alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Diwarnai Aksi Kejar-kejaran dan Tembakan

GONDANG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satuan Reserse Narkoba Polres Mojokerto membekuk tiga pengedar sabu-sabu asal Kecamatan Kutorejo. Pelaku yang masih satu jaringan itu ditangkap petugas saat hendak bertransaksi Sabtu (12/2) siang. Bahkan, penyergapan oleh petugas itu sempat diwarnai aksi kejar-kejaran hingga tembakan peringatan.

Pelaku adalah Dani Setyawan, 21, Condro Hadi Purnomo, 21, dan Joni, 22, warga Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo. Ketiganya diringkus petugas sekitar pukul 13.15 Sabtu (12/2). Penangkapan pengedar barang haram itu bermula saat petugas membuntuti Dani dan Condro yang saat itu diduga kuat hendak bertransaksi narkoba. Menyusul informasi yang dihimpun dari masyarakat akan maraknya peredaran narkotika di hukum mapolres belakangan ini.

Kedua buruh pabrik itu melaju ke arah barat Jalan Raya Desa Centong, Kecamatan Gondang, dengan mengemudikan mobil Nissan Grand Livina warna hitam bernopol B 1410 FMY. Saat berhenti di pinggir jalan, sejumlah personel Unit II Satresnarkoba Polres Mojokerto lantas menyergap keduanya. Panik aksinya kepergok petugas, kedua pelaku yang masih di dalam mobil itu lantas berusaha kabur dengan malaju mundur.

Baca Juga :  Usai Berlebaran, Elf Ditumpangi Rombongan Asal Jombang Sasar Tebing

Sebab, petugas telah mengepung dan menghadang laju keduanya dengan memarkirkan sebuah mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) warna putih di hadapan pelaku. Tak mau kehilangan jejak, sejumlah petugas lantas mengejar mobil pelaku dengan berlari. Bahkan, salah satu petugas nekat menggandoli kap mesin mobil pelaku. Mobil warna hitam itu mundur sejauh 50 meter dari lokasi dan menabrak pohon di tepi jalan.

Hingga petugas memberi satu tembakan peringatan agar pelaku menyerahkan diri. Merasa terpojok, keduanya harus menyerah dicokok petugas. ’’Benar, saat itu kami sedang melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku peredaran narkotika jenis sabu-sabu. Mereka sempat kabur saat akan ditangkap petugas,’’ ujar Kasatresnarkoba Polres Mojokerto AKP Bangkit Dananjaya.

Benar saja, usai menggeledah pelaku, petugas mendapati dua paket sabu-sabu siap edar. Barang haram dengan berat masing-masing 0,32 gram itu diamankan dari tangan Dani. ’’Oleh pelaku barang bukti tersebut dikemas dalam plastik klip dan dimasukkan di dalam bungkus rokok bekas,’’ terangnya.

Baca Juga :  Terobos Lampu Merah, Pengendara Motor Disambar Truk

Tak sampai di situ, petugas langsung melakukan pengembangan usai memeriksa buruh pabrik tersebut. Dari situ, petugas turut menciduk Joni. Kernet truk yang masih tetangga satu desa kedua pelaku. ’’Mereka statusnya pengedar kecil (satu jaringan), bukan bandar sabu-sabu,’’ imbuhnya.

Dari tangan ketiganya, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, dua paket sabu-sabu siap edar, tiga buah ponsel, hingga satu unit mobil jenis Nissan Grand Livina warna hitam bernopol B 1410 FMY milik Condro yang ringsek parah. Kini, ketiganya beserta sejumlah barang bukti telah diamankan di Mapolres Mojokerto guna penyelidikan lebih lanjut. Pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) atau 132 ayat (1) UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ketiganya terancam hukuman meringkuk di sel tahanan maksimal 20 tahun lamanya. Saat ini petugas tengah memburu gembong narkoba yang memasok jaringan asal Kutorejo itu. ’’Kami terus lakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut untuk itu,’’ tandas mantan SSDM Polri itu. (vad/fen)

GONDANG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satuan Reserse Narkoba Polres Mojokerto membekuk tiga pengedar sabu-sabu asal Kecamatan Kutorejo. Pelaku yang masih satu jaringan itu ditangkap petugas saat hendak bertransaksi Sabtu (12/2) siang. Bahkan, penyergapan oleh petugas itu sempat diwarnai aksi kejar-kejaran hingga tembakan peringatan.

Pelaku adalah Dani Setyawan, 21, Condro Hadi Purnomo, 21, dan Joni, 22, warga Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo. Ketiganya diringkus petugas sekitar pukul 13.15 Sabtu (12/2). Penangkapan pengedar barang haram itu bermula saat petugas membuntuti Dani dan Condro yang saat itu diduga kuat hendak bertransaksi narkoba. Menyusul informasi yang dihimpun dari masyarakat akan maraknya peredaran narkotika di hukum mapolres belakangan ini.

Kedua buruh pabrik itu melaju ke arah barat Jalan Raya Desa Centong, Kecamatan Gondang, dengan mengemudikan mobil Nissan Grand Livina warna hitam bernopol B 1410 FMY. Saat berhenti di pinggir jalan, sejumlah personel Unit II Satresnarkoba Polres Mojokerto lantas menyergap keduanya. Panik aksinya kepergok petugas, kedua pelaku yang masih di dalam mobil itu lantas berusaha kabur dengan malaju mundur.

Baca Juga :  Pabrik Baja Terbakar, Lima Jam, Api Tak Padam

Sebab, petugas telah mengepung dan menghadang laju keduanya dengan memarkirkan sebuah mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) warna putih di hadapan pelaku. Tak mau kehilangan jejak, sejumlah petugas lantas mengejar mobil pelaku dengan berlari. Bahkan, salah satu petugas nekat menggandoli kap mesin mobil pelaku. Mobil warna hitam itu mundur sejauh 50 meter dari lokasi dan menabrak pohon di tepi jalan.

Hingga petugas memberi satu tembakan peringatan agar pelaku menyerahkan diri. Merasa terpojok, keduanya harus menyerah dicokok petugas. ’’Benar, saat itu kami sedang melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku peredaran narkotika jenis sabu-sabu. Mereka sempat kabur saat akan ditangkap petugas,’’ ujar Kasatresnarkoba Polres Mojokerto AKP Bangkit Dananjaya.

Benar saja, usai menggeledah pelaku, petugas mendapati dua paket sabu-sabu siap edar. Barang haram dengan berat masing-masing 0,32 gram itu diamankan dari tangan Dani. ’’Oleh pelaku barang bukti tersebut dikemas dalam plastik klip dan dimasukkan di dalam bungkus rokok bekas,’’ terangnya.

Baca Juga :  Terobos Lampu Merah, Pengendara Motor Disambar Truk
- Advertisement -

Tak sampai di situ, petugas langsung melakukan pengembangan usai memeriksa buruh pabrik tersebut. Dari situ, petugas turut menciduk Joni. Kernet truk yang masih tetangga satu desa kedua pelaku. ’’Mereka statusnya pengedar kecil (satu jaringan), bukan bandar sabu-sabu,’’ imbuhnya.

Dari tangan ketiganya, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, dua paket sabu-sabu siap edar, tiga buah ponsel, hingga satu unit mobil jenis Nissan Grand Livina warna hitam bernopol B 1410 FMY milik Condro yang ringsek parah. Kini, ketiganya beserta sejumlah barang bukti telah diamankan di Mapolres Mojokerto guna penyelidikan lebih lanjut. Pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) atau 132 ayat (1) UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ketiganya terancam hukuman meringkuk di sel tahanan maksimal 20 tahun lamanya. Saat ini petugas tengah memburu gembong narkoba yang memasok jaringan asal Kutorejo itu. ’’Kami terus lakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut untuk itu,’’ tandas mantan SSDM Polri itu. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/