alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Kadisperta Akui Tak Ada Proyek Yang Tuntas

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto- Dari 38 proyek irigasi air dangkal yang dikerjakan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto tahun 2016 lalu, tak satu pun yang tuntas. Selain karena medan yang sulit, proyek ini dikerjakan saat musim penghujan.

Kadisperta Kabupaten Mojokerto Sulistyawati, mengatakan, pihaknya tak membayar utuh atas anggaran yang telah dialokasikan. Yakni Rp 4,18 miliar. ’’Semuanya berkurang. Tidak ada yang selesai 100 persen,’’ ungkapnya.

Dikatakan dia, proyek-proyek yang dikerjakan, rata-rata hanya berhasil dirampungkan kisaran 58 persen, 60 persen, hingga maksimal 90 persen. ’’Kita bayarkan sesuai dengan pekerjaan yang telah diselesaikan,’’ jelas Sulis.

Soal kendala, diakuinya memang ditemukan para rekanan. Diantaranya, lokasi proyek yang berada di tengah persawahan, hingga pekerjaan yang dilaksanakan saat musim penghujan.

Baca Juga :  Kejari-Dinkes Buru Penimbun Oksigen

’’Saya kembalikan lagi ke penyidik. Yang perlu saya sampaikan, saya tidak bayar penuh. Saya sesuaikan dengan progres pekerjaan,’’ pungkasnya.

Anggaran pembangunan irigasi air tanah dangkal ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian tahun 2016. Pagu proyek sendiri mencapai Rp 4,18 miliar. Proyek ini dibagi menjadi 5 paket kegiatan.

Jumlah irigasi air tanah dangkal dibangun di 38 titik yang tersebar di 10 kecamatan Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan pagu, setiap titik pembangunan menelan anggaran bervariasi dan maksimal sebesar Rp 110 juta.

Sekitar pukul 11.00, petugas kejari langsung bergeser ke BPKAD, di Sekretariat Pemkab Mojokerto. Di satker yang kini dipimpin MiekeJuli Astutik tersebut, petugas berusaha mencari sumber pencairan anggaran. Hingga saat ini, proses penggeledahan masih berlangsung.

Baca Juga :  Ini Detik-Detik sebelum Luluk Diana Meregang Nyawa

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto- Dari 38 proyek irigasi air dangkal yang dikerjakan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto tahun 2016 lalu, tak satu pun yang tuntas. Selain karena medan yang sulit, proyek ini dikerjakan saat musim penghujan.

Kadisperta Kabupaten Mojokerto Sulistyawati, mengatakan, pihaknya tak membayar utuh atas anggaran yang telah dialokasikan. Yakni Rp 4,18 miliar. ’’Semuanya berkurang. Tidak ada yang selesai 100 persen,’’ ungkapnya.

Dikatakan dia, proyek-proyek yang dikerjakan, rata-rata hanya berhasil dirampungkan kisaran 58 persen, 60 persen, hingga maksimal 90 persen. ’’Kita bayarkan sesuai dengan pekerjaan yang telah diselesaikan,’’ jelas Sulis.

Soal kendala, diakuinya memang ditemukan para rekanan. Diantaranya, lokasi proyek yang berada di tengah persawahan, hingga pekerjaan yang dilaksanakan saat musim penghujan.

Baca Juga :  Korupsi Rp 1,6 Miliar, Pejabat Bulog Diganjar 5,5 Tahun Penjara

’’Saya kembalikan lagi ke penyidik. Yang perlu saya sampaikan, saya tidak bayar penuh. Saya sesuaikan dengan progres pekerjaan,’’ pungkasnya.

Anggaran pembangunan irigasi air tanah dangkal ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian tahun 2016. Pagu proyek sendiri mencapai Rp 4,18 miliar. Proyek ini dibagi menjadi 5 paket kegiatan.

- Advertisement -

Jumlah irigasi air tanah dangkal dibangun di 38 titik yang tersebar di 10 kecamatan Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan pagu, setiap titik pembangunan menelan anggaran bervariasi dan maksimal sebesar Rp 110 juta.

Sekitar pukul 11.00, petugas kejari langsung bergeser ke BPKAD, di Sekretariat Pemkab Mojokerto. Di satker yang kini dipimpin MiekeJuli Astutik tersebut, petugas berusaha mencari sumber pencairan anggaran. Hingga saat ini, proses penggeledahan masih berlangsung.

Baca Juga :  Puluhan Bus dan Truk Ditilang

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/