alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Empat Hari Terbakar, Hutan Seluas 157 Hektare Hangus

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto terus meluas. Lahan terbakar tercatat mencapai ratusan hektare. Tersebar di wilayah KPH Perhutani Pasuruan dan Tahura R. Soerjo. Bahkan, kebakaran di kawasan selatan kabupaten di hari keempat ini masih ditemukan empat titik api.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini menjelaskan, setelah sebelumnya kebakaran hutan di lereng Gunung Welirang padam, belakangan kebakaran kembali terjadi di beberapa titik. ’’Utamanya, di wilayah KPH Perhutani Pasuruan dan Tahura R. Soerjo. Sampai sekarang (kemarin, Red) masih ada titik api,’’ ungkapnya, kemarin. Menurutnya, hingga hari ke empat ini, diketahui masih ada empat titik api terbakar. Masing-masing tersebar di Desa Padusan dan Desa Kemiri, Kecamatan Pacet. Di dua desa ini kebakaran di Gunung Limas dan blok Lali Jowo memasuki kawasan Tahura R. Soerjo. Di dua lokasi tersebut total hutan yang hangus mencapai 139 hektare. Rinciannya, 68 hektare berada di Desa Kemiri, dan 71 hektare memasuki wilayah Desa Padusan. Sementara, dua titik api lainnya masih menyala masuk Desa Jatidukuh, dan Dusun Blogong, Desa Gumeng, Kecamatan Gondang.

Baca Juga :  Sambar Truk Mogok, Pemotor Tewas

Di dua lokasi ini, setidaknya luas lahan yang terbakar kisaran 8,5 hektare. Meliputi 4 hektare di Desa Jatidukuh dan 4,5 hektare di Dusun Blogong, Desa Gumeng. ’’Angka ini diperkirakan bisa bertambah seiring titik api yang masih menyala,’’ tuturnya.Tak hanya itu, kebakaran hutan juga terjadi di RPH Pandansari petak 30 C, dan manting BKPH Jatirejo. Luas lahan terbakarmencapai 6,5 hektare dari 61 hektare luas baku hutan. Selain itu, kobaran api menghanguskan 3 hektare hutan petak 76FKPH di Desa Kupang, Kecamatan Jetis. ’’Total hutan terbakar selama empat hari terkahir mencapai 157 hektare,” imbuhnya.Masing-masing tersebar di 139 hektare hutan Tahura R. Soerjo, 15 hektare masuk KPH Pasuruan, 3 hektare KPH Mojokerto, dan 18 hektare wilayah Perhutani,’’ terangnya.

Baca Juga :  Ratusan CJH Alami Hipertensi

Zaini menyebutkan, titik api diketahui terjadi sejak Senin (9/9). Sehingga saat itu juga petugas bergerak naik melakukan pemadaman secara manual. Meski titik api sempat dijinakkan, namun kencangnya embusan angin membuat titik api kembali muncul. Sehingga kondisi itu membuat puluhan petugas kembali disiagakan. Mereka terdiri dari BPBD, Perhutani Pasuruan, Tahura R. Soerjo, warga setempat, dan sejumlah relawan.

Hanya saja, kondisi lapangan yang cukup curam dan terjal membuat petugas tak mampu menjangkau sejumlah titik api. Mereka kesulitan melakukan pemadaman secara menyeluruh. Di samping itu, angin kencang mendorong api dengan cepat membesar dan meluas ke blok-blok hutan. Baik menuju arah puncak atau ke bawah. ’’Rata-rata yang terbakar adalah semak-semak dan seras,’’ tuturnya. Hingga hari ke empat kemarin upaya pemadaman terus diupayakan. Namun, terbatasnya peralatan menjadikan petugas tak maksimal memadamkan api. ’’Titip api kembali muncul karena memang tak ada pembasahan. Kondisinya tidak memungkinkan untuk itu,’’ tandasnya.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto terus meluas. Lahan terbakar tercatat mencapai ratusan hektare. Tersebar di wilayah KPH Perhutani Pasuruan dan Tahura R. Soerjo. Bahkan, kebakaran di kawasan selatan kabupaten di hari keempat ini masih ditemukan empat titik api.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini menjelaskan, setelah sebelumnya kebakaran hutan di lereng Gunung Welirang padam, belakangan kebakaran kembali terjadi di beberapa titik. ’’Utamanya, di wilayah KPH Perhutani Pasuruan dan Tahura R. Soerjo. Sampai sekarang (kemarin, Red) masih ada titik api,’’ ungkapnya, kemarin. Menurutnya, hingga hari ke empat ini, diketahui masih ada empat titik api terbakar. Masing-masing tersebar di Desa Padusan dan Desa Kemiri, Kecamatan Pacet. Di dua desa ini kebakaran di Gunung Limas dan blok Lali Jowo memasuki kawasan Tahura R. Soerjo. Di dua lokasi tersebut total hutan yang hangus mencapai 139 hektare. Rinciannya, 68 hektare berada di Desa Kemiri, dan 71 hektare memasuki wilayah Desa Padusan. Sementara, dua titik api lainnya masih menyala masuk Desa Jatidukuh, dan Dusun Blogong, Desa Gumeng, Kecamatan Gondang.

Baca Juga :  Innova Terjepit Trailer dan Truk Ekspedisi

Di dua lokasi ini, setidaknya luas lahan yang terbakar kisaran 8,5 hektare. Meliputi 4 hektare di Desa Jatidukuh dan 4,5 hektare di Dusun Blogong, Desa Gumeng. ’’Angka ini diperkirakan bisa bertambah seiring titik api yang masih menyala,’’ tuturnya.Tak hanya itu, kebakaran hutan juga terjadi di RPH Pandansari petak 30 C, dan manting BKPH Jatirejo. Luas lahan terbakarmencapai 6,5 hektare dari 61 hektare luas baku hutan. Selain itu, kobaran api menghanguskan 3 hektare hutan petak 76FKPH di Desa Kupang, Kecamatan Jetis. ’’Total hutan terbakar selama empat hari terkahir mencapai 157 hektare,” imbuhnya.Masing-masing tersebar di 139 hektare hutan Tahura R. Soerjo, 15 hektare masuk KPH Pasuruan, 3 hektare KPH Mojokerto, dan 18 hektare wilayah Perhutani,’’ terangnya.

Baca Juga :  Sempat Kerokan, Tukang Service Kulkas Tewas

Zaini menyebutkan, titik api diketahui terjadi sejak Senin (9/9). Sehingga saat itu juga petugas bergerak naik melakukan pemadaman secara manual. Meski titik api sempat dijinakkan, namun kencangnya embusan angin membuat titik api kembali muncul. Sehingga kondisi itu membuat puluhan petugas kembali disiagakan. Mereka terdiri dari BPBD, Perhutani Pasuruan, Tahura R. Soerjo, warga setempat, dan sejumlah relawan.

Hanya saja, kondisi lapangan yang cukup curam dan terjal membuat petugas tak mampu menjangkau sejumlah titik api. Mereka kesulitan melakukan pemadaman secara menyeluruh. Di samping itu, angin kencang mendorong api dengan cepat membesar dan meluas ke blok-blok hutan. Baik menuju arah puncak atau ke bawah. ’’Rata-rata yang terbakar adalah semak-semak dan seras,’’ tuturnya. Hingga hari ke empat kemarin upaya pemadaman terus diupayakan. Namun, terbatasnya peralatan menjadikan petugas tak maksimal memadamkan api. ’’Titip api kembali muncul karena memang tak ada pembasahan. Kondisinya tidak memungkinkan untuk itu,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/