alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Loh, Usai Minta Maaf, Malah Nyinyir di Story IG

Beredarnya video dua perempuan keramas sembari mengendarai motor yang diperankan kakak-adik, Icha Kharoline dan Ajeng Amelia, rupanya berbuntut panjang. Setelah sebelumnya mereka bersedia membuat surat pernyataan sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada publik melalui video, kemarin (14/12) Satlantas Polres Mojokerto justru memanggil kembali keduanya. Penyebabnya, karena status nyinyir yang diunggah Icha melalui insta story di akun Instagram icha_kharoline. Namun, hingga pukul 15.30 keduanya tak kunjung hadir alias mangkir dari panggilan.

Meski demikian, polisi memastikan akan melakukan penilangan terhadap sepeda motor Honda Scoopy Nopol S 2254 QQ warna putih biru yang dikendarai. ’’Hari ini (kemarin, Red) kami panggil lagi untuk klarifikasi, sekaligus memberikan tindakan tegas berupa tilang,’’ ungkap Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Bobby M. Zulfikar, di mapolres kemarin. Tindakan ini memang berbeda dengan pemanggilan pertama pada Jumat (13/12). Sebelumnya, Icha dan Ajeng hanya diminta polisi untuk membuat surat pernyataan dan permintaan maaf kepada publik melalui video, karena aksi keramas dengan mengenderai sepeda motor tanpa mengenakan helm.

Dan, polisi juga tidak melakukan penilangan sepeda motor. Sebab, lanjut Bobby, pihaknya lebih dulu mengambil langkah persuasif dengan memberikan pembinaan dan sanksi moral berupa permintaan maaf melalui rekaman video. Namun, upaya pembinaan ini justru mendapat sambutan berbeda. Belakangan, Icha Kharoline, warga Kecamatan Pungging ini, malah menulis status nyinyir di insta story miliknya.

Sehingga, pemanggilan ulang Icha dan Ajeng untuk kedua kalinya lebih difokuskan pada persoalan insta story yang diunggah Icha. Dalam status itu, perempuan yang belakangan diketahui sebagai penyanyi dangdut tersebut terkesan membela diri. Kali ini aku mau nanggepin buat follower-follower aku, buat teman-teman aku atau buat yang pada kepo di sini aku tegesin lagi ya, kalau di sini aku ga bersalah apa-apa karena aku bukan kriminal, aku juga bukan penjahat, aku juga bukan pencuri, aku juga bukan yang kayak gimana gitu. Di sini tujuan aku buat menghibur kalian semua, tapi kalau pada kenyataannya salah, ya aku minta maaf, tutur Icha dalam akun Instagram-nya.

Baca Juga :  Pemabuk dan Pasangan Mesum Jadi Atensi

Dalam video itu, Icha menegaskan, bahwa wanita seksi di dalam video yang viral adalah benar dirinya. Jadi, buat teman-teman ga usah terlalu apa ya. Aku sih biasa aja. Sebagai diri aku sendiri aku harus berani bertanggung jawab gitu. Jadi, biasa aja ya. Kalian yang mau kepo bisa kepo, kalian yang mau tanya, kak emang itu kakak ya, iya emang itu aku. Terus kalau aku kenapa? Aku enggak ngerugiin kamu kan? imbuh dia. Bobby menegaskan, jika memang Icha merasa tidak bersalah hal itu dinilai hal yang wajar. Namun, dia menyayangkan nyinyiran tersebut justru disampaikan melalui media sosial. Sehingga, dinilai justru menggugah kegaduhan baru. ’’Kalau dia merasa tidak bersalah ya oke, tapi tidak usah dibegitukan (insta story). Akhirnya, masyarakat berpikir melakukan tindakan seperti itu tidak disanksi oleh pihak kepolisian. Berarti polisi tebang pilih,’’ terangnya. Oleh karenanya, Bobby menyatakan, tindakan tilang segera dilakukan. Langkah ini sekaligus untuk mengklarifikasi pernyataan Icha yang diunggah melalui Instagram. ’’Itu sekaligus mengedukasi, supaya dia tidak menyanggah hal-hal yang telah dia lakukan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Kasus Pencurian di Utara Sungai Kambuh Lagi, Sopir Truk Jadi Korban

Bobby menyebutkan, atas perbuatannya membuat video challenge mengendarai motor tanpa helm, berboncengan, dan beradegan keramas mengenakan daster tanktop, Icha dan adiknya, dinilai melanggar pasal 288 ayat 2 dan pasal 291 ayat 1, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Mereka juga dijatuhi sanksi denda maksimal Rp 250 ribu. Karena terlihat jelas berkendara tanpa memakai helm. Selain itu, ulah mereka juga dinilai membahayakan pengguna jalan lainnya.’’Dia juga kurang konsentrasi saat berkendara, karena mengedepankan kontennya. Tentu, rawan tejadi kecelakaan,’’ jelasnya.

Sedangkan, dalam pemanggilan kemarin, tambah Bobby, pihaknya meminta Icha dan Ajeng datang membawa sepeda motor Honda Scoopy Nopol S 3354 QQ sekaligus STNK-nya, yang dikendarai saat membuat video. ’’Kalau tidak ada STNK, kami sita motornya. Kami perlakukan sama dengan pelanggar lalu lintas lainnya,’’ ujarnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Icha Kharoline menegeskan dirinya enggan untuk memberikan pertanyaan kepada wartawan. ”Saya sudah minta maaf dan saya sudah membuat pernyataan, saya mohon maaf. Tolong dimaafkan ya. Saya orang biasa, kalau ada khilaf tolong dimaafkan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto melalui pesan whatsapp tadi malam. ”Saya bukan artis, bukan aparat, saya manusia biasa yang banyak salah. Maaf, sekali lagi maaf,” tandasnya.

Beredarnya video dua perempuan keramas sembari mengendarai motor yang diperankan kakak-adik, Icha Kharoline dan Ajeng Amelia, rupanya berbuntut panjang. Setelah sebelumnya mereka bersedia membuat surat pernyataan sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada publik melalui video, kemarin (14/12) Satlantas Polres Mojokerto justru memanggil kembali keduanya. Penyebabnya, karena status nyinyir yang diunggah Icha melalui insta story di akun Instagram icha_kharoline. Namun, hingga pukul 15.30 keduanya tak kunjung hadir alias mangkir dari panggilan.

Meski demikian, polisi memastikan akan melakukan penilangan terhadap sepeda motor Honda Scoopy Nopol S 2254 QQ warna putih biru yang dikendarai. ’’Hari ini (kemarin, Red) kami panggil lagi untuk klarifikasi, sekaligus memberikan tindakan tegas berupa tilang,’’ ungkap Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Bobby M. Zulfikar, di mapolres kemarin. Tindakan ini memang berbeda dengan pemanggilan pertama pada Jumat (13/12). Sebelumnya, Icha dan Ajeng hanya diminta polisi untuk membuat surat pernyataan dan permintaan maaf kepada publik melalui video, karena aksi keramas dengan mengenderai sepeda motor tanpa mengenakan helm.

Dan, polisi juga tidak melakukan penilangan sepeda motor. Sebab, lanjut Bobby, pihaknya lebih dulu mengambil langkah persuasif dengan memberikan pembinaan dan sanksi moral berupa permintaan maaf melalui rekaman video. Namun, upaya pembinaan ini justru mendapat sambutan berbeda. Belakangan, Icha Kharoline, warga Kecamatan Pungging ini, malah menulis status nyinyir di insta story miliknya.

Sehingga, pemanggilan ulang Icha dan Ajeng untuk kedua kalinya lebih difokuskan pada persoalan insta story yang diunggah Icha. Dalam status itu, perempuan yang belakangan diketahui sebagai penyanyi dangdut tersebut terkesan membela diri. Kali ini aku mau nanggepin buat follower-follower aku, buat teman-teman aku atau buat yang pada kepo di sini aku tegesin lagi ya, kalau di sini aku ga bersalah apa-apa karena aku bukan kriminal, aku juga bukan penjahat, aku juga bukan pencuri, aku juga bukan yang kayak gimana gitu. Di sini tujuan aku buat menghibur kalian semua, tapi kalau pada kenyataannya salah, ya aku minta maaf, tutur Icha dalam akun Instagram-nya.

Baca Juga :  Polisi Seret Dua Cewek Keramas di Atas Motor ke Ranah Pidana

Dalam video itu, Icha menegaskan, bahwa wanita seksi di dalam video yang viral adalah benar dirinya. Jadi, buat teman-teman ga usah terlalu apa ya. Aku sih biasa aja. Sebagai diri aku sendiri aku harus berani bertanggung jawab gitu. Jadi, biasa aja ya. Kalian yang mau kepo bisa kepo, kalian yang mau tanya, kak emang itu kakak ya, iya emang itu aku. Terus kalau aku kenapa? Aku enggak ngerugiin kamu kan? imbuh dia. Bobby menegaskan, jika memang Icha merasa tidak bersalah hal itu dinilai hal yang wajar. Namun, dia menyayangkan nyinyiran tersebut justru disampaikan melalui media sosial. Sehingga, dinilai justru menggugah kegaduhan baru. ’’Kalau dia merasa tidak bersalah ya oke, tapi tidak usah dibegitukan (insta story). Akhirnya, masyarakat berpikir melakukan tindakan seperti itu tidak disanksi oleh pihak kepolisian. Berarti polisi tebang pilih,’’ terangnya. Oleh karenanya, Bobby menyatakan, tindakan tilang segera dilakukan. Langkah ini sekaligus untuk mengklarifikasi pernyataan Icha yang diunggah melalui Instagram. ’’Itu sekaligus mengedukasi, supaya dia tidak menyanggah hal-hal yang telah dia lakukan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Kasus Pencurian di Utara Sungai Kambuh Lagi, Sopir Truk Jadi Korban

Bobby menyebutkan, atas perbuatannya membuat video challenge mengendarai motor tanpa helm, berboncengan, dan beradegan keramas mengenakan daster tanktop, Icha dan adiknya, dinilai melanggar pasal 288 ayat 2 dan pasal 291 ayat 1, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

- Advertisement -

Mereka juga dijatuhi sanksi denda maksimal Rp 250 ribu. Karena terlihat jelas berkendara tanpa memakai helm. Selain itu, ulah mereka juga dinilai membahayakan pengguna jalan lainnya.’’Dia juga kurang konsentrasi saat berkendara, karena mengedepankan kontennya. Tentu, rawan tejadi kecelakaan,’’ jelasnya.

Sedangkan, dalam pemanggilan kemarin, tambah Bobby, pihaknya meminta Icha dan Ajeng datang membawa sepeda motor Honda Scoopy Nopol S 3354 QQ sekaligus STNK-nya, yang dikendarai saat membuat video. ’’Kalau tidak ada STNK, kami sita motornya. Kami perlakukan sama dengan pelanggar lalu lintas lainnya,’’ ujarnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Icha Kharoline menegeskan dirinya enggan untuk memberikan pertanyaan kepada wartawan. ”Saya sudah minta maaf dan saya sudah membuat pernyataan, saya mohon maaf. Tolong dimaafkan ya. Saya orang biasa, kalau ada khilaf tolong dimaafkan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto melalui pesan whatsapp tadi malam. ”Saya bukan artis, bukan aparat, saya manusia biasa yang banyak salah. Maaf, sekali lagi maaf,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/