alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Napi Kendalikan Peredaran Narkoba

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dugaan narapidana (napi) di Lapas Kelas II-B Mojokerto sebagai pengendali peredaran narkoba Mojokerto dibantah lapas. ’’Sementara ini kepolisian belum ada yang mengonfirmasi keterlibatan itu,’’ ungkap Kalapas Kelas II-B Mojokerto Wahyu Susetyo, Jumat (13/3).

Wahyu menuturkan, pihaknya belum pernah menerima konfirmasi dari Polres Mojokerto terkait dugaan keterlibatan napi dalam peredaran narkoba. Seperti yang disebutkan salah satu tersangka kasus narkoba yang ditangkap polisi.

Kendati demikian, jika memang benar ada, Wahyu meminta ada pembuktian. Sehingga lapas bisa langsung menindaklanjuti dengan mencari siapa napi yang disebutkan oleh tersangka. ’’Tentu akan kita tindak lanjuti siapa yang menjadi dalang bermain narkoba di dalam lapas,’’ tegasnya.

Sebenarnya, kata Wahyu, meski tak ada keterlibatan warga binaannya dalam pengendalian narkoba, lapas rutin menggelar razia dan penertiban di dalam lapas. Razia digelar untuk mengantisipasi kepemilikan barang-barang terlarang.

Baca Juga :  Pulang Ujian, Pelajar Ini Tenggak Tenggak Tiga Gelas Miras

’’Kalau sidak rutin. Biasa yang jadi temuan, berupa sajam, handphone, charger  handphone, headset, dan barang-barang tidak pantas untuk berada di dalam kamar,’’ paparnya.

Terkait, peredaran sabu-sabu yang diduga melibatkan warga binaan, Wahyu menyatakan tidak ada. Sebab, selain belum ditemukan bukti-bukti kuat, juga belum ditemukan napi yang terindikasi sebagai pengendali peredaran sabu-sabu di luar lapas. ’’Saya jamin tidak bisa masuk ke dalam. Sejak awal pengunjung yang masuk sudah dilakukan penggeledahan. Baik barang titipan maupun orang yang mau membesuk ke dalam lapas,’’ tegasnya.

Sebelumnya, seorang napi kasus narkoba di Lapas Kelas II-B Mojokerto diduga menjadi kendali peredaran sabu-sabu. Hal itu terungkap dari salah seorang pengedar yang belakangan ditangkap Polres Mojokerto. Dia adalah M Rahmatul Arif, 26, warga Jalan W.R. Supratman, Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo. Dia diamankan saat berkencan dengan seorang perempuan di rumah kos Dusun Bulaksempu, Desa Gebangsari, Kecamatan Jatirejo, pada Senin (2/3).

Baca Juga :  Pelanggar Ogah Ambil KTP dan HP

Barang bukti sabu-sabu yang diamankan dari Arif adalah 1 ons 20 gram. Barang bukti tersebut sisa dari panjualan sebelumnya. Ada dugaan Arif ini menjadi pengedar seorang bandar yang sebelumnya saling bekerja sama. ’’Dan sepertinya dia sudah mulai buka. Ada keterlibatan (napi) dari Lapas Mojokerto juga,’’ ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Feby D.P. Hutagalung.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dugaan narapidana (napi) di Lapas Kelas II-B Mojokerto sebagai pengendali peredaran narkoba Mojokerto dibantah lapas. ’’Sementara ini kepolisian belum ada yang mengonfirmasi keterlibatan itu,’’ ungkap Kalapas Kelas II-B Mojokerto Wahyu Susetyo, Jumat (13/3).

Wahyu menuturkan, pihaknya belum pernah menerima konfirmasi dari Polres Mojokerto terkait dugaan keterlibatan napi dalam peredaran narkoba. Seperti yang disebutkan salah satu tersangka kasus narkoba yang ditangkap polisi.

Kendati demikian, jika memang benar ada, Wahyu meminta ada pembuktian. Sehingga lapas bisa langsung menindaklanjuti dengan mencari siapa napi yang disebutkan oleh tersangka. ’’Tentu akan kita tindak lanjuti siapa yang menjadi dalang bermain narkoba di dalam lapas,’’ tegasnya.

Sebenarnya, kata Wahyu, meski tak ada keterlibatan warga binaannya dalam pengendalian narkoba, lapas rutin menggelar razia dan penertiban di dalam lapas. Razia digelar untuk mengantisipasi kepemilikan barang-barang terlarang.

Baca Juga :  Jalur Sempit, Rawan Kecelakaan

’’Kalau sidak rutin. Biasa yang jadi temuan, berupa sajam, handphone, charger  handphone, headset, dan barang-barang tidak pantas untuk berada di dalam kamar,’’ paparnya.

Terkait, peredaran sabu-sabu yang diduga melibatkan warga binaan, Wahyu menyatakan tidak ada. Sebab, selain belum ditemukan bukti-bukti kuat, juga belum ditemukan napi yang terindikasi sebagai pengendali peredaran sabu-sabu di luar lapas. ’’Saya jamin tidak bisa masuk ke dalam. Sejak awal pengunjung yang masuk sudah dilakukan penggeledahan. Baik barang titipan maupun orang yang mau membesuk ke dalam lapas,’’ tegasnya.

- Advertisement -

Sebelumnya, seorang napi kasus narkoba di Lapas Kelas II-B Mojokerto diduga menjadi kendali peredaran sabu-sabu. Hal itu terungkap dari salah seorang pengedar yang belakangan ditangkap Polres Mojokerto. Dia adalah M Rahmatul Arif, 26, warga Jalan W.R. Supratman, Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo. Dia diamankan saat berkencan dengan seorang perempuan di rumah kos Dusun Bulaksempu, Desa Gebangsari, Kecamatan Jatirejo, pada Senin (2/3).

Baca Juga :  Pelanggar Ogah Ambil KTP dan HP

Barang bukti sabu-sabu yang diamankan dari Arif adalah 1 ons 20 gram. Barang bukti tersebut sisa dari panjualan sebelumnya. Ada dugaan Arif ini menjadi pengedar seorang bandar yang sebelumnya saling bekerja sama. ’’Dan sepertinya dia sudah mulai buka. Ada keterlibatan (napi) dari Lapas Mojokerto juga,’’ ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Feby D.P. Hutagalung.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/