alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Berakhir Kekeluargaan, tapi Pemilik Truk Perbaiki Mobil Patroli

MOJOKERTO – Kecelakaan yang melibatkan truk dan mobil Patroli Satsabhara Polresta Mojokerto di traffic light Jalan Kartini-Jalan Majapahit Kamis (10/1) diselesaikan dengan kekeluargaan.

SIM sopir truk batal dicabut. Namun, tetap ditilang dan harus bertanggung jawab dengan kerusakan mobil polisi. Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono, mengungkapkan, pihak Polres Mojokerto Kota bersama seluruh pihak yang teribat dalam kecelakaan pengawalan mobil tahanan telah mencapai sebuah kesepakatan melalui jalur ADR (alternative dispute resolution).

’’Ini merupakan upaya yang kami nilai akan lebih efektif dalam menyelesaikan masalah ini,’’ ungkapnya. Kesepakatan ini didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan. Yaitu, tidak adanya korban jiwa. Selain itu, pengemudi truk ini masih menjadi tulang punggung dari keluarga.

Kemudian, lanjut kapolresta, kecelakaan ini juga hanya mengakibatkan kerugian materiil yang masih bisa ditanggung oleh pihak-pihak pemilik maupun pengemudi. ’’Ini adalah pertimbangan kemanusiaan yang kami ambil,’’ katanya. 

Baca Juga :  Sopir Pelat Merah Berpotensi Tersangka

Dalam kesempatan tersebut, sopir truk juga sudah menyatakan rasa menyesalnya dan memahami atas pelanggaran yang dilakukan. Namun, sebagai implementasi penegakan hukum, pengemudi tetap dikenai sanksi tilang dan wajib mengikuti retraining road safety atau pelatihan ulang dua hari di polres.

Terkait pencabutan SIM, kapolresta mengungkapkan bahwa SIM milik sopir tidak jadi dicabut. ’’Karena pencabutan SIM itu adalah pidana tambahan yang harus diputuskan melalui sidang oleh hakim, bukan oleh polisi,’’ ungkapnya.

Polisi hanya melaksanakan putusan pengadilan dan putusan hakim apabila memang diputuskan ada pidana tambahan berupa pencabutan SIM. ’’Sopir truk hanya ganti rugi materiil kerusakan saja,’’ katanya.

Sementara itu, Ali Afandi, sopir truk menyampaikan ucapan maaf. ’’Saya minta maaf atas kejadian kecelakaan ini,’’ ujarnya. Dia mengakui bahwa telah melanggar peraturan lalu lintas. Ketika disoal mengenai traffic light, dia mengungkapkan memang lampu masih menyala hijau. Selain itu, dia juga mengaku tidak mendengar sirene lantaran kurang fokus. ’’Kelalaian. Ya (saat itu) mendengarkan musik,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Lima Kendaraan Kecelakaan Beruntun

Terkait aturan tentang bagaimana aturan prioritas penggunaan jalan, dia juga mengaku tidak tahu menahu soal itu. Sehingga, dia siap dan ikhlas ditilang. 

Sedangkan Gimin Mardianto, pemilik truk, juga turut menyampaikan ucapan maaf karena kelalaian yang dilakukan anak buahnya. ’’Saya minta maaf dan terima kasih karena akan diadakan upaya edukasi untuk meningkatkan kemampuan anak buah saya,’’ ujarnya.

Sehingga, pihaknya akan bertanggung jawab atas kejadian yang mengganggu operasional dari kepolisian. ’’Saya akan bertanggung jawab (terkait biaya perbaikan mobil polisi),’’ ungkapnya. (sad)

MOJOKERTO – Kecelakaan yang melibatkan truk dan mobil Patroli Satsabhara Polresta Mojokerto di traffic light Jalan Kartini-Jalan Majapahit Kamis (10/1) diselesaikan dengan kekeluargaan.

SIM sopir truk batal dicabut. Namun, tetap ditilang dan harus bertanggung jawab dengan kerusakan mobil polisi. Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono, mengungkapkan, pihak Polres Mojokerto Kota bersama seluruh pihak yang teribat dalam kecelakaan pengawalan mobil tahanan telah mencapai sebuah kesepakatan melalui jalur ADR (alternative dispute resolution).

’’Ini merupakan upaya yang kami nilai akan lebih efektif dalam menyelesaikan masalah ini,’’ ungkapnya. Kesepakatan ini didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan. Yaitu, tidak adanya korban jiwa. Selain itu, pengemudi truk ini masih menjadi tulang punggung dari keluarga.

Kemudian, lanjut kapolresta, kecelakaan ini juga hanya mengakibatkan kerugian materiil yang masih bisa ditanggung oleh pihak-pihak pemilik maupun pengemudi. ’’Ini adalah pertimbangan kemanusiaan yang kami ambil,’’ katanya. 

Baca Juga :  Bikin Grup Ngopi, Pelajar Ini Saling Berbagi Konten Porno

Dalam kesempatan tersebut, sopir truk juga sudah menyatakan rasa menyesalnya dan memahami atas pelanggaran yang dilakukan. Namun, sebagai implementasi penegakan hukum, pengemudi tetap dikenai sanksi tilang dan wajib mengikuti retraining road safety atau pelatihan ulang dua hari di polres.

Terkait pencabutan SIM, kapolresta mengungkapkan bahwa SIM milik sopir tidak jadi dicabut. ’’Karena pencabutan SIM itu adalah pidana tambahan yang harus diputuskan melalui sidang oleh hakim, bukan oleh polisi,’’ ungkapnya.

- Advertisement -

Polisi hanya melaksanakan putusan pengadilan dan putusan hakim apabila memang diputuskan ada pidana tambahan berupa pencabutan SIM. ’’Sopir truk hanya ganti rugi materiil kerusakan saja,’’ katanya.

Sementara itu, Ali Afandi, sopir truk menyampaikan ucapan maaf. ’’Saya minta maaf atas kejadian kecelakaan ini,’’ ujarnya. Dia mengakui bahwa telah melanggar peraturan lalu lintas. Ketika disoal mengenai traffic light, dia mengungkapkan memang lampu masih menyala hijau. Selain itu, dia juga mengaku tidak mendengar sirene lantaran kurang fokus. ’’Kelalaian. Ya (saat itu) mendengarkan musik,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Lima Kendaraan Kecelakaan Beruntun

Terkait aturan tentang bagaimana aturan prioritas penggunaan jalan, dia juga mengaku tidak tahu menahu soal itu. Sehingga, dia siap dan ikhlas ditilang. 

Sedangkan Gimin Mardianto, pemilik truk, juga turut menyampaikan ucapan maaf karena kelalaian yang dilakukan anak buahnya. ’’Saya minta maaf dan terima kasih karena akan diadakan upaya edukasi untuk meningkatkan kemampuan anak buah saya,’’ ujarnya.

Sehingga, pihaknya akan bertanggung jawab atas kejadian yang mengganggu operasional dari kepolisian. ’’Saya akan bertanggung jawab (terkait biaya perbaikan mobil polisi),’’ ungkapnya. (sad)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/