alexametrics
22.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Satu Pelaku Masih Buron

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pelaku pengeroyokan di Lingkungan Balong Cangkring 1, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon terungkap. Mokhamad Bisri, 42, mengaku nekat membacok keponakannya sendiri, Sukis Eko Cahyono, 34, dengan sebilah pedang lantaran tidak terima dituduh mencuri uang Rp 1 juta dari tempat kerja. Seorang pelaku lain kini masih dalam pengejaran.

Setelah pelarian selama lima hari, pelaku ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto Kota di rumah kerabatnya di Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jumat (12/11) sekitar pukul 20.00. Aksi pembacokan dilakukan disebut-sebut dilakukan pelaku dalam kondisi mabuk.

Peristiwa bermula ketika korban bergabung dengan Bisri dan AT, pelaku lain yang masih buron, serta seorang saksi yang sedang minum-minuman keras di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Bisri dan Sukis kemudian terlibat cek-cok saat membahas persoalan kerja. Bisri tertinggung lantaran merasa dituduh menilap uang transportasi pengiriman alat cetakan kue. ”Sekitar Rp 1 juta lebih katanya saya yang bawa,” ujar Bisri.

Baca Juga :  Rumah Hancur Disasar Dump Truck, Sekeluarga Selamat

Situasi semakin runyam setelah AT memukul mertua Sukis yang datang ke lokasi untuk menengahi perselisihan. Sukis berusaha melerai perkelahian. Namun, ia justru dikeroyok Bisri dan AT. Sukis lalu berlari mengambil pisau di dapur. Saat kembali, Bisri sudah membawa sebilah pedang dan AT memegang sapu.

Dalam perkelahian itu, Sukis mendapat luka sabet parah di bagian leher, dada, dan tangan.  Dia sempat kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. ”Setelah bacokan, saya kabur ke Ngimbang, (Kabupaten Lamongan). Dia (korban) ponakan saya,” ucapnya. Selama lima hari pelarian, Bisri berpidah tempat. Dari Lamongan, Tuban, hingga akhirnya tertangkap di Jombang.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, barang bukti yang diamankan meliputi pisau dapur, sapu, serta pedang. Bisri mengaku, pedang sepanjang kurang lebih 50 sentimeter itu biasanya disimpan di gubuk. Dia biasa memakainya untuk membersihkan semak-semak. Pasca insiden, pedang tersebut dibuang di bantaran sungai kawasan Desa Ngingasrembyong Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Ngaku Disuruh Polisi, Kurir Narkoba Dibekuk

Rofiq menegaskan, pelaku dijerat Pasal 170 Ayat 2 KUHP tentang pengeroyokan. Dia terancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara akibat melakukan penganiayaan secara bersama-sama menggunakan senjata tajam. Kini, pihaknya tengah fokus mengejar pelaku lain, AT yang berstatus DPO. ”Sampai ke ujung dunia juga saya kejar. Atas nama hukum, saya minta dari keluarga silakan baik-baik menyerahkan diri dan ikuti proses hukum dengan gentle,” ujarnya. Informasi terakhir, AT masih berkeliaran di luar kota.

Sebelumnya, Sukis ditemukan terkapar dengan kondisi bersimpah darah di depan rumahnya, Senin malam (8/11). Ketua RT setempat mengevakuasinya ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto lantaran mendapat luka sejumlah sabetan cukup parah. Dalam kejadian itu, TKP teras rumahnya juga rusak akibat bekas perkelahian. (adi/fen)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pelaku pengeroyokan di Lingkungan Balong Cangkring 1, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon terungkap. Mokhamad Bisri, 42, mengaku nekat membacok keponakannya sendiri, Sukis Eko Cahyono, 34, dengan sebilah pedang lantaran tidak terima dituduh mencuri uang Rp 1 juta dari tempat kerja. Seorang pelaku lain kini masih dalam pengejaran.

Setelah pelarian selama lima hari, pelaku ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto Kota di rumah kerabatnya di Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jumat (12/11) sekitar pukul 20.00. Aksi pembacokan dilakukan disebut-sebut dilakukan pelaku dalam kondisi mabuk.

Peristiwa bermula ketika korban bergabung dengan Bisri dan AT, pelaku lain yang masih buron, serta seorang saksi yang sedang minum-minuman keras di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Bisri dan Sukis kemudian terlibat cek-cok saat membahas persoalan kerja. Bisri tertinggung lantaran merasa dituduh menilap uang transportasi pengiriman alat cetakan kue. ”Sekitar Rp 1 juta lebih katanya saya yang bawa,” ujar Bisri.

Baca Juga :  32 Kendaraan Ditindak, Satu Unit Dikandangkan

Situasi semakin runyam setelah AT memukul mertua Sukis yang datang ke lokasi untuk menengahi perselisihan. Sukis berusaha melerai perkelahian. Namun, ia justru dikeroyok Bisri dan AT. Sukis lalu berlari mengambil pisau di dapur. Saat kembali, Bisri sudah membawa sebilah pedang dan AT memegang sapu.

Dalam perkelahian itu, Sukis mendapat luka sabet parah di bagian leher, dada, dan tangan.  Dia sempat kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. ”Setelah bacokan, saya kabur ke Ngimbang, (Kabupaten Lamongan). Dia (korban) ponakan saya,” ucapnya. Selama lima hari pelarian, Bisri berpidah tempat. Dari Lamongan, Tuban, hingga akhirnya tertangkap di Jombang.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, barang bukti yang diamankan meliputi pisau dapur, sapu, serta pedang. Bisri mengaku, pedang sepanjang kurang lebih 50 sentimeter itu biasanya disimpan di gubuk. Dia biasa memakainya untuk membersihkan semak-semak. Pasca insiden, pedang tersebut dibuang di bantaran sungai kawasan Desa Ngingasrembyong Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Muripah, Korban Pembacokan Anaknya Sendiri Akhirnya Meregang Nyawa
- Advertisement -

Rofiq menegaskan, pelaku dijerat Pasal 170 Ayat 2 KUHP tentang pengeroyokan. Dia terancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara akibat melakukan penganiayaan secara bersama-sama menggunakan senjata tajam. Kini, pihaknya tengah fokus mengejar pelaku lain, AT yang berstatus DPO. ”Sampai ke ujung dunia juga saya kejar. Atas nama hukum, saya minta dari keluarga silakan baik-baik menyerahkan diri dan ikuti proses hukum dengan gentle,” ujarnya. Informasi terakhir, AT masih berkeliaran di luar kota.

Sebelumnya, Sukis ditemukan terkapar dengan kondisi bersimpah darah di depan rumahnya, Senin malam (8/11). Ketua RT setempat mengevakuasinya ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto lantaran mendapat luka sejumlah sabetan cukup parah. Dalam kejadian itu, TKP teras rumahnya juga rusak akibat bekas perkelahian. (adi/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/