alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Thursday, July 7, 2022

Warung Remang-Remang Bypass Kambuh

Satpol PP Bakal Terjunkan Patroli

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Praktik prostitusi berkedok warung di tepi Jalan Bypass, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, disinyalir kambuh. Sebagai langkah antisipasi, Satpol PP Kota Mojokerto bakal menerjunkan tim patroli ke lokasi.

Beberapa tahun silam, kawasan warung remang-remang tersebut pernah diobrak satpol PP. Praktik prostitusi dilakukan di warung-warung berbahan bambu sepanjang sisi timur jalan tersebut. Mereka menawarkan jasa prostitusi kepada para pengemudi truk yang mampir. ”Sekitar 2014-2015 pernah kita razia karena dulu memang tempatnya (prostitusi),” kata Kasi Operasional Satpol PP Kota Mojokerto Mulyono, kemarin.

Menurutnya, razia besar-besaran dilakukan lantaran kawasan tersebut menjadi lokasi prostitusi terselubung. Berkedok warung kopi, para penunggu warung sekaligus menawarkan jasa esek-esek. Pelanggannya sebagian besar yakni sopir truk antarkota. Tindakan asusila itu kerap dilakukan di lahan semak-semak belakang warung. ”Di dekat rel KA situ, dulu pakai tikar,” jelas dia.

Baca Juga :  Massa Tagih Penanganan Kasus

Selepas obrakan itu, aktivitas warung remang-remang mulai mereda. Pihaknya sudah tak pernah lagi mendengar adanya kegiatan yang menawarkan jasa esek-esek di warung-warung tersebut. Kendati demikianm aktivitas warung itu kini kembali ramai. Tak sedikit pula tampak penjaga warung dan laki-laki yang bercengkerama.

Sebagai langkah antisipasi, satpol PP akan melakukan patroli untuk mencegah kambuhnya praktik tersebut. Mengingat lokasi tersebut memiliki riwayat yang identik dengan kawasan tempat tindak asusila. ”Kalau sekarang belum ada laporan. Tapi nanti akan kita turunkan patroli ke sana kalau memang diperlukan,” tegasnya.

Mulyono menggariskan, pihaknya tak menoleransi adanya praktik prostitusi terselubung. Apabila ditemukan kegiatan tersebut, saksi pembongkaran bukan tidak mungkin bakal dijatuhkan. ”Nanti kita periksa dulu, dipastikan dulu,” tandasnya. (adi/ron)

Baca Juga :  Kejari Bakal Sita Aset

Satpol PP Bakal Terjunkan Patroli

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Praktik prostitusi berkedok warung di tepi Jalan Bypass, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, disinyalir kambuh. Sebagai langkah antisipasi, Satpol PP Kota Mojokerto bakal menerjunkan tim patroli ke lokasi.

Beberapa tahun silam, kawasan warung remang-remang tersebut pernah diobrak satpol PP. Praktik prostitusi dilakukan di warung-warung berbahan bambu sepanjang sisi timur jalan tersebut. Mereka menawarkan jasa prostitusi kepada para pengemudi truk yang mampir. ”Sekitar 2014-2015 pernah kita razia karena dulu memang tempatnya (prostitusi),” kata Kasi Operasional Satpol PP Kota Mojokerto Mulyono, kemarin.

Menurutnya, razia besar-besaran dilakukan lantaran kawasan tersebut menjadi lokasi prostitusi terselubung. Berkedok warung kopi, para penunggu warung sekaligus menawarkan jasa esek-esek. Pelanggannya sebagian besar yakni sopir truk antarkota. Tindakan asusila itu kerap dilakukan di lahan semak-semak belakang warung. ”Di dekat rel KA situ, dulu pakai tikar,” jelas dia.

Baca Juga :  Kejari Berpeluang Closing Kasus Korupsi Pemekaran Kota, Ini Alasannya

Selepas obrakan itu, aktivitas warung remang-remang mulai mereda. Pihaknya sudah tak pernah lagi mendengar adanya kegiatan yang menawarkan jasa esek-esek di warung-warung tersebut. Kendati demikianm aktivitas warung itu kini kembali ramai. Tak sedikit pula tampak penjaga warung dan laki-laki yang bercengkerama.

Sebagai langkah antisipasi, satpol PP akan melakukan patroli untuk mencegah kambuhnya praktik tersebut. Mengingat lokasi tersebut memiliki riwayat yang identik dengan kawasan tempat tindak asusila. ”Kalau sekarang belum ada laporan. Tapi nanti akan kita turunkan patroli ke sana kalau memang diperlukan,” tegasnya.

- Advertisement -

Mulyono menggariskan, pihaknya tak menoleransi adanya praktik prostitusi terselubung. Apabila ditemukan kegiatan tersebut, saksi pembongkaran bukan tidak mungkin bakal dijatuhkan. ”Nanti kita periksa dulu, dipastikan dulu,” tandasnya. (adi/ron)

Baca Juga :  Massa Tagih Penanganan Kasus

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/