alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Buruh Pabrik Tewas di Kamar Kos

NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Nurudin, 46, dibuat syok saat melihat tetangga kos sekaligus rekan kerjanya meninggal dunia, Kamis (14/10).  Adalah Hartadi, 54, warga Desa/Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung ini ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Dusun Ngetrep, Desa Sedati, Kecamatan Ngoro. Diduga, pria paruh baya itu meninggal akibat serangan jantung.

Jasad Hartadi ditemukan pertamakali oleh Nurudin sekitar Pukul 09.00. Nurudin mulai mengendus kejanggalan saat korban tak kunjung bangun dan keluar kamar hingga menjelang siang. Sebab, korban biasa bangun dan mulai beraktivitas sejak pagi. ”Biasanya pagi sudah bangun. Ya entah cuci-cuci atau nyapu gitu. Tapi tadi (kemarin) nggak bangun sampai jam 09.00,” ujarnya.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban yang telah tinggal selama 14 tahun di kos milik Rahmat tersebut tak pernah menunjukkan perilaku yang tak wajar.

Baca Juga :  Protes Diabaikan, Panitia Pilkades Digugat

Curiga nasib rekan kerjanya di PT Roman Ceramic Internasional itu, Nurudin mencoba membangunkannya. Berkali-kali, ia memanggil nama korban, namun tak kunjung direspon. Hingga akhirnya dia memberanikan diri untuk membuka pintu kamar korban. Namun, ia menemukan korban sudah terbujur kaku di lantai kamar. ”Sudah saya panggil berkali-kali. Pak Hartadi waktunya sarapan, kok ndak dijawab. Saya buka pintunya, ternyata sudah tergeletak di lantai situ,” ungkapnya.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Ngoro Iptu Saiful Hadi menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, sebelum ditemukan meninggal korban sempat mencuci pakaian sepulang kerja Rabu (13/10) malam. Hanya saja, cuciannya itu belum sempat dijemur. ”Korban pulang kerja pukul 24.00. Lalu dia cuci-cuci. Tapi belum sempat dijemur, korban terus tidur,” terangnya.

Baca Juga :  Buruh Pabrik Edarkan Ribuan Koplo

Diduga, korban meninggal akibat serangan jantung. Sebab, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, Hartadi memiliki riwayat penyakit jantung sejak lama. Hanya saja kepolisian enggan gegabah memastikan penyebab tewasnya Hartadi. ”Dugaan sementara, korban meninggal akibat serangam jantung. Hasil keterangan saksi menyebutkan bahwa korban punya riwayat penyakit jantung,” terangnya.

Jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek untuk menjalani serangkaian pemeriksaan medis. Meski hasil olah TKP tidak menunjukkan adanya luka bekas kekerasan maupun indikasi Covid -19 pada korban. ”Kita evakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek untuk dilakukan visum,” tukas mantan Kanit Pidana Ekonomi Satreskrim Polres Mojokerto itu. (vad/ron)

NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Nurudin, 46, dibuat syok saat melihat tetangga kos sekaligus rekan kerjanya meninggal dunia, Kamis (14/10).  Adalah Hartadi, 54, warga Desa/Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung ini ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Dusun Ngetrep, Desa Sedati, Kecamatan Ngoro. Diduga, pria paruh baya itu meninggal akibat serangan jantung.

Jasad Hartadi ditemukan pertamakali oleh Nurudin sekitar Pukul 09.00. Nurudin mulai mengendus kejanggalan saat korban tak kunjung bangun dan keluar kamar hingga menjelang siang. Sebab, korban biasa bangun dan mulai beraktivitas sejak pagi. ”Biasanya pagi sudah bangun. Ya entah cuci-cuci atau nyapu gitu. Tapi tadi (kemarin) nggak bangun sampai jam 09.00,” ujarnya.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban yang telah tinggal selama 14 tahun di kos milik Rahmat tersebut tak pernah menunjukkan perilaku yang tak wajar.

Baca Juga :  Kurir Sabu Asal Jombang dan Madiun Digerebek

Curiga nasib rekan kerjanya di PT Roman Ceramic Internasional itu, Nurudin mencoba membangunkannya. Berkali-kali, ia memanggil nama korban, namun tak kunjung direspon. Hingga akhirnya dia memberanikan diri untuk membuka pintu kamar korban. Namun, ia menemukan korban sudah terbujur kaku di lantai kamar. ”Sudah saya panggil berkali-kali. Pak Hartadi waktunya sarapan, kok ndak dijawab. Saya buka pintunya, ternyata sudah tergeletak di lantai situ,” ungkapnya.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Ngoro Iptu Saiful Hadi menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, sebelum ditemukan meninggal korban sempat mencuci pakaian sepulang kerja Rabu (13/10) malam. Hanya saja, cuciannya itu belum sempat dijemur. ”Korban pulang kerja pukul 24.00. Lalu dia cuci-cuci. Tapi belum sempat dijemur, korban terus tidur,” terangnya.

Baca Juga :  Galian Ilegal di Manduro Digerebek, Polisi Sita Catatan Hasil Tambang

Diduga, korban meninggal akibat serangan jantung. Sebab, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, Hartadi memiliki riwayat penyakit jantung sejak lama. Hanya saja kepolisian enggan gegabah memastikan penyebab tewasnya Hartadi. ”Dugaan sementara, korban meninggal akibat serangam jantung. Hasil keterangan saksi menyebutkan bahwa korban punya riwayat penyakit jantung,” terangnya.

- Advertisement -

Jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek untuk menjalani serangkaian pemeriksaan medis. Meski hasil olah TKP tidak menunjukkan adanya luka bekas kekerasan maupun indikasi Covid -19 pada korban. ”Kita evakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek untuk dilakukan visum,” tukas mantan Kanit Pidana Ekonomi Satreskrim Polres Mojokerto itu. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/