alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Ditelepon 10 Menit, Rp 18,7 Juta Amblas

Penelepon Mengaku Pegawai Bank Plat Merah

BANGSAL, Jawa Pos Radar Mojokerto – Saldo rekening milik Budi Setyo Hadi, 54, tersedot habis secara misterius. Itu setelah dirinya ditelepon orang yang mengaku sebagai pegawai bank tempatnya menabung. Kasus yang dialaminya itu telah dilaporkan ke kepolisian hingga ke Dewan Komisioner OJK.

Warga Dusun Genuk Watu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bangsal, itu mendapat telepon dari nomor 0811319344 yang masuk sekitar pukul 12.00 Sabtu (14/5). Orang dibalik telepon itu lantas memperkenalkan diri sebagai Aditya dari BRI pusat dengan nomor ID CN148001. Selanjutnya, penelepon mencocokkan data dan nomor rekening milik Budi. ’’Waktu itu saya lagi di rumah, ada tamu, terus dapat telepon itu. Katanya saya dapat 300 poin reward banking. Saya dengar dan iya kan saja,’’ terangnya.

Usai percakapan telepon yang berlangsung sekitar 10 menit itu berakhir, Budi dikagetkan dengan notifikasi SMS banking yang masuk ke ponselnya. Saldo Rp 18,7 juta miliknya tersedot habis hingga tersisa sekitar Rp 51 ribu. Itu setelah saldonya tersedot dua kali dengan nilai Rp 9,7 juta dan Rp 9 juta. ’’Awalnya waktu ditelpon itu saya dapat notifikasi BRI-OTP. Setelah telepon ditutup muncul BRI-NOTIF kalau sudah ada dua kali uang keluar itu. Padahal uang itu buat biaya anak saya operasi lahiran nanti,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Selama Dua Minggu, Polisi Gulung 37 Penjahat

Meski tercium aroma pembobolan rekening, ia tetap pergi ke ATM BRI terdekat untuk memastikannya. Rampung dicek, rupanya hal itu benar terjadi. Saldonya terkuras secara misterius. Budi berupaya menanyakan peristiwa yang menimpanya itu ke Call Center BRI 14017. Namun ia tak mendapat jawaban seperti yang diharapkan. ’’Sempat telpon 14017 tapi kelamaan akhirnya saya matikan,’’ ujarnya.

Seolah terus dipantau oleh penelpon misterius, dia lantas mendapat telepon dari nomor yang sama. Justru, pria misterius tersebut mengaku dari BRIVA (BRI Virtual Account) dan bisa mengembalikan uang yang tersedot misterius itu. Syaratnya, Budi mesti mentransfer uang Rp 2 juta terlebih dahulu. ’’Katanya dia bisa kembalikan Rp 18,7 juta itu tapi bayar Rp 2 juta dulu. Jelas saya tolak, terus telponnya saya matikan,’’ urainya.

Nomor misterius itu lantas tak bisa dihubungi. Budi langsung mencetak rekening koran guna menelusuri aliran uang yang tersedot misterius itu. Ternyata uang belasan juta itu mengalir ke akun dompet digital OVO atas nama nomor telepon 0816248651 dan 087719716950. ’’Cuma nomor telepon saja bukan perusahaan. Nama pemiliknya juga gak kelihatan, dihubungi juga gak bisa,’’ sebut pria yang berprofesi pengacara itu.

Baca Juga :  Sembunyi di Pedalaman, Eks Bos Pabrik Baja Dieksekusi

Selasa (10/5), Budi langsung melaporkan yang dialaminya itu ke Mapolres Mojokerto. Pihaknya turut bersurat dengan sejumlah pihak. Terutama BRI Kantor Cabang Mojokerto. ’’Sudah saya laporkan ke Dewan Komisioner OJK Bidang Perlindungan Konsumen juga. Kemarin saya bersurat,’’ imbuhnya.

BRI Kantor Cabang Mojokerto belum memberikan komentar resmi terkait saldo nasabah yang berpindah tanpa persetujuan pemilik itu. ’’Mengenai pendapat untuk dipublikasi ke media, hanya pimpinan cabang yang diperkenankan. Maaf saya tidak diizinkan untuk itu,’’ ujar Asisten Manajer Bisnis Mikro BRI Kantor Cabang Mojokerto Nurhayati.

Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Mojokerto Ipda Selimat membenarkan adanya pelaporan yang dilayangkan Hadi. ’’Laporan itu sudah diterima anggota piket. Namun, pendelegasian tugas untuk penanganan kasus tersebut ke unit mana itu wewenang pak kasat,’’ sebutnya. (vad/fen)

Penelepon Mengaku Pegawai Bank Plat Merah

BANGSAL, Jawa Pos Radar Mojokerto – Saldo rekening milik Budi Setyo Hadi, 54, tersedot habis secara misterius. Itu setelah dirinya ditelepon orang yang mengaku sebagai pegawai bank tempatnya menabung. Kasus yang dialaminya itu telah dilaporkan ke kepolisian hingga ke Dewan Komisioner OJK.

Warga Dusun Genuk Watu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bangsal, itu mendapat telepon dari nomor 0811319344 yang masuk sekitar pukul 12.00 Sabtu (14/5). Orang dibalik telepon itu lantas memperkenalkan diri sebagai Aditya dari BRI pusat dengan nomor ID CN148001. Selanjutnya, penelepon mencocokkan data dan nomor rekening milik Budi. ’’Waktu itu saya lagi di rumah, ada tamu, terus dapat telepon itu. Katanya saya dapat 300 poin reward banking. Saya dengar dan iya kan saja,’’ terangnya.

Usai percakapan telepon yang berlangsung sekitar 10 menit itu berakhir, Budi dikagetkan dengan notifikasi SMS banking yang masuk ke ponselnya. Saldo Rp 18,7 juta miliknya tersedot habis hingga tersisa sekitar Rp 51 ribu. Itu setelah saldonya tersedot dua kali dengan nilai Rp 9,7 juta dan Rp 9 juta. ’’Awalnya waktu ditelpon itu saya dapat notifikasi BRI-OTP. Setelah telepon ditutup muncul BRI-NOTIF kalau sudah ada dua kali uang keluar itu. Padahal uang itu buat biaya anak saya operasi lahiran nanti,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Sembunyi di Pedalaman, Eks Bos Pabrik Baja Dieksekusi

Meski tercium aroma pembobolan rekening, ia tetap pergi ke ATM BRI terdekat untuk memastikannya. Rampung dicek, rupanya hal itu benar terjadi. Saldonya terkuras secara misterius. Budi berupaya menanyakan peristiwa yang menimpanya itu ke Call Center BRI 14017. Namun ia tak mendapat jawaban seperti yang diharapkan. ’’Sempat telpon 14017 tapi kelamaan akhirnya saya matikan,’’ ujarnya.

Seolah terus dipantau oleh penelpon misterius, dia lantas mendapat telepon dari nomor yang sama. Justru, pria misterius tersebut mengaku dari BRIVA (BRI Virtual Account) dan bisa mengembalikan uang yang tersedot misterius itu. Syaratnya, Budi mesti mentransfer uang Rp 2 juta terlebih dahulu. ’’Katanya dia bisa kembalikan Rp 18,7 juta itu tapi bayar Rp 2 juta dulu. Jelas saya tolak, terus telponnya saya matikan,’’ urainya.

- Advertisement -

Nomor misterius itu lantas tak bisa dihubungi. Budi langsung mencetak rekening koran guna menelusuri aliran uang yang tersedot misterius itu. Ternyata uang belasan juta itu mengalir ke akun dompet digital OVO atas nama nomor telepon 0816248651 dan 087719716950. ’’Cuma nomor telepon saja bukan perusahaan. Nama pemiliknya juga gak kelihatan, dihubungi juga gak bisa,’’ sebut pria yang berprofesi pengacara itu.

Baca Juga :  Tiga Bulan, Amankan 430 Botol Miras

Selasa (10/5), Budi langsung melaporkan yang dialaminya itu ke Mapolres Mojokerto. Pihaknya turut bersurat dengan sejumlah pihak. Terutama BRI Kantor Cabang Mojokerto. ’’Sudah saya laporkan ke Dewan Komisioner OJK Bidang Perlindungan Konsumen juga. Kemarin saya bersurat,’’ imbuhnya.

BRI Kantor Cabang Mojokerto belum memberikan komentar resmi terkait saldo nasabah yang berpindah tanpa persetujuan pemilik itu. ’’Mengenai pendapat untuk dipublikasi ke media, hanya pimpinan cabang yang diperkenankan. Maaf saya tidak diizinkan untuk itu,’’ ujar Asisten Manajer Bisnis Mikro BRI Kantor Cabang Mojokerto Nurhayati.

Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Mojokerto Ipda Selimat membenarkan adanya pelaporan yang dilayangkan Hadi. ’’Laporan itu sudah diterima anggota piket. Namun, pendelegasian tugas untuk penanganan kasus tersebut ke unit mana itu wewenang pak kasat,’’ sebutnya. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/