alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Puluhan Rumah Kos Jadi Sarang Mesum

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan rumah kos di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, diduga jadi ajang tempat mesum. Rumah kos tak berizin itu marak disewakan dengan tarif per jam kepada pasangan muda-mudi secara online. Polisi dan satpol PP mengaku tengah melakukan pendataan untuk pencegahan.

Berdasarkan laporan monitoring data perizinan kos oleh DPMPTSP pada 2020, tercatat ratusan rumah kos tidak mengantongi berizin. Dari total 695 rumah kos di 18 kelurahan, hanya 66 rumah kos yang mengantongi izin. Sedangkan, 629 sisanya atau sekitar 89,9 persen tak berizin.

Keberadaan rumah kos bodong paling banyak di Kelurahan Meri. Di tahun itu, dari 96 rumah kos, 88 di antaranya tidak berizin. Hingga kini, diperkirakan masih ada sekitar 80 kos yang belum mengurus perizinan.

Baca Juga :  Pohon Jumbo Timpa Tiga Bangunan

Tempat kos yang tak berizin kerap berada di luar radar pengawasan dan pantauan rutin. Menurut kepolisian, tingkat penyalagunaan kos bodong cukup tinggi. Salah satunya dijadikan tempat mesum. Hal itu terbukti dari berkali-kali Satsabhara Polres Mojokerto Kota dan satpol PP menciduk pasangan bukan suami istri. ”Beberapa kejadian belakang juga ada modus sewa kos ,” kata Kaurtipiring Satsabhara Polres Mojokerto Kota Bripka Suharmanto mencontohkan dua sejoli yang diamakan saat menyewa kamar kos di Lingkungan Kuwung, Kamis (12/5).

Mereka menyewa kamar yang ditarif Rp 60-80 ribu per jam. Selain berbuat asusila, mereka juga kedapatan merekam hubungan badan. Keempatnya diserahkan ke dinsos untuk pembinaan.

Disinyalir, bisnis sewa kos tersebut sudah berlangsung lebih dari setahun. Penawaran kos banyak dilakukan lewat media sosial Facebook. ”Sejauh ini kita temukan 10 tempat di Meri yang disewakan per jam,” imbuhnya. Selain jadi ajang mesum, kos milik LI, warga Mojoagung, Jombang itu juga tak berizin. Pemilik kos yang sudah dipanggil namun masih mangkir.

Baca Juga :  Ciduk Dua Pasangan Mesum, Polisi Dapati Tisu Magic dan Kondom

Dari kasus ini, kepolisian juga berkoordinasi dengan satpol PP untuk melakukan pendataan. Hal itu sebagai bentuk pencegahan terhadap maraknya penyalagunaan rumah kos.

Kabid Trantib Satpol PP Kota Mojokerto Fudi Harijanto menegaskan, setelah berkoordinasi, pihaknya bakal segera turun ke lapangan. Langkah tersebut untuk memeriksa perizinan kos, kegunaan, hingga antisipasi penyalahgunaan. ”Minggu ini langsung kita tindaklanjuti. Kita akan sidak masalah izin-izinnya,” tandasnya. (adi/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan rumah kos di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, diduga jadi ajang tempat mesum. Rumah kos tak berizin itu marak disewakan dengan tarif per jam kepada pasangan muda-mudi secara online. Polisi dan satpol PP mengaku tengah melakukan pendataan untuk pencegahan.

Berdasarkan laporan monitoring data perizinan kos oleh DPMPTSP pada 2020, tercatat ratusan rumah kos tidak mengantongi berizin. Dari total 695 rumah kos di 18 kelurahan, hanya 66 rumah kos yang mengantongi izin. Sedangkan, 629 sisanya atau sekitar 89,9 persen tak berizin.

Keberadaan rumah kos bodong paling banyak di Kelurahan Meri. Di tahun itu, dari 96 rumah kos, 88 di antaranya tidak berizin. Hingga kini, diperkirakan masih ada sekitar 80 kos yang belum mengurus perizinan.

Baca Juga :  Satpol PP Razia PSK Awang-Awang

Tempat kos yang tak berizin kerap berada di luar radar pengawasan dan pantauan rutin. Menurut kepolisian, tingkat penyalagunaan kos bodong cukup tinggi. Salah satunya dijadikan tempat mesum. Hal itu terbukti dari berkali-kali Satsabhara Polres Mojokerto Kota dan satpol PP menciduk pasangan bukan suami istri. ”Beberapa kejadian belakang juga ada modus sewa kos ,” kata Kaurtipiring Satsabhara Polres Mojokerto Kota Bripka Suharmanto mencontohkan dua sejoli yang diamakan saat menyewa kamar kos di Lingkungan Kuwung, Kamis (12/5).

Mereka menyewa kamar yang ditarif Rp 60-80 ribu per jam. Selain berbuat asusila, mereka juga kedapatan merekam hubungan badan. Keempatnya diserahkan ke dinsos untuk pembinaan.

Disinyalir, bisnis sewa kos tersebut sudah berlangsung lebih dari setahun. Penawaran kos banyak dilakukan lewat media sosial Facebook. ”Sejauh ini kita temukan 10 tempat di Meri yang disewakan per jam,” imbuhnya. Selain jadi ajang mesum, kos milik LI, warga Mojoagung, Jombang itu juga tak berizin. Pemilik kos yang sudah dipanggil namun masih mangkir.

Baca Juga :  Dorong Korban PTSL Melapor
- Advertisement -

Dari kasus ini, kepolisian juga berkoordinasi dengan satpol PP untuk melakukan pendataan. Hal itu sebagai bentuk pencegahan terhadap maraknya penyalagunaan rumah kos.

Kabid Trantib Satpol PP Kota Mojokerto Fudi Harijanto menegaskan, setelah berkoordinasi, pihaknya bakal segera turun ke lapangan. Langkah tersebut untuk memeriksa perizinan kos, kegunaan, hingga antisipasi penyalahgunaan. ”Minggu ini langsung kita tindaklanjuti. Kita akan sidak masalah izin-izinnya,” tandasnya. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/