alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Tiga Minggu, Dua Orang Tewas di Rel Blooto

PRAJURIT KULON, Jawa Pos Radar Mojokerto – Belum genap tiga minggu, insiden warga tertabrak kereta api (KA) kembali terjadi di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon. Jumat pagi (12/11), Sadiyah, 63, tewas tersambar KA Sancaka. Ibu rumah tangga asal Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, itu diduga nekat bunuh diri lantaran mengalami depresi.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 09.40 itu membuat geger warga setempat. Tubuh korban ditemukan sudah tergeletak di sisi selatan jalur rel ganda Lingkungan Kemasan. Korban tewas setelah tersambar KA Sancana jurusan Surabaya-Jogjakarta. ’’Korban meninggal karena luka di kepala,’’ ujar Kapolsek Prajurit Kulon Kompol M. Sulkan.

Dalam insiden tersebut, korban tak membawa kartu identitas. Petugas kepolisian hanya menemukan dompet berisi sejumlah uang. Tak jauh dari lokasi kejadian, terdapat sepeda ontel warna putih milik korban tergeletak di pinggir jalan. Dari keterangan warga, lanjutnya, Sadiyah sempat terlihat mondar-mandir di sekitar rel. Sekitar setengah jam berselang, perempuan parobaya yang tampak linglung itu tersambar KA.

Baca Juga :  Wanita Berparas Anggun Itu Adalah Luluk Diana, Ini Fotonya

Jasad korban dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk divisum. Sementara, barang bukti dompet dan sepeda ontel diamankan ke polsek. Identitasnya diketahui setelah petugas kepolisian melakukan pelacakan melalui alat pemindai sidik jari. Sulkan menyebut, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban diduga tewas karena bunuh diri. ’’Indikasinya memang bunuh diri. Karena berdasar keterangan keluarga, dia sudah lama sakit,’’ terangnya.

Korban memiliki riwayat sakit menahun. Dia bahkan harus rutin mengonsumsi obat setiap hari karena sering kambuh. Kondisi kesehatan yang buruk ini diperparah sejak suaminya wafat lebih dari sepuluh tahun yang lalu. ’’Sejak tahun 2010 itu dia sudah depresi. Ketambahan suaminya itu meninggal, makin parah,’’ imbuh dia.

Baca Juga :  Angka Kekerasan Anak Terjun Bebas

Sebelumnya, insiden tertabrak kereta terjadi pada Selasa pagi (26/10). Sirojil Munir, 41, terlindas kereta api (KA) Bima jurusan Jakarta-Surabaya di Lingkungan Trenggilis, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, sekitar pukul 04.00. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat pamit keluar rumah untuk jalan-jalan. Motif kejadian tersebut belum diketahui. Namun, korban diduga linglung sehingga tidak sadar saat KA melintas. (adi/abi)

PRAJURIT KULON, Jawa Pos Radar Mojokerto – Belum genap tiga minggu, insiden warga tertabrak kereta api (KA) kembali terjadi di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon. Jumat pagi (12/11), Sadiyah, 63, tewas tersambar KA Sancaka. Ibu rumah tangga asal Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, itu diduga nekat bunuh diri lantaran mengalami depresi.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 09.40 itu membuat geger warga setempat. Tubuh korban ditemukan sudah tergeletak di sisi selatan jalur rel ganda Lingkungan Kemasan. Korban tewas setelah tersambar KA Sancana jurusan Surabaya-Jogjakarta. ’’Korban meninggal karena luka di kepala,’’ ujar Kapolsek Prajurit Kulon Kompol M. Sulkan.

Dalam insiden tersebut, korban tak membawa kartu identitas. Petugas kepolisian hanya menemukan dompet berisi sejumlah uang. Tak jauh dari lokasi kejadian, terdapat sepeda ontel warna putih milik korban tergeletak di pinggir jalan. Dari keterangan warga, lanjutnya, Sadiyah sempat terlihat mondar-mandir di sekitar rel. Sekitar setengah jam berselang, perempuan parobaya yang tampak linglung itu tersambar KA.

Baca Juga :  Satu Keluarga Terlindas Truk Trailer, Ibu dan Dua Anaknya Tewas

Jasad korban dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk divisum. Sementara, barang bukti dompet dan sepeda ontel diamankan ke polsek. Identitasnya diketahui setelah petugas kepolisian melakukan pelacakan melalui alat pemindai sidik jari. Sulkan menyebut, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban diduga tewas karena bunuh diri. ’’Indikasinya memang bunuh diri. Karena berdasar keterangan keluarga, dia sudah lama sakit,’’ terangnya.

Korban memiliki riwayat sakit menahun. Dia bahkan harus rutin mengonsumsi obat setiap hari karena sering kambuh. Kondisi kesehatan yang buruk ini diperparah sejak suaminya wafat lebih dari sepuluh tahun yang lalu. ’’Sejak tahun 2010 itu dia sudah depresi. Ketambahan suaminya itu meninggal, makin parah,’’ imbuh dia.

Baca Juga :  Puluhan Warung Remang-Remang Dalam Pengawasan Satpol PP

Sebelumnya, insiden tertabrak kereta terjadi pada Selasa pagi (26/10). Sirojil Munir, 41, terlindas kereta api (KA) Bima jurusan Jakarta-Surabaya di Lingkungan Trenggilis, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, sekitar pukul 04.00. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat pamit keluar rumah untuk jalan-jalan. Motif kejadian tersebut belum diketahui. Namun, korban diduga linglung sehingga tidak sadar saat KA melintas. (adi/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/