Sabtu, 16 Oct 2021
Radar Mojokerto
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Penjual Jangkrik Edarkan Sabu 2,1 Ons

14 Oktober 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Penjual Jangkrik Edarkan Sabu 2,1 Ons

NARKOBA: Sejumlah barang bukti hasil penangkapan tersangka narkoba (Martda Vadetya/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Malda Sastra Bawani, 20, tertunduk lesu saat digiring ke Mapolres Mojokerto. Penjual jangkrik asal Dusun Prayan, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan itu dibekuk petugas lantaran terbukti mengedarkan sabu-sabu seberat 2,1 ons.

Malda ditangkap petugas saat bertransaksi di SPBU Desa Jabon beberapa waktu lalu. Penangkapan bermula saat polisi mendapat laporan dari masyarakat atas maraknya transaksi barang haram di wilayah Mojoanyar tersebut. Berbekal informasi itulah, petugas yang tengah berpatroli di lokasi mendapati ciri-ciri yang sama pada pelaku. Apalagi, tindak-tanduk pelaku yang tak wajar, memantik kecurigaan petugas.

Hingga akhirnya, aksi pria yang kesehariannya sebagai penjual jangkrik itu terkuak saat pelaku bertransaksi di lokasi. Saat digeledah, petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu sebanyak 2,1 ons. ”Setelah kami geledah, terbukti pelaku membawa sabu-sabu dengan berat total 2,1 ons. Ada barang bukti lain yang turut kami amankan,” terang Kasatresnarkoba Polres Mojokerto AKP Bangkit Dananjaya.

Baca juga: Tak Bayar Pajak, Rumah Makan Disegel

Sejumlah barang bukti yang diamankan itu di antaranya, smartphone Samsung warna hitam, satu unit timbangan digital warna silver, bekas bungkus mie instan. ”Sabu-sabu itu dikemas menjadi dua bagian dan dibungkus di dalam plastik klip serta diberi kode A dan B. Kode A seberat 100,74 gram dan kode B, 101,22 gram,” terangnya.

Di depan petugas, pelaku mengaku baru menjalankan bisnis haramnya sejak tiga bulan terakhir. Ia membeli barang haram tersebut dari seorang pemasok dengan harga Rp 1 juta per gram atau senilai Rp 201 juta. ”Sabu-sabu ini akan diedarkan pelaku di sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto. Terutama di Trowulan. Karena pelaku menjualnya ke kalangan pemuda yang dikenalnya,” ungkap Bangkit.

Disinggung terkait pemasok barang haram tersebut, Bangkit mengaku telah mengantongi sejumlah nama yang bakal jadi target penangkapan. Justru, hasil pemeriksaan pelaku menunjukkan adanya indikasi permainan bandar yang digerakkan dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). ”Sabu-sabu ini indikasinya digerakkan dari Lapas Porong. Kami sudah mengantongi nama-namanya. Jadi ini masih terus kami dalami dan kembangkan,” tukas mantan staff SSDM Mabes Polri itu. 

Kini, pelaku dan sejumlah barang bukti diamankan di mapolres. Atas aksinya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) atau 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman selama 12 tahun. (vad/ron)

(mj/ADI/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia