alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Graha Poppy Jadi Perhatian Forkopimda, Izin Usaha Dikaji

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Beroperasinya Karaoke Graha Poppy secara diam-diam di tengah pandemi ternyata sudah berjalan selama beberapa hari.

Tempat hiburan berada di Jalan Muria Mergelo, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto tersebut diduga melanggar aturan pemkot. Bahkan, saat ini turut menjadi perhatian forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) karena dinilai melanggar ketentuan dan protokol kesehatan.

’’Beroperasi terselubung sudah dilakukan Graha Poppy beberapa hari sebelum penggerebekan,’’ ungkap Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono, kemarin.

Praktik melanggar aturan oleh pelaku usaha hiburan malam itu terungkap setelah petugas penegak perda ini mengonfirmasi pemandu lagu yang sebelumnya sempat diamankan. Menurut Dodik, pemandu lagu itu mengaku beberapa hari sebelum dilakukan penggerebekan pada Senin malam (13/7) memang sudah bekerja.

’’Tidak malam itu saja. Tapi, tiga sampai empat hari sudah beroperasi,’’ tegasnya. Hal itu diperkuat dengan semua pegawai di tempat karaoke itu yang bersiap bekerja di posisi masing-masing seperti biasa.

’’Karyawannya juga sudah banyak. Semuanya sudah ready. Pemandu lagu mengaku juga sudah berulang kali menemani tamu di situ (Graha Poppy),’’ kata Dodik. Modusnya pun sama. Agar tak terendus petugas, manajemen membuka tempat hiburan tersebut secara terselubung.

Baca Juga :  Tiga Hari Diteror Pesanan Fiktif

Gelap tanpa lampu penerangan di sekitar gedung ternyata untuk mengaburkan agar usaha tetap bisa beroperasi. Parkir berada di sisi selatan gedung juga ditemukan kendaraan. Baik milik manajemen, karyawan, maupun pengunjung.

Padahal, lanjut Dodik, sesuai edaran (SE) Wali Kota Mojokerto No 443.33/2857/417.302/2020, tentang Kewaspadaan terhadap Covid-19, hingga kini tempat hiburan malam belum diperkenankan untuk beroperasi. Sebab, sektor usaha tersebut masuk sebagai salah satu lokus yang masuk kategori sulit untuk menerapkan protokol kesehatan.

’’Terbukti, saat kami gerebek malam itu, pengunjung juga tidak ada yang memakai masker. Itu kan menjadi keprihatinan kami. Termasuk mereka juga tidak jaga jarak aman,’’ urainya.

Sehingga kondisi itu membuat pemkot merasa prihatin. Selain lokus kategori sulit untuk menerapkan protokol kesehatan, beroperasinya hiburan malam ini juga rentan menjadi klaster baru persebaran Covid-19. ’’Sangat rentan. Bisa saja persebarannya lewat mic-nya. Sementara tamu tidak memakai APD,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Curi Kotak Amal Musala untuk Jajan Anak Sekolah

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi turut angkat bicara perihal beroperasinya Karaoke Graha Poppy secara terselubung. ’’Bisa jadi SLO (sertifikat layak operasi) tidak akan kami terbitkan. Bu Wali sendiri kan sudah menegaskan, jika itu menjadi catatan tim Gugus Tugas Covid-19,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto menegaskan, tidak akan menerbitkan SLO bagi tempat hiburan yang kedapatan membandel. ’’Kalau mereka membandel, kita tegas tidak akan kita tertibkan,’’ ungkapnya.

Menurutnya, SLO ini bukan hal yang mudah diterbitkan di tengah kasus Covid-19 yang terus mengalami peningkatan. Untuk itu, tim Gugus Tugas Covid-19 akan melaksanakan pengecekan dan pangkajian atas kelayakan tempat usaha tersebut, sudah layak atau belum.

’’Titik beratnya ada pada pendisiplinan protokol kesehatan. Kita juga mengharapkan jika ditemukan tempat hiburan yang tidak menerapkan protokol kesehatan, agar menginformasikan ke kita. Supaya segera kita tindaklanjuti untuk akan kami tutup saat itu juga,’’ paparnya.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Beroperasinya Karaoke Graha Poppy secara diam-diam di tengah pandemi ternyata sudah berjalan selama beberapa hari.

Tempat hiburan berada di Jalan Muria Mergelo, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto tersebut diduga melanggar aturan pemkot. Bahkan, saat ini turut menjadi perhatian forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) karena dinilai melanggar ketentuan dan protokol kesehatan.

’’Beroperasi terselubung sudah dilakukan Graha Poppy beberapa hari sebelum penggerebekan,’’ ungkap Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono, kemarin.

Praktik melanggar aturan oleh pelaku usaha hiburan malam itu terungkap setelah petugas penegak perda ini mengonfirmasi pemandu lagu yang sebelumnya sempat diamankan. Menurut Dodik, pemandu lagu itu mengaku beberapa hari sebelum dilakukan penggerebekan pada Senin malam (13/7) memang sudah bekerja.

’’Tidak malam itu saja. Tapi, tiga sampai empat hari sudah beroperasi,’’ tegasnya. Hal itu diperkuat dengan semua pegawai di tempat karaoke itu yang bersiap bekerja di posisi masing-masing seperti biasa.

’’Karyawannya juga sudah banyak. Semuanya sudah ready. Pemandu lagu mengaku juga sudah berulang kali menemani tamu di situ (Graha Poppy),’’ kata Dodik. Modusnya pun sama. Agar tak terendus petugas, manajemen membuka tempat hiburan tersebut secara terselubung.

Baca Juga :  Kadis Perpustakaan Mangkir di Sidang Perdana
- Advertisement -

Gelap tanpa lampu penerangan di sekitar gedung ternyata untuk mengaburkan agar usaha tetap bisa beroperasi. Parkir berada di sisi selatan gedung juga ditemukan kendaraan. Baik milik manajemen, karyawan, maupun pengunjung.

Padahal, lanjut Dodik, sesuai edaran (SE) Wali Kota Mojokerto No 443.33/2857/417.302/2020, tentang Kewaspadaan terhadap Covid-19, hingga kini tempat hiburan malam belum diperkenankan untuk beroperasi. Sebab, sektor usaha tersebut masuk sebagai salah satu lokus yang masuk kategori sulit untuk menerapkan protokol kesehatan.

’’Terbukti, saat kami gerebek malam itu, pengunjung juga tidak ada yang memakai masker. Itu kan menjadi keprihatinan kami. Termasuk mereka juga tidak jaga jarak aman,’’ urainya.

Sehingga kondisi itu membuat pemkot merasa prihatin. Selain lokus kategori sulit untuk menerapkan protokol kesehatan, beroperasinya hiburan malam ini juga rentan menjadi klaster baru persebaran Covid-19. ’’Sangat rentan. Bisa saja persebarannya lewat mic-nya. Sementara tamu tidak memakai APD,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Polda Jatim Cek Konstruksi Plafon

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi turut angkat bicara perihal beroperasinya Karaoke Graha Poppy secara terselubung. ’’Bisa jadi SLO (sertifikat layak operasi) tidak akan kami terbitkan. Bu Wali sendiri kan sudah menegaskan, jika itu menjadi catatan tim Gugus Tugas Covid-19,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto menegaskan, tidak akan menerbitkan SLO bagi tempat hiburan yang kedapatan membandel. ’’Kalau mereka membandel, kita tegas tidak akan kita tertibkan,’’ ungkapnya.

Menurutnya, SLO ini bukan hal yang mudah diterbitkan di tengah kasus Covid-19 yang terus mengalami peningkatan. Untuk itu, tim Gugus Tugas Covid-19 akan melaksanakan pengecekan dan pangkajian atas kelayakan tempat usaha tersebut, sudah layak atau belum.

’’Titik beratnya ada pada pendisiplinan protokol kesehatan. Kita juga mengharapkan jika ditemukan tempat hiburan yang tidak menerapkan protokol kesehatan, agar menginformasikan ke kita. Supaya segera kita tindaklanjuti untuk akan kami tutup saat itu juga,’’ paparnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/