Kamis, 20 Jan 2022
Radar Mojokerto
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Temukan Pelat Nomor Truk Kodim Bermasalah

Denpom Razia Atribut Militer di Jalan Brawija

14 Januari 2022, 11: 05: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Temukan Pelat Nomor Truk Kodim Bermasalah

PENERTIBAN: Petugas Denpom V/2 Mojokerto mendata anggota TNI pengemudi truk operasional Kodim 0812 Lamongan dalam razia di Jalan Brawijaya, Kota Mojokerto, kemarin. (Yulianto Adi Nugroho/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Denpom V/2 Mojokerto menggelar razia atribut militer di Jalan Brawijaya, Kecamatan Prajurit Kulon, Kamis siang (13/1). Dalam kegiatan ini, petugas menilang kendaraan operasional milik Kodim 0812 Lamongan lantaran bermasalah pada pelat nomor.

Razia berlangsung mulai pukul 10.00. Petugas memelototi setiap pengendara yang melintas. Pengguna jalan yang mengenakan artibut militer langsung ditepikan. Baik artibut berupa pakaian maupun pemasangan stiker institusi TNI pada kendaraan. ’’Razia ini dalam rangka meminimalisir penyalahgunaan atribut TNI yang dipakai orang-orang sipil,’’ terang Perwira Seksi Penegak Hukum (Pasi Gakkum) Denpom V/2 Mojokerto Kapten CPM Agus Ariyanto di lokasi.

Dalam waktu satu jam, sejumlah penguna jalan berpakaian militer diperiksa petugas. Kartu identitas mereka diperiksa untuk memastikan yang bersangkutan warga sipil atau anggota TNI. Pemeriksaan juga menyangkut kelengkapan surat kendaraan.

Baca juga: Lagi, Pemotor Tewas dalam Kecelakaan Karambol

Hasilnya, petugas menindak kendaraan operasional milik Kodim 0812 Lamongan yang melintas. Saat diberhentikan petugas, pelat nomor yang dipasang pada bodi truk yang dikemudikan dua anggota itu tidak sesuai dengan STNK-nya. Akibatnya, pengemudi truk dijatuhi sanksi tilang. ’’Sudah kami beri penilangan karena TNKB di pelat nomor dan STNK tidak sama. Untuk selanjutnya kami laporkan ke pimpinan,’’ tegasnya.

Di luar itu, petugas tidak menemukan pelanggar atribut militer. Beberapa pengendara yang mengenakan pakaian TNI terbukti sebagai anggota. Agus menerangkan, razia untuk menertibkan dan mendisiplinkan anggota yang melakukan aktivitas di luar markas pada jam dinas. Selain itu, terkait atribut militer, hal itu mengantisipasi penyalagunaan identitas institusi TNI dalam melakukan tindakan kejahatan. ’’Kegiatan ini kami lakukan secara berkala dan berlanjut setiap minggu,’’ tukas dia. (adi/abi)

(mj/ADI/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia