alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Nekat Buka, Warung Bakal Dibongkar

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satpol PP Kabupaten Mojokerto menutup kawasan warung remang-remang Janti, Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari. Tidak menutup kemungkinan, bangunan warung yang tidak mengantongi izin itu bakal dibongkar jika nekat kembali buka.

Kasatpol PP Kabupaten Mojokerto Eddy Taufiq mengatakan, sanksi tegas bakal diberikan bagi pemilik warung yang nekat kembali buka. Sebab, sejauh ini masih ada sejumlah pemilik warung yang nekat kembali beroperasi meski telah disegel petugas. ”Penutupan ini kami berlakukan sejak Selasa (10/5). Kita pasang segel baru karena banyak yang rusak karena buka lagi. Kita pasang plang baru karena yang lama, sifatnya hanya imbauan,” sebutnya.

Dikatakannya, beroperasinya kawasan prostitusi berkedok warung itu melanggar Perda Kabupaten Mojokerto No 2 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Sehingga, ada sejumlah langkah tegas lain guna mendesak pemilik warung untuk menutup dan membongkar warung secara mandiri. Di antaranya, seluruh aliran listrik pada kawasan yang terdiri dari 26 warung itu bakal diputus. ”Warung-warung itu tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Berbahan gedek, akan sangat mudah terbakar jika terjadi korsleting listrik. Kami koordinasikan dengan PLN untuk segera memutus seluruh aliran listrik di sana,” tegasnya.

Baca Juga :  Korban Pembunuhan Itu Bernama Edi Siswanto

Tak hanya itu, pihaknya bakal memanggil seluruh pemilik tanah untuk tidak memperpanjang sewa dengan pengelola warung. Bahkan, 26 warung tersebut bakal dibongkar jika kembali nekat merusak segel Satpol PP dan buka kembali. ”Ini upaya terakhir kami untuk memutus prostitusi di sana. Saat ini masih kami proses. Ketika mereka masih ngeyel buka lagi, akan kami panggil pemiliknya untuk disidangkan. Berdasarkan hasil sidang di PN itu bisa kami lakukan pembongkaran,” ucapnya.

Pihaknya getol melakukan pemantauan dengan menggelar patroli rutin guna mengantisipasi kembali beroperasinya praktik prostitusi di kawasan warung esek-esek itu. (vad/ron)

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satpol PP Kabupaten Mojokerto menutup kawasan warung remang-remang Janti, Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari. Tidak menutup kemungkinan, bangunan warung yang tidak mengantongi izin itu bakal dibongkar jika nekat kembali buka.

Kasatpol PP Kabupaten Mojokerto Eddy Taufiq mengatakan, sanksi tegas bakal diberikan bagi pemilik warung yang nekat kembali buka. Sebab, sejauh ini masih ada sejumlah pemilik warung yang nekat kembali beroperasi meski telah disegel petugas. ”Penutupan ini kami berlakukan sejak Selasa (10/5). Kita pasang segel baru karena banyak yang rusak karena buka lagi. Kita pasang plang baru karena yang lama, sifatnya hanya imbauan,” sebutnya.

Dikatakannya, beroperasinya kawasan prostitusi berkedok warung itu melanggar Perda Kabupaten Mojokerto No 2 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Sehingga, ada sejumlah langkah tegas lain guna mendesak pemilik warung untuk menutup dan membongkar warung secara mandiri. Di antaranya, seluruh aliran listrik pada kawasan yang terdiri dari 26 warung itu bakal diputus. ”Warung-warung itu tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Berbahan gedek, akan sangat mudah terbakar jika terjadi korsleting listrik. Kami koordinasikan dengan PLN untuk segera memutus seluruh aliran listrik di sana,” tegasnya.

Baca Juga :  Baliho Reklame Tak Berizin di Kota Mojokerto Dipotong

Tak hanya itu, pihaknya bakal memanggil seluruh pemilik tanah untuk tidak memperpanjang sewa dengan pengelola warung. Bahkan, 26 warung tersebut bakal dibongkar jika kembali nekat merusak segel Satpol PP dan buka kembali. ”Ini upaya terakhir kami untuk memutus prostitusi di sana. Saat ini masih kami proses. Ketika mereka masih ngeyel buka lagi, akan kami panggil pemiliknya untuk disidangkan. Berdasarkan hasil sidang di PN itu bisa kami lakukan pembongkaran,” ucapnya.

Pihaknya getol melakukan pemantauan dengan menggelar patroli rutin guna mengantisipasi kembali beroperasinya praktik prostitusi di kawasan warung esek-esek itu. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/