alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Polisi Dalami Keterlibatan Pelaku Lain

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polisi mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus penipuan lowongan kerja (loker) di PT Ajinomoto yang dilancarkan Dessy Rohmawati, 30. Termasuk melacak larinya uang sebesar Rp 2,5 miliar dari puluhan korban yang sejauh ini diakuinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta mengangsur mobil.

Selain itu, dalam konferensi pers kemarin (16/2), mantan pegawai kontrak PT Ajinomoto asal Dusun Clangap, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis itu juga mengaku menggunakan uang hasil penipuan sejak 2019 untuk membayar utang-utangnya. ’’Sekitar 50-60 orang (yang telah ditipu, Red),’’ ungkap Dessy.

Perempuan berkacamata itu menyebut para korban percaya karena mengetahui dia lama bekerja di perusahaan penanaman modal asing (PMA) tersebut. Mereka rela mengeluarkan uang sesuai permintaan Dessy asal bisa lolos sebagai karyawan kontrak. Rata-rata korban dimintai Rp 20-45 juta. Namun, pekerjaan yang dijanjikan itu rupanya tak pernah terealisasi. Dan, kerugian total para korban ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar.

Baca Juga :  Dikira Boneka, Mayat Perempuan Nyangkut di Pintu Rolak Telu

Dessy memakai uang itu untuk membeli mobil bekas Honda Brio Satya nopol S 1617 ZI secara kredit pada 2020 dan sepeda motor Honda Scoopy warna merah nopol S 5837 TI. Kedua barang tersebut kini disita polisi. Selain itu, uang hasil menipu itu juga dipakai untuk menulasi hutang pribadi serta diputar untuk mengembalikan uang korban yang gagal masuk.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, pihaknya terus mendalami pihak-pihak lain yang terlibat dalam aksi penipuan yang dilancarkan ibu dua anak itu. Hal ini melihat banyaknya jumlah korban yang sedikitnya ada 60 orang.

’’Sangat mungkin bahwa akan ada tersangka lain. Tapi khusus untuk laporan terkait dengan tilap pasal 372/378 KUHP disitu kita melihat DR (Dessy Rohmawati) adalah pelaku utama,’’ jelasnya. Penyidikan lebih mendalam dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat unsur pidana lain dalam kasus tersebut.

Baca Juga :  Pengamen Angklung Dibubarkan, Jika Bandel Akan Sita Alat

Hal ini terkait dengan larinya uang hasil penipuan tersebut. Misalnya apakah terdapat aset-aset lain milik Dessy hasil penipuan yang belum terungkap. Kendati demikian, sejauh ini, Dessy hanya mengakui menggunakan uang itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan hutangnya. ’’Apakah hasil keterangan saksi-saksi lain akan memberi fakta hukum lain, kita akan sampaikan,’’ ucapnya.

Sebelumnya, Dessy telah ditahan di rutan Polres Mojokerto Kota, Rabu malam (9/2). Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah memenuhi panggilan kedua sebagai saksi dugaan dugaan penipuan lowongan kerja (loker) di bekas perusahaannya.

Dessy ditangkap setelah hampir sebulan kabur bersama suaminya. Dia melarikan diri dari rumah dan menginap di hotel di Solo dan Semarang, Jawa Tengah hingga Banjarmasin, Kalimantan. Dessy dijerat 378 dan atau 372 KUHP tentang penggelapan dan penipuan dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun penjara. (adi/fen)

 

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polisi mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus penipuan lowongan kerja (loker) di PT Ajinomoto yang dilancarkan Dessy Rohmawati, 30. Termasuk melacak larinya uang sebesar Rp 2,5 miliar dari puluhan korban yang sejauh ini diakuinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta mengangsur mobil.

Selain itu, dalam konferensi pers kemarin (16/2), mantan pegawai kontrak PT Ajinomoto asal Dusun Clangap, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis itu juga mengaku menggunakan uang hasil penipuan sejak 2019 untuk membayar utang-utangnya. ’’Sekitar 50-60 orang (yang telah ditipu, Red),’’ ungkap Dessy.

Perempuan berkacamata itu menyebut para korban percaya karena mengetahui dia lama bekerja di perusahaan penanaman modal asing (PMA) tersebut. Mereka rela mengeluarkan uang sesuai permintaan Dessy asal bisa lolos sebagai karyawan kontrak. Rata-rata korban dimintai Rp 20-45 juta. Namun, pekerjaan yang dijanjikan itu rupanya tak pernah terealisasi. Dan, kerugian total para korban ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar.

Baca Juga :  Alami Korsleting, Mobilio Ludes Terbakar

Dessy memakai uang itu untuk membeli mobil bekas Honda Brio Satya nopol S 1617 ZI secara kredit pada 2020 dan sepeda motor Honda Scoopy warna merah nopol S 5837 TI. Kedua barang tersebut kini disita polisi. Selain itu, uang hasil menipu itu juga dipakai untuk menulasi hutang pribadi serta diputar untuk mengembalikan uang korban yang gagal masuk.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, pihaknya terus mendalami pihak-pihak lain yang terlibat dalam aksi penipuan yang dilancarkan ibu dua anak itu. Hal ini melihat banyaknya jumlah korban yang sedikitnya ada 60 orang.

’’Sangat mungkin bahwa akan ada tersangka lain. Tapi khusus untuk laporan terkait dengan tilap pasal 372/378 KUHP disitu kita melihat DR (Dessy Rohmawati) adalah pelaku utama,’’ jelasnya. Penyidikan lebih mendalam dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat unsur pidana lain dalam kasus tersebut.

Baca Juga :  Pengamen Angklung Dibubarkan, Jika Bandel Akan Sita Alat
- Advertisement -

Hal ini terkait dengan larinya uang hasil penipuan tersebut. Misalnya apakah terdapat aset-aset lain milik Dessy hasil penipuan yang belum terungkap. Kendati demikian, sejauh ini, Dessy hanya mengakui menggunakan uang itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan hutangnya. ’’Apakah hasil keterangan saksi-saksi lain akan memberi fakta hukum lain, kita akan sampaikan,’’ ucapnya.

Sebelumnya, Dessy telah ditahan di rutan Polres Mojokerto Kota, Rabu malam (9/2). Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah memenuhi panggilan kedua sebagai saksi dugaan dugaan penipuan lowongan kerja (loker) di bekas perusahaannya.

Dessy ditangkap setelah hampir sebulan kabur bersama suaminya. Dia melarikan diri dari rumah dan menginap di hotel di Solo dan Semarang, Jawa Tengah hingga Banjarmasin, Kalimantan. Dessy dijerat 378 dan atau 372 KUHP tentang penggelapan dan penipuan dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun penjara. (adi/fen)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/