alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Bandar Kelas Kakap Ditangkap saat Bercinta dengan Istri Siri

MOJOKERTO – Klaim darurat narkoba di Kota Mojokerto memang bukan isapan jempol. Terbukti, petugas gabungan BNN Provinsi Jatim dan Kota Mojokerto berhasil meringkus bandar narkotika jenis sabu-sabu (SS) beromzet miliaran rupiah per bulan.

Adalah Achmad Sulem Alwadleh, 39, warga asal Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Tak sendirian. Dia yang berstatus pengendali atau operator sabu antarkota ini diringkus bersama istri sirinya, Ningrum, 32, saat kedapatan bercinta di rumah kontrakannya di Perumahan Suromulang, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Sebagai jaringan kelas kakap, dua anggotanya juga ikut diamankan. Masing-masing Ali Maskur, 31, warga Desa Plososari, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto dan Saiful Anam, 47, asal Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Dari tangan tersangka, sedikitnya 373,1 gram sisa penjualannya berhasil diamankan. ’’Mereka tidak sekali saja. Namanya ya jaringan, pastinya berulang kali. Mereka sudah termasuk jaringan Indonesia,’’ kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso, di Kantor BNNK Mojokerto, kemarin.

Bahkan, melihat jam terbangnya, komplotan ini tergolong bandar besar sekaligus jaringan kelas kakap. Terbukti, jika dihitung perputaran uang atau omzetnya bisa mencapai Rp 3 miliar per bulan.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Galian C di Sungai Galuh

Dengan rincian, mereka dapat mengedarkan 500 gram dalam sepekan atau 2 kilogram (kg) barang haram dalam kurun waktu satu bulan. Dengan pasaran harga Rp 1,5 juta per gramnya. ’’Omzetnya, jika satu gram saja di Jatim Rp 1,5 juta, ya tinggal kalikan saja,’’ tandasnya.

Peredarannya pun tak hanya di wilayah Mojokerto. Melainkan juga merambah ke Jombang dan Malang. ’’Mereka tidak berdiri sendiri. Ini betul-betul jaringan pengendali antarkota,’’ tandasnya.

Kepala BNNK Mojokerto AKBP Suharsi menambahkan, untuk membongkar komplotan ini memang tak mudah. Petugas perlu melakukan penyelidikan sekitar satu tahun lebih. Tiga bulan melakukan pengintaian secara masif dan intens 24 jam nonstop.

’’Ini juga belum selesai. Ini hanya permulaan, karena kami masih terus mengembangkan ke jaringan lebih besar,’’ terangnya. Terbongkarnya bandar besar ini berawal dari penangkapan Saiful Anam di Jalan Raya Pekayon, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Sabtu (10/11) sekitar pukul 13.00.

Saat itu, tersangka baru saja mengirim 3 bungkus sabu-sabu seberat 184,52 gram dan 6 butir ekstasi ke tersangka Ali dengan sistem ranjau. ’’Baru selang 30 menit, kami (BNNP Jatim dan BNNK Mojokerto) meringkus Ali di dekat rumahnya lengkap sama barang bukti ranjauan narkotika yang baru saja diterima dari Saiful,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Dua Hari, Dua Motor Amblas

Petugas juga langsung menggeledah tempat tinggal Saiful di Pekayon Gang IV, Kelurahan Kranggan. Di situ, petugas menyita barang bukti 4 bungkus sabu-sabu seberat 188,68 gram, 2 kartu ATM, sepeda motor Honda Beat nopol S 2506 PZ dan Honda CBR nopol S 5582 RX.

Dari tangan Saiful, petugas juga mengamakan uang Rp 200 ribu dan satu unit timbangan elektrik yang dipakai memecah sabu-sabu ke paket hemat. Berbekal keterangan Saiful yang juga anak buah Sulem, sekira jam 14.00, petugas akhirnya berhasil meringkus Sulem di rumah kontrakannya, Perumahan Suromulang, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon.

’’Kami juga ikut mengamankan istri sirinya, Ningrum. Kebetulan saat kita gerebek keduanya sedang hubungan ranjang di kamar,’’ tambah Suharsi. Tak hanya itu. Sejumlah barang bukti juga ikut disita.

Meliputi, 2 unit handphone, 1 unit mobil Nissan Navara nopol L 9408 NA, satu mobil Honda Jazz RS nopol W 468 RQ, dua kartu ATM BRI dan BCA, serta 9 buku rekening BCA.

Kata dia, modus operandinya mereka lebih pada menjual ke para pengedar satu klik di bawahnya. Sehingga untuk mengedarkan barang haram ini mereka tidak langsung terhubung dengan pengguna.

’’Mereka tidak menjual yang di kampung-kampung. Jadi, mereka masih menjual dengan jumlah besar,’’ pungkasnya. 

 

MOJOKERTO – Klaim darurat narkoba di Kota Mojokerto memang bukan isapan jempol. Terbukti, petugas gabungan BNN Provinsi Jatim dan Kota Mojokerto berhasil meringkus bandar narkotika jenis sabu-sabu (SS) beromzet miliaran rupiah per bulan.

Adalah Achmad Sulem Alwadleh, 39, warga asal Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Tak sendirian. Dia yang berstatus pengendali atau operator sabu antarkota ini diringkus bersama istri sirinya, Ningrum, 32, saat kedapatan bercinta di rumah kontrakannya di Perumahan Suromulang, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Sebagai jaringan kelas kakap, dua anggotanya juga ikut diamankan. Masing-masing Ali Maskur, 31, warga Desa Plososari, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto dan Saiful Anam, 47, asal Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Dari tangan tersangka, sedikitnya 373,1 gram sisa penjualannya berhasil diamankan. ’’Mereka tidak sekali saja. Namanya ya jaringan, pastinya berulang kali. Mereka sudah termasuk jaringan Indonesia,’’ kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso, di Kantor BNNK Mojokerto, kemarin.

- Advertisement -

Bahkan, melihat jam terbangnya, komplotan ini tergolong bandar besar sekaligus jaringan kelas kakap. Terbukti, jika dihitung perputaran uang atau omzetnya bisa mencapai Rp 3 miliar per bulan.

Baca Juga :  Divonis Ringan, Tetap Melawan

Dengan rincian, mereka dapat mengedarkan 500 gram dalam sepekan atau 2 kilogram (kg) barang haram dalam kurun waktu satu bulan. Dengan pasaran harga Rp 1,5 juta per gramnya. ’’Omzetnya, jika satu gram saja di Jatim Rp 1,5 juta, ya tinggal kalikan saja,’’ tandasnya.

Peredarannya pun tak hanya di wilayah Mojokerto. Melainkan juga merambah ke Jombang dan Malang. ’’Mereka tidak berdiri sendiri. Ini betul-betul jaringan pengendali antarkota,’’ tandasnya.

Kepala BNNK Mojokerto AKBP Suharsi menambahkan, untuk membongkar komplotan ini memang tak mudah. Petugas perlu melakukan penyelidikan sekitar satu tahun lebih. Tiga bulan melakukan pengintaian secara masif dan intens 24 jam nonstop.

’’Ini juga belum selesai. Ini hanya permulaan, karena kami masih terus mengembangkan ke jaringan lebih besar,’’ terangnya. Terbongkarnya bandar besar ini berawal dari penangkapan Saiful Anam di Jalan Raya Pekayon, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Sabtu (10/11) sekitar pukul 13.00.

Saat itu, tersangka baru saja mengirim 3 bungkus sabu-sabu seberat 184,52 gram dan 6 butir ekstasi ke tersangka Ali dengan sistem ranjau. ’’Baru selang 30 menit, kami (BNNP Jatim dan BNNK Mojokerto) meringkus Ali di dekat rumahnya lengkap sama barang bukti ranjauan narkotika yang baru saja diterima dari Saiful,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Puluhan Pengendara Motor Ditilang di Depan Pengadilan

Petugas juga langsung menggeledah tempat tinggal Saiful di Pekayon Gang IV, Kelurahan Kranggan. Di situ, petugas menyita barang bukti 4 bungkus sabu-sabu seberat 188,68 gram, 2 kartu ATM, sepeda motor Honda Beat nopol S 2506 PZ dan Honda CBR nopol S 5582 RX.

Dari tangan Saiful, petugas juga mengamakan uang Rp 200 ribu dan satu unit timbangan elektrik yang dipakai memecah sabu-sabu ke paket hemat. Berbekal keterangan Saiful yang juga anak buah Sulem, sekira jam 14.00, petugas akhirnya berhasil meringkus Sulem di rumah kontrakannya, Perumahan Suromulang, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon.

’’Kami juga ikut mengamankan istri sirinya, Ningrum. Kebetulan saat kita gerebek keduanya sedang hubungan ranjang di kamar,’’ tambah Suharsi. Tak hanya itu. Sejumlah barang bukti juga ikut disita.

Meliputi, 2 unit handphone, 1 unit mobil Nissan Navara nopol L 9408 NA, satu mobil Honda Jazz RS nopol W 468 RQ, dua kartu ATM BRI dan BCA, serta 9 buku rekening BCA.

Kata dia, modus operandinya mereka lebih pada menjual ke para pengedar satu klik di bawahnya. Sehingga untuk mengedarkan barang haram ini mereka tidak langsung terhubung dengan pengguna.

’’Mereka tidak menjual yang di kampung-kampung. Jadi, mereka masih menjual dengan jumlah besar,’’ pungkasnya. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/