alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Polisi Kantongi Identitas Pembunuh Tukang Pijat

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyelidikan kasus pembunuhan dan penganiayaan di panti pijat Berkah Jalan Raya Desa Mlirip, Kecematan Jetis, Kabupaten Mojokerto perlahan menemui titik terang.

Polisi mulai menemukan jejak pelaku yang diduga kuat merupakan seorang pria asal Jombang. Kendati identitas telah dikantongi, petugas masih kesulitan untuk identifikasi keberadaan terduga pelaku yang kabur mengendarai Honda Beat warna hitam-pink.

Pasca insiden berdarah panti pijat Berkah, Kamis (4/2) lalu, Satreskrim Polres Mojokerto Kota terus berupaya mengungkap pelaku maupun motif di balik pembunuhan yang tergolong sadis ini.  Setelah bekerja selama dua minggu, petugas mulai menemui titik terang. ”Perkembangannya terakhir terkait penyelidikan, identitas (terduga pelaku) sudah kita kantongi. Hanya saja sekarang masih kami cari keberadaan pelaku,” ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rohmawati Lailah, Selasa (16/2).

Lailah menyebutkan, terduga pelaku yang telah teridentifikasi tersebut merupakan seorang warga asal Jombang. Hal  ini diketahui berdasarkan keterangan sejumlah saksi di tempat kejadian perkara (TKP). Termasuk klarifikasi terhadap saksi sekaligus korban pembacokan pelaku, Tatik, 48, warga Dusun Kwangen, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis.

Baca Juga :  Satpol PP dan ESDM Jatim Turun ke Jatirejo

Yakni, dengan menunjukkan foto-foto pria terduga pelaku pembunuhan terhadap Santi, 40, warga Kecamatan Lohceret, Kabupaten Nganjuk. Selain itu, polisi juga menjaring informasi dari masyarakat melalui penyebaran sketsa wajah terduga pelaku sejak seminggu lalu.

Namun, kendati polisi telah mengantongi identitas pelaku, keberadaan pelaku masih sulit diidentifikasi. Kini, petugas tengah fokus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang masih buron. ”Sekarang kami melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku,” tambahnya.

Sebelumnya, insiden berdarah terjadi di panti pijat Berkah Jalan Raya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Kamis siang (4/2) sekitar pukul 11.00. Seorang tukang pijit, Santi, 40, asal Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, tewas di tempat.Sedangkan, Tatik, 48, warga Dusun Kwangen, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, yang saat itu sedang mengantarkan makanan ke lokasi tersebut turut menjadi korban.

Dia dibacok pelaku hingga mengalami luka berat di telinga kiri. Dalam peristiwa ini pelaku menghabisi nyawa korban dengan sebilah golok. Sebelumnya, korban sempat memijit pelaku selama 15 menit. Ketika itu, Tatik yang hendak mengantarkan makanan diminta menunggu di ruang tunggu. Pasalnya, dia masih melayani tamu alias pelaku. Namun, dari dalam bilik kamar tiba-tiba terdengar suara gaduh.

Baca Juga :  Digiring Polisi, Tante Pamasok Sabu Ini Cuma Pakai Tank Top

Tatik pun mendatanginya dan menemui Santi telah tersungkur tewas dalam kondisi setengah telanjang. Sementara itu, dia juga turut menjadi korban lantaran terkena sabetan golok di bagian telinga kiri. Setelah melakukan aksinya, dengan hanya memakai celana dalam, pelaku mengendarai sepeda motor Honda Beat kabur menuju arah timur. ”Keberadaan pelaku ini selalu berpindah-pindah tempat. Pernah kita kijar dari Jombang sampai Pasuruan,” tegas sumber terpercaya dari internal kepolisian. Sebelumnya, Kapolres Mojokerto AKBP Deddy Supriadi enggan menjelaskan lebih detail. Pejabat kepolisian dengan dua pundak di melati ini mengaku pihaknya masih melakukan pengejaran. ”Ya, kesulitan pasti. Karena tidak diketahui identitasnya,” tegasnya. Dia juga menjelaskan, meski dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi menemukan sajam yang digunakan untuk membunuh korban, namun pihaknya tidak mudah untuk mengidentifikasi. ”Kalau benda pegangan kayu itu susah diidentifikasi,” tandas dia.  (adi)

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyelidikan kasus pembunuhan dan penganiayaan di panti pijat Berkah Jalan Raya Desa Mlirip, Kecematan Jetis, Kabupaten Mojokerto perlahan menemui titik terang.

Polisi mulai menemukan jejak pelaku yang diduga kuat merupakan seorang pria asal Jombang. Kendati identitas telah dikantongi, petugas masih kesulitan untuk identifikasi keberadaan terduga pelaku yang kabur mengendarai Honda Beat warna hitam-pink.

Pasca insiden berdarah panti pijat Berkah, Kamis (4/2) lalu, Satreskrim Polres Mojokerto Kota terus berupaya mengungkap pelaku maupun motif di balik pembunuhan yang tergolong sadis ini.  Setelah bekerja selama dua minggu, petugas mulai menemui titik terang. ”Perkembangannya terakhir terkait penyelidikan, identitas (terduga pelaku) sudah kita kantongi. Hanya saja sekarang masih kami cari keberadaan pelaku,” ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rohmawati Lailah, Selasa (16/2).

Lailah menyebutkan, terduga pelaku yang telah teridentifikasi tersebut merupakan seorang warga asal Jombang. Hal  ini diketahui berdasarkan keterangan sejumlah saksi di tempat kejadian perkara (TKP). Termasuk klarifikasi terhadap saksi sekaligus korban pembacokan pelaku, Tatik, 48, warga Dusun Kwangen, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Home Industri Sabu

Yakni, dengan menunjukkan foto-foto pria terduga pelaku pembunuhan terhadap Santi, 40, warga Kecamatan Lohceret, Kabupaten Nganjuk. Selain itu, polisi juga menjaring informasi dari masyarakat melalui penyebaran sketsa wajah terduga pelaku sejak seminggu lalu.

Namun, kendati polisi telah mengantongi identitas pelaku, keberadaan pelaku masih sulit diidentifikasi. Kini, petugas tengah fokus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang masih buron. ”Sekarang kami melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku,” tambahnya.

- Advertisement -

Sebelumnya, insiden berdarah terjadi di panti pijat Berkah Jalan Raya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Kamis siang (4/2) sekitar pukul 11.00. Seorang tukang pijit, Santi, 40, asal Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, tewas di tempat.Sedangkan, Tatik, 48, warga Dusun Kwangen, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, yang saat itu sedang mengantarkan makanan ke lokasi tersebut turut menjadi korban.

Dia dibacok pelaku hingga mengalami luka berat di telinga kiri. Dalam peristiwa ini pelaku menghabisi nyawa korban dengan sebilah golok. Sebelumnya, korban sempat memijit pelaku selama 15 menit. Ketika itu, Tatik yang hendak mengantarkan makanan diminta menunggu di ruang tunggu. Pasalnya, dia masih melayani tamu alias pelaku. Namun, dari dalam bilik kamar tiba-tiba terdengar suara gaduh.

Baca Juga :  Digiring Polisi, Tante Pamasok Sabu Ini Cuma Pakai Tank Top

Tatik pun mendatanginya dan menemui Santi telah tersungkur tewas dalam kondisi setengah telanjang. Sementara itu, dia juga turut menjadi korban lantaran terkena sabetan golok di bagian telinga kiri. Setelah melakukan aksinya, dengan hanya memakai celana dalam, pelaku mengendarai sepeda motor Honda Beat kabur menuju arah timur. ”Keberadaan pelaku ini selalu berpindah-pindah tempat. Pernah kita kijar dari Jombang sampai Pasuruan,” tegas sumber terpercaya dari internal kepolisian. Sebelumnya, Kapolres Mojokerto AKBP Deddy Supriadi enggan menjelaskan lebih detail. Pejabat kepolisian dengan dua pundak di melati ini mengaku pihaknya masih melakukan pengejaran. ”Ya, kesulitan pasti. Karena tidak diketahui identitasnya,” tegasnya. Dia juga menjelaskan, meski dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi menemukan sajam yang digunakan untuk membunuh korban, namun pihaknya tidak mudah untuk mengidentifikasi. ”Kalau benda pegangan kayu itu susah diidentifikasi,” tandas dia.  (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/