alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Zaenal Terima Fee Proyek Rp 1 Miliar Secara Bertahap

JAKARTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto Zaenal Abidin resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (15/1) malam. 

Mantan kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) yang kini menjabat Staf Ahli Bidang Kesra dan SDM Pemkab Mojokerto itu diduga menikmati suap senilai Rp 1,1 miliar. Dana senilai itu diterima secara bertahap. 

Plt Jubir KPK Ali Fikri menegaskan, Zaenal yang mengatur proyek dan mememangkan rekanan Eryk Armando Talla, akhirnya mendapat fee yang cukup besar. Yakni Rp 1,1 miliar. 

’’Dana yang diterima tersangka Zaenal, diterima secara bertahap. Rp 200 juta, Rp 120 juta, dan Rp 700 juta,’’ beber Ali Fikri. Tahap kedua, Eryk Armando Talla kembali menyetorkan dana ke Zaenal. Yakni, sebesar Rp 100 juta. ”Sedangkan, MKP mendapat bagian hingga Rp 3,7 miliar,’’ rincinya. 

Baca Juga :  Izin Majelis Keagamaan Minta Diperketat

Dugaan suap proyek yang diterima MKP dari rekanan ini terjadi sepanjang tahun 2011 hingga 2012. Zaenal diyakini telah melakukan aksi dijerat Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (ron/ris)

JAKARTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto Zaenal Abidin resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (15/1) malam. 

Mantan kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) yang kini menjabat Staf Ahli Bidang Kesra dan SDM Pemkab Mojokerto itu diduga menikmati suap senilai Rp 1,1 miliar. Dana senilai itu diterima secara bertahap. 

Plt Jubir KPK Ali Fikri menegaskan, Zaenal yang mengatur proyek dan mememangkan rekanan Eryk Armando Talla, akhirnya mendapat fee yang cukup besar. Yakni Rp 1,1 miliar. 

’’Dana yang diterima tersangka Zaenal, diterima secara bertahap. Rp 200 juta, Rp 120 juta, dan Rp 700 juta,’’ beber Ali Fikri. Tahap kedua, Eryk Armando Talla kembali menyetorkan dana ke Zaenal. Yakni, sebesar Rp 100 juta. ”Sedangkan, MKP mendapat bagian hingga Rp 3,7 miliar,’’ rincinya. 

Baca Juga :  Eks Kadis Pertanian Divonis Ringan, Kejari Kabupaten Ajukan Banding

Dugaan suap proyek yang diterima MKP dari rekanan ini terjadi sepanjang tahun 2011 hingga 2012. Zaenal diyakini telah melakukan aksi dijerat Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (ron/ris)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/