alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Jaringan Pengedar Sabu Dibongkar Polisi

NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kepolisian kembali menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu-sabu. Dua pengedar asal Kecamatan Ngoro diciduk lantaran terbukti memiliki 11 paket sabu siap edar dengan berat total 5,35 gram.

Para pelaku adalah Agus Wandi alias Sudin, 37, warga Dusun Glatik, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto dan Yoyok alias Kusen, 38, warga Dusun Watusari, Desa Watonmasjedong, Kecamatan Ngoro. Kasatreskoba Polres Mojokerto AKP Bangkit Dananjaya menerangkan, petugas menciduk jaringan pengedar asal Ngoro itu usai mendapat kabar akan keresahan warga atas maraknya peredaran narkoba di wilayah ujung timur Mojokerto itu.

Usai mengantongi informasi dari masyarakat, petugas melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan kedua pelaku. ’’Pertama kita amankan Agus Wandi alias Sudin ini di depan PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI) Kawasan NIP sekitar pukul 14.00 Jum’at (10/12). Setelah kita lakukan pengembangan, kita juga berhasil menangkap pelaku kedua,’’ terangnya kemarin.

Baca Juga :  Kesal Ditilang Polisi, Bikin Story WA ’’Si anjing mulai aktif’’

Dari tangan Sudin, petugas mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya, enam paket sabu siap edar dengan berat total 2,20 gram; sebuah sekop sabu; hingga uang tunai Rp 1.020.000 hasil penjualan barang haram tersebut.

Tak berhenti di situ, berdasarkan pengakuan Sudin, petugas langsung memburu Yoyok hingga dia dicokok di rumahnya Dusun Watusari, Desa Watonmasjedong, Kecamatan Ngoro. Yoyok ditangkap lantaran memiliki empat paket sabu siap edar dengan berat total 3,15 gram, pipet kaca, timbangan elektrik, hingga sebuah smartphone berisikan bukti chat transaksi sabu-sabu. ’’Total kami berhasil menyita 5,35 gram sabu-sabu siap edar dimana keduanya ini masih satu jaringan,’’ ungkapnya.

Dijelaskannya, Yoyok bukan pemain baru dalam peredaran barang haram tersebut. Sebab, pada 2014 silam dia pernah diamankan Petugas Polsek Ngoro dalam kasus serupa. Yoyok dibebaskan dari Lapas Kelas IIB Mojokerto pada 2019 lalu. ’’Dia (Yoyok) statusnya residivis. Sebelumnya pernah kena vonis 4 tahun dan bebas tahun 2019,’’ bebernya.

Baca Juga :  Knalpot Brong, Ditilang dan Dihancurkan

Kini, kedua pelaku beserta sejumlah barang bukti telah diamankan di Mapolsek Ngoro. Mereka dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Keduanya terancam meringkuk di sel tahan maksimal 12 tahun lamanya. ’’Kita lakukan pengembangan untuk mengungkap pemasok sekaligus asal muasal sabu-sabu tersebut,’’ tandas mantan SSDM Polri itu. (vad/fen)

NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kepolisian kembali menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu-sabu. Dua pengedar asal Kecamatan Ngoro diciduk lantaran terbukti memiliki 11 paket sabu siap edar dengan berat total 5,35 gram.

Para pelaku adalah Agus Wandi alias Sudin, 37, warga Dusun Glatik, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto dan Yoyok alias Kusen, 38, warga Dusun Watusari, Desa Watonmasjedong, Kecamatan Ngoro. Kasatreskoba Polres Mojokerto AKP Bangkit Dananjaya menerangkan, petugas menciduk jaringan pengedar asal Ngoro itu usai mendapat kabar akan keresahan warga atas maraknya peredaran narkoba di wilayah ujung timur Mojokerto itu.

Usai mengantongi informasi dari masyarakat, petugas melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan kedua pelaku. ’’Pertama kita amankan Agus Wandi alias Sudin ini di depan PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI) Kawasan NIP sekitar pukul 14.00 Jum’at (10/12). Setelah kita lakukan pengembangan, kita juga berhasil menangkap pelaku kedua,’’ terangnya kemarin.

Baca Juga :  Kesal Ditilang Polisi, Bikin Story WA ’’Si anjing mulai aktif’’

Dari tangan Sudin, petugas mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya, enam paket sabu siap edar dengan berat total 2,20 gram; sebuah sekop sabu; hingga uang tunai Rp 1.020.000 hasil penjualan barang haram tersebut.

Tak berhenti di situ, berdasarkan pengakuan Sudin, petugas langsung memburu Yoyok hingga dia dicokok di rumahnya Dusun Watusari, Desa Watonmasjedong, Kecamatan Ngoro. Yoyok ditangkap lantaran memiliki empat paket sabu siap edar dengan berat total 3,15 gram, pipet kaca, timbangan elektrik, hingga sebuah smartphone berisikan bukti chat transaksi sabu-sabu. ’’Total kami berhasil menyita 5,35 gram sabu-sabu siap edar dimana keduanya ini masih satu jaringan,’’ ungkapnya.

Dijelaskannya, Yoyok bukan pemain baru dalam peredaran barang haram tersebut. Sebab, pada 2014 silam dia pernah diamankan Petugas Polsek Ngoro dalam kasus serupa. Yoyok dibebaskan dari Lapas Kelas IIB Mojokerto pada 2019 lalu. ’’Dia (Yoyok) statusnya residivis. Sebelumnya pernah kena vonis 4 tahun dan bebas tahun 2019,’’ bebernya.

Baca Juga :  Knalpot Brong, Ditilang dan Dihancurkan
- Advertisement -

Kini, kedua pelaku beserta sejumlah barang bukti telah diamankan di Mapolsek Ngoro. Mereka dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Keduanya terancam meringkuk di sel tahan maksimal 12 tahun lamanya. ’’Kita lakukan pengembangan untuk mengungkap pemasok sekaligus asal muasal sabu-sabu tersebut,’’ tandas mantan SSDM Polri itu. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/