alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Warga Alami Trauma Pasca Ledakan Bioethanol

GEDEG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Guncangan hebat yang ditimbulkan dari ledakan tangki penampungan bioetanol PT Enero, Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto menyisakan trauma bagi warga sekitar.

Selain terdapat sekitar 57 rumah warga mengalami rusak, keberadaan pabrik di sekitar pemukiman dianggap warga sudah tak aman lagi. Menyusul, sepanjang 2020 ini saja, insiden kecalakaan kerja dengan korban tewas dan luka-luka sudah terjadi dua kali. ’’Kejadian ini membuat banyak warga trauma,’’ ungkap Heru, salah seorang warga, kemarin. Dia yang ikut terdampak mengaku masih dibayangi waswas atas insiden nahas tersebut. Sebab, tidak hanya bangunan rumah yang rusak, secara psikis ancaman itu masih cukup berpotensi terjadi jika keberadaan pabrik bioetanol ini tidak mengevaluasi keselamatan pekerja.

Baca Juga :  Ini Penyebab Ledakan di Bioethanol

’’Kami sangat truma, karena ini persoalan nyawa. Dentuman kejadiannya itu sangat mengerikan. Hawa panas begitu teras dari rumah,’’ urainya. Ketakutan atas peritiwa ini, lanjut Heru, bahkan membuat sejumlah warga ada yang mengungsi. Mereka yang trauma memilih pulang ke rumah saudara yang jaraknya sedikit lebih jauh dari kawasan pabrik. ’’Untuk ganti rugi berupa apa, belum jelas. Tadi (kemarin, Red) hanya dilakukan pendataan saja,’’ ujarnya.

Hingga kini manajemen PT Enero memilih bungkam atas insiden tersebut. Hingga kemarin manajemen PT Enero belum bisa dikonfirmasi perihal ini.  Sementara itu, Kapolsek Gedeg AKP Edy Purwo mengatakan, dari pendataan di lapangan sedikitnya ada 57 rumah warga terkena dampak meledaknya tangki bioetanol pada Senin (10/8). Puluhan rumah itu mengalami kerusakan pada bagian kaca, genting dan plafon. ’’Kerusakannya sedang dan ringan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dokter Cabul Terancam Dipecat dari PNS

Menurutnya, angka 57 rumah ini masih bisa bertambah, seiring laporan yang dilakukan warga kepada perangkat desa setempat. ’’Pendataan ini, untuk ganti rugi. Tapi, kami belum tahu, dalam bentuk apa ganti ruginya. Saat ini masih dikoordinasikan,’’ tuturnya.

GEDEG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Guncangan hebat yang ditimbulkan dari ledakan tangki penampungan bioetanol PT Enero, Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto menyisakan trauma bagi warga sekitar.

Selain terdapat sekitar 57 rumah warga mengalami rusak, keberadaan pabrik di sekitar pemukiman dianggap warga sudah tak aman lagi. Menyusul, sepanjang 2020 ini saja, insiden kecalakaan kerja dengan korban tewas dan luka-luka sudah terjadi dua kali. ’’Kejadian ini membuat banyak warga trauma,’’ ungkap Heru, salah seorang warga, kemarin. Dia yang ikut terdampak mengaku masih dibayangi waswas atas insiden nahas tersebut. Sebab, tidak hanya bangunan rumah yang rusak, secara psikis ancaman itu masih cukup berpotensi terjadi jika keberadaan pabrik bioetanol ini tidak mengevaluasi keselamatan pekerja.

Baca Juga :  Sopir Ngantuk, Travel Tabrak Median Jalan, lalu Terguling

’’Kami sangat truma, karena ini persoalan nyawa. Dentuman kejadiannya itu sangat mengerikan. Hawa panas begitu teras dari rumah,’’ urainya. Ketakutan atas peritiwa ini, lanjut Heru, bahkan membuat sejumlah warga ada yang mengungsi. Mereka yang trauma memilih pulang ke rumah saudara yang jaraknya sedikit lebih jauh dari kawasan pabrik. ’’Untuk ganti rugi berupa apa, belum jelas. Tadi (kemarin, Red) hanya dilakukan pendataan saja,’’ ujarnya.

Hingga kini manajemen PT Enero memilih bungkam atas insiden tersebut. Hingga kemarin manajemen PT Enero belum bisa dikonfirmasi perihal ini.  Sementara itu, Kapolsek Gedeg AKP Edy Purwo mengatakan, dari pendataan di lapangan sedikitnya ada 57 rumah warga terkena dampak meledaknya tangki bioetanol pada Senin (10/8). Puluhan rumah itu mengalami kerusakan pada bagian kaca, genting dan plafon. ’’Kerusakannya sedang dan ringan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Usai Lebaran, Pengedar Sabu "Menyerang" Lagi

Menurutnya, angka 57 rumah ini masih bisa bertambah, seiring laporan yang dilakukan warga kepada perangkat desa setempat. ’’Pendataan ini, untuk ganti rugi. Tapi, kami belum tahu, dalam bentuk apa ganti ruginya. Saat ini masih dikoordinasikan,’’ tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Bawaslu Awasi Rekrutmen PPK

Pengamanan Kantor Kepolisian Diperketat

Kota Masih Lanjut, Kabupaten Mandek

Atensi Ketersediaan Pupuk bagi Petani

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/