju dari arah Mojosari menuju Dlanggu. ’’Motor dikendarai Ridho dengan membonceng Noval,’’ ungkap Kanitlaka Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Edy Widoyono.

Baca Juga :  Tak Pakai Masker, Sepeda Angin Disita

Di tempat kejadian perkara (TKP), korban berusaha mendahului truk berada di depannya dari sisi kanan. Truk itu tidak diketahui nopolnya. Nahas, belum berhasil mendahului truk, dari arah berlawanan melaju truk nopol N 9386 NJ dikemudikan Sumiadi, 43, warga Dusun/Desa Sentulan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo.

Jarak yang dekat mengakibatkan tabrakan. ’’Dugaan awal karena korban terlalu mengambil haluan ke kanan hingga mengambil jalur lawan,’’ jelasnya. Kerasnya bentuan membuat sepeda motor korban remuk. Bodi depan tak beraturan. Sedangkan, veleg ban depan bengkok. Begitu juga dengan kedua korban mengalami luka serius. Benturan yang terjadi pada tubuh korban mengakibatkan para santri ini tewas. Pendarahan hebat terjadi pada kepala keduanya. Apalagi, satu di antaranya, Noval diketahui tidak mengenakan helm. Bahkan, motor menimpa tubuh korban.

Baca Juga :  Tabrak Pohon Asem, Anggota Klub Motor Tewas

’’Selain masih anak di bawah umur, yang bikin prihatin, saat berkendara korban juga tidak memakai helm sebagai pengaman,’’ sesalnya. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui memang ada human error. Korban yang tidak paham haluan rambu-rambu lalu lintas diduga kurang hati-hati saat mendahului. Keberadaan garis marka yang ada di tengah jalan juga tidak putus-putus.

’’Itu artinya, tidak boleh mendahului. Apalagi, sampai melebihi marka,’’ tegasnya.Untuk proses penyelidikan, petugas mengamankan dua kendaraan yang terlibat ke Mapolres Mojokerto sebagai barang bukti. Sopir truk juga diamankan untuk dimintai keterangan. Sementara, kedua korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Prof dr Soekandar Mojoksari untuk divisum. ’’Status korban ini memang santri di Pondok Amanatul Quran Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet,’’ pungkasnya.(ron)

KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kecelakaan menewaskan dua pelajar sekaligus santri Pondok Pesantren (PP) Amanatul Quran Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Jumat sore (17/1) kecelakaan terjadi di Jalan Raya Desa Gedangan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Kedua korban meregang nyawa setelah sepeda motor yang dikendarai terlibat adu moncong dengan sebuah truk dari arah yang berlawanan. Dua korban itu adalah Ridho, 14, warga Dusun Ngumpak, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, dan Noval Faiz, 15, warga Dusun Sukorejo, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet. Petaka ini terjadi pukul 13.30.

Ceritanya, kedua korban mengendarai sepeda motor Honda Supra Nopol S 5363 YK berboncengan melaju dari arah Mojosari menuju Dlanggu. ’’Motor dikendarai Ridho dengan membonceng Noval,’’ ungkap Kanitlaka Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Edy Widoyono.

Baca Juga :  Tabrak Pohon Asem, Anggota Klub Motor Tewas

Di tempat kejadian perkara (TKP), korban berusaha mendahului truk berada di depannya dari sisi kanan. Truk itu tidak diketahui nopolnya. Nahas, belum berhasil mendahului truk, dari arah berlawanan melaju truk nopol N 9386 NJ dikemudikan Sumiadi, 43, warga Dusun/Desa Sentulan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo.

Jarak yang dekat mengakibatkan tabrakan. ’’Dugaan awal karena korban terlalu mengambil haluan ke kanan hingga mengambil jalur lawan,’’ jelasnya. Kerasnya bentuan membuat sepeda motor korban remuk. Bodi depan tak beraturan. Sedangkan, veleg ban depan bengkok. Begitu juga dengan kedua korban mengalami luka serius. Benturan yang terjadi pada tubuh korban mengakibatkan para santri ini tewas. Pendarahan hebat terjadi pada kepala keduanya. Apalagi, satu di antaranya, Noval diketahui tidak mengenakan helm. Bahkan, motor menimpa tubuh korban.

Baca Juga :  PK Dikabulkan, Teguh Gunarko Segera Bebas

’’Selain masih anak di bawah umur, yang bikin prihatin, saat berkendara korban juga tidak memakai helm sebagai pengaman,’’ sesalnya. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui memang ada human error. Korban yang tidak paham haluan rambu-rambu lalu lintas diduga kurang hati-hati saat mendahului. Keberadaan garis marka yang ada di tengah jalan juga tidak putus-putus.

- Advertisement -

’’Itu artinya, tidak boleh mendahului. Apalagi, sampai melebihi marka,’’ tegasnya.Untuk proses penyelidikan, petugas mengamankan dua kendaraan yang terlibat ke Mapolres Mojokerto sebagai barang bukti. Sopir truk juga diamankan untuk dimintai keterangan. Sementara, kedua korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Prof dr Soekandar Mojoksari untuk divisum. ’’Status korban ini memang santri di Pondok Amanatul Quran Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet,’’ pungkasnya.(ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/